Begini Cerita Orangtua Aqilah Soal Dugaan Mal Praktik Sebelum Dirujuk ke RSUD Sawerigading Palopo

oleh

SUARATA | Almarhumah Aqilah (3) gadis mungil yang menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Rampoang Palopo, Selasa (8/10/2019) sekitar Pukul 22:00 Wita.

Aqilah anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Mariati (24) dan Suparmin (37) yang dioperasikan sebanyak 7 kali hingga meninggal dunia.

“Awalnya anak saya hanya demam biasa, kembung serta mencret terus saya bawah ke
bidan untuk berobat dan bidan memberikan obat anti nyeri tapi Aqilah tidak juga sembuh.
Saya bawah lagi ke bidan tapi bidan menyarankan untuk ke puskesmas,”

Ibu Almarhum Adek Aqilah melanjutkan setelah adek Aqilah dibawa ke puskesmas dan dokter memberikan obat agar Aqilah kentut tetapi setelah dari Puskesmas Aqilah tidak juga sembuh. Bahkan sampai tiga kali Aqilah diantar ke puskesmas dan terakhir Aqirah diinfus dan dokter menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit.

“Sesampai di rumah sakit Hikmah dokter langsung menyarankan Aqilah untuk dioperasi, karena ada masalah di bagian ususnya,” ujarnya.

Karena operasi pertama kondisi Aqilah melemah, kami ditempatkan diruang ICU selama 6 hari 6 malam kemudian di pindahkan diruang bangsal selama 3 hari, ada sesuatu seperti lemak keluar dari sela-sela jahitan bekas operasi dan kemudian jahitannya dibongkar.

“Selang beberapa hari di rumah sakit kami minta pulang karena kondisi keluarga kami begini (kurang mampu), selang beberapa hari di rumah jahitan bekas operasinya infeksi dan keluar nana. Selang berapa hari kami bawah lagi ke rumah sakit serta membersihkan kembali jahitannya,” jelasnya.

Kami kembali ke rumah dan kami selalu kontrol, selang-selangnyapun dibuka karena sudah agak membaik sisa 4 jahitan yang belum dibuka karena untuk menyatukan kulitnya, saya sering kontral dan lukanya sudah kering. Obat Aqilah habis dan dokter memberikan resep untuk menebus obat Aqilah yang habis dan dari apotik kami dikasih obat puyer (Obat Racikan).

“Setelah Aqilah menkonsumsi obat tersebut selama tiga hari badan Aqilah langsung bintik-bintik seperti kena cacar, bintik-bintik tersebut semakin hari semakin banyak, beberapa hari saya kembali membawa Aqilah ke rumah sakit, setelah beberapa malam nginap di rumah sakit, setelah reda batuk,” jelas ibu dari almarhum Aqilah

Ia menambahkan, Malam jumat Aqilah dioperasi lagi, usai dioperasi Aqilah diopname, pas malam Sabtu Aqilah bersin dan ada bunyi sesuatu. Setelah di cek ternyata ususnya keluar.

“Usus Aqilah keluar (terburai) dari sela-sela jahitan dan saya memanggil dokter tetapi dokter tidak ada dan yang ada cuman pembantu dokter, pembantu dokter memasukkan usus Aqilah kedalam perut serta diperban. Setelah itu kami dirujuk ke rumah sakit Sawerigading Palopo dengan alasan dokter di rumah sakit Hikmah tidak ditempat,” tuturnya.

Sementara itu Ayah Aqilah, Suparmin mengatakan bahwa anaknya selama di rumah sakit Hikmah dioperasi sebanyak 5 kali dan di rumah sakit Sawerigading Palopo 2 kali.

“Dokter wawan pernah menelpon saya dan meminta maaf karena ada kesalahan,” tutur Ayah Aqilah.

Dokter Ahli Beda rumah sakit Hikmah, dr. Suwanto saat dikonfirmasi terkait Aqilah dioperasi sebanyak 5 kali membantah pernyataan tersebut.

“Aqilah dioperasi cuman 2 kali tetapi masuk ruang operasi sebanyak 5 kali untuk memperbaiki jahitannya, karena kami tidak tega melihat pasien kesakitan,” bebernya.

Dokter Wawan sapaan akrab dokter Suwanto juga membantah kalau dirinya tidak pernah meminta maaf karena kesalahan tetapi ia meminta maaf karena tidak ada ditempat saat usus Aqilah terburai.

“Kalau saya ada ditempat saya tidak akan merujuk pasien (Aqilah) karena saya tidak ditempat makanya saya rujuk ke rumah sakit Sawerigading Palopo.Kami juga sudah melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur,” tegasnya.

(Putee)

jual beli online al-store

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *