Dituding Pilih Kasih Soal Bantuan Rastra, Bu Lurah Surutanga Cantik Ini Angkat Bicara

oleh

SUARATA | Tudingan terkait adanya oknum Lurah yang tak memberikan rastra ke masyarakat yang memilih calon tertentu pada pilwalkot Palopo ternyata tidak benar.

Ditemui Senin (30/4), Lurah Surutanga, Andi Sukmawaty membantah jika dirinya mengaitkan pemberian rastra ke masyarakat di kaitkan dengan politik.

“Aturannya jelas, dan saya tahu aturan tersebut. Tidak dibenarkan sama sekali mengaitkan program pemerintah dengan politik praktis,” ujar Andi Sukmawaty.

Terkait rekaman video yang beredar di Medsos terkait kalimat yang dilontarkan Andi Sukmawaty, Lurah yang sudah cukup lama bertugas di Surutanga ini membantahnya.

“Saya hanya bilang belum bisa saya berikan. Tunggu sekalian, besok (hari ini, red) akan diserahkan bersamaan oleh Pjs Walikota Palopo,” ujar Andi Sukmawaty.

Ditambahkan Sukmawaty, sebelumnya, dia telah menerima pemberitahuan jika Pjs Walikota akan bertatap muka langsung dengan penerima rastra di kelurahannya. Olehnya itu dia berinisiatif untuk memberikan Rastra tersebut secara serentak kepada penerima rastra.

Lebih lanjut Andi Sukmawaty menceritakan, penerima raskin yang dimaksud tidak mungkin dia perlakukan seperti itu.

Pasalnya, menurut Andi Sukmawaty, dirinyalah yang mendaftarkan ibu tersebut sebagai penerima rastra di kelurahannya.

“Ibu Dahlia (penerima rastra), sudah saya anggap sebagai keluarga. Saya yang mendata langsung dan mendaftarkan namanya sebagai penerima Rastra Pemkot Palopo,” ungkap Sukmawaty.

Hanya saja, menurut Sukmawaty, dirinya menerima informasi jika ibu Dahlia sudah tidak bermukim lagi di kelurahan Surutanga dalam 3 bulan terakhir.

“Ini juga yang menjadi dasar saya agar Ibu Dahlia sendiri yang datang menerima rastra pada penyerahan rastra serentak oleh Pjs. Walikota Palopo.

Selain itu, ditengarai ada pihak yang sengaja memperkeruh suasana karena menurut pengakuan bu Lurah cantik itu, dua hari lalu ibu Dahlia masih sempat membawakan kue ke kantornya.

“Antara kami memang tidak ada masalah, dua hari lalu kami masih sempat ngobrol, saya malah dibawakan kue, ini ada orang yang mau merusak hubungan kami dan mau jadi pahlawan kesiangan,” ungkapnya.(**)

DCS DPRD KOTA PALOPO