Ada Namanya Diantara 7 Tersangka Pengadaan Pipa, Anshar Dachri: Saya No Comment Dulu!

oleh

SUARATA | Kabar ditetapkannya 7 tersangka dugaan korupsi kasus Pengadaan Pipa di kota Palopo, yang rilisnya beredar di laman Detik.com, edisi  Selasa 5 November 2019 kemarin sesungguhnya tak mengejutkan lagi.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani, dikutip dari laman tersebut menyebut 7 nama tersangka masing-masing Irwan Arnold dan Fauziah Fitriani selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) serta Hamsyari dan Anshar Dachri, selaku kelompok kerja (Pokja) yang kini Plt Kadis PUPR Palopo.

Nama lain, ada 3 direktur perusahaan dalam proyek pengadaan instalasi pipa tersebut. Yakni Muh Syarif Direktur PT Indah Seratama, Asnam Andres selaku Direktur PT Duta Abadi, dan Bambang Setijowidodo Direktur PT Perdana Cipta Abdipertiwi.

Tak mengejutkan karena kasus ini adalah kasus lama yang baru “ramai” kembali setelah BPK merilis kerugian negara pada 2017 lalu.

Polda Sulsel pun menindaklanjuti dan memulai penyelidikan atas kasus ini. Hasilnya, seperti dilansir media nasional, terkait  kasus yang diduga merugikan keuangan negara Rp5,5 miliar, ada 7 tersangka yang diumumkan.

 

Lantas apa kata Plt Dinas PUPR yang juga ditetapkan tersangka itu? 

Dihubungi via WhatsApp, Anshar Dachri yang mengaku tengah berada di Makassar mengatakan tidak ingin berkomentar apapun terhadap kasus ini.

Ia menyerahkan sepenuhnya pada Polda Sulsel. “Saya no comment dulu, kasusnya masih berproses, lebih baik kita tanyakan mi langsung sama Penyidik Polda,” ucap Anshar.

Ia berusaha tegar dan tak mau membicarakan soal kasusnya ini secara lebih detail.

“Apa peran anda dalam kasus ini, mengapa bisa ditetapkan tersangka?” redaktur Suarata.com mencoba menggali informasi lebih jauh.

Namun lagi-lagi, Plt Kadis PUPR Palopo itu justru mengulang jawaban yang sama.

Tak ada informasi yang bisa didapatkan. Mantan Pokja ULP proyek pengadaan pipa itu terkesan pasrah dan tidak ingin membuat polemik.

“Hubungi ki penyidik Polda, saya tidak mau komentar,” ucapnya.

Sebelumnya dikabarkan, pada periode Oktober 2017 hingga Februari 2018 Polda Sulsel telah melakukan gelar perkara dan ada supervisi dari tim KPK RI serta bantuan penunjukan dari tim Ahli.

“Tujuh tersangka ditetapkan untuk kasus proyek Perencanaan SPAM, Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kelurahan Padang Lambe, Kecamatan Wara Barat, Pengadaan dan Pemasangan Jaringan Pipa Wilayah Kecamatan Telluwanua dan Pengawasan Pengadaan Bangunan Pengambilan Air Bersi pada Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Palopo tahun anggaran 2016. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp15.049.110.000 yang mengakibatkan kerugian keuangan negara berdasarkan hasil perhituangan BPK RI sebesar Rp 5.543.391.996,91,” papar Kombes Dicky Sondani kepada awak media.

Menariknya, rumor terhadap penetapan tersangka ini sudah beredar sejak 21 Oktober 2019 lalu, pasca penetapan tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel. Hanya saja, waktu itu masih sebatas perbincangan warung kopi karena belum ada statement apapun dari pihak berwenang terkait kasus ini. (*)

jual beli online al-store

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *