Exclusive: Hamzah Jalante Bicara Blak-blakan Soal Pengunduran Dirinya, Ada Apa? (Part 1)

oleh

SUARATA | Kabar mundurnya Hamzah Jalante, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Palopo ternyata bukan isapan jempol semata. Riak-riak di lingkaran dalam walikota HM Judas Amir memantik polemik.

Mengapa ia mundur dari jabatan “basah” tersebut justru saat berada di zona nyaman, dengan prestasi gemilang dan seabreg penghargaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)?

Benarkah kasak kusuk para pembisik dan pengincar jabatan di lingkaran walikota Judas Amir sendiri yang jadi pemicu mundurnya mantan Camat Nuha ini?

Secara exclusive Suarata.com berkesempatan bertemu langsung dengan pencetak 3 kali WTP laporan keuangan Pemkot Palopo itu pada Jumat malam, 1 Februari 2019, pukul 19.21 Wita atau sehari setelah Hamzah menyerahkan langsung surat pengunduran dirinya kepada Walikota Palopo, HM Judas Amir.

Di kediamannya di sebuah ruko yang masih proses pinjaman kredit bank, di Jalan Andi Kasim no 90, depan SD Surutanga. Hamzah Jalante membeberkan A-Z segala hal, mulai sejak awal, mula pertama ia dipinang Judas Amir menduduki jabatannya di DPPKAD waktu itu, hingga hari-hari kelam, saat ia memutuskan angkat kopor dari kursi jabatan Kepala BPKAD, yang sudah lima tahun lebih ia duduki. 

“Saya duduk di kursi BPKAD sejak dilantik 25 November 2013, saya tak mengemis jabatan, Pak Wali sendiri yang datang melamar saya, waktu itu saat akan memasuki Pilkada, saya masih ingat di warung almarhum kakak saya di Jalan Haji Hasan saya diminta membantu beliau, saat itu,” kenang Hamzah mengawali perbincangan. 

Bibirnya bergetar. Kopi hitam yang ia sesap sesekali dan rokok Sampoerna kegemarannya jadi teman diskusi yang hangat. 

“Tapi saya bukan tipe ABS (Asal Bapak Senang), Pak Luthfi Andi Mutty itu guru saya, komitmen pada aturan itu lebih tinggi nilainya, makanya setelah Pak Judas melantik saya, hal pertama yang saya lakukan adalah memperbaiki kualitas SDM dan moril manusianya, sambil memperbaiki sistem, saya bilang sama anak buah saya, you harus kerja benar, jangan ambil pajaknya orang baru tidak kau setor, karena kalau you salah, saya sendiri yang akan polisikan kau,” imbuh pria kelahiran Palopo, 31 Desember 1966 ini. 

Berikut petikan wawancara lengkap dengan Hamzah Jalante.

Suarata.com: Benarkah anda mundur dari BPKAD karena ada tekanan pihak lain? Apel pagi di kantor BPKAD pada hari Rabu (30/1) diambilalih Plt Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Palopo Farid Kasim Judas  tanpa sepengetahuan anda, betulkah anda tersinggung saat itu karena ada bahasa yang kurang elok di depan anak buah anda saat Apel pagi?

Hamzah Jalante (HJ): Saya tidak ingin membuat polemik, saya ingin menjaga situasi dan kondisi kota Palopo, saya sudah menyerahkan surat pengunduran diri, hari Kamis (31/1) dan Pak Wali juga sudah baca, sebagai ASN profesional, saya menghormati beliau, saya datang baik-baik disini dan saya juga akan pamit secara baik-baik pula.

Suarata.com: Tetapi kan penuh tanda tanya? Tiba-tiba meninggalkan tempat basah it’s impossible, agak aneh bagi telinga awam

HJ: Saya paham, saya hanya ingin tegakkan prinsip yang saya pegang selama ini dinda, bahwa jangan melanggar aturan, loyalitas itu ada pada sistem bukan pada person, rezeki pun sudah ada yang atur, tak masalah, tak ada yang abadi dalam hidup ini, yang penting kita pandai-pandai bersyukur 

Suarata: Dalam kondisi Palopo akan menghadapi penilaian BPK untuk tahun anggaran 2018, penilaian keuangan selama ini sudah WTP, sejak 2015 sampai sekarang, bukankah harusnya anda dipertahankan dan diberi reward, anda kecewa?

HJ: Setiap malam saat hendak tidur, saya berdoa dan memaafkan orang-orang yang berbuat zalim pada diri saya, juga sebaliknya saya berdoa dan memohon maaf pada semua orang, karena saya juga manusia biasa, mungkin khilaf, itu manusiawi sekali

Suarata: Jadi alasan mundur itu bukan karena enggan ikut Tes Kompetensi Jabatan (Job Fit)?

HJ: Saya bukan mau sombong, tetapi eselon II B, yang ikut di Fit and Proper Test Calon Sekda akhir 2017 lalu hanya 6 orang, alhamdulillah nama saya berada di urutan pertama dengan nilai assesmen tertinggi dari sebuah lembaga independent, kedua Pak Firmanza (Kepala Bappeda, red) dan ketiga ditempati Pak Asir Mangopo (Kadis Dukcapil), tetapi saya bilang, saya bukan mau mengejar jabatan, rezeki itu dari Allah SWT.

Job Fit itu bagus saya dukung dan silahkan saja, cuma karena saya akan kembali melanjutkan tugas di IPDN, apalagi saya baru saja ikut di fit and profit calon Sekda dan hasilnya sudah ada kan pemborosan keuangan daerah kalau saya ikut ditest lagi, penghargaan dari BPK itu bukti kerja nyata, harusnya yang ditest (ikut Job Fit) itu yang belum ada prestasi di OPD-nya dong kalau kita mau fair, tetapi ya sudahlah….

Suarata: Jadi apa rencana anda selanjutnya?

HJ: Saya tercatat dan terdaftar sebagai ASN di Kemendagri, saya pejabat struktur dan pelatih di IPDN Kampus SulSel, dulu sebelum menjabat kepala BPKAD saya dipinjam untuk membantu walikota Palopo, saya rasa tugas saya sudah selesai, target semua sudah tercapai. Saat memulai di 2013, PAD kita hanya sedikit, di 2014 mulai naik, di 2013 hanya Rp24 M, di 2014 naik menjadi Rp64 M, itu berapa kali lipat kenaikan? dan di tahun 2017 PAD kita sudah Rp176 M. Mengapa bisa begitu? Saya paham ini bukan kerja seorang Hamzah Jalante saja seorang diri, tapi berkat teamwork dan ada leader yang memberi spirit dan contoh bagi bawahannya, saya jika ingin kaya raya dari dulu, mungkin saya bisa termasuk jajaran birokrat kaya di Luwu Raya, saya selalu diberi amanah di tempat “basah” tetapi saya menjunjung tinggi prinsip hidup, makanya saya tegaskan, Pak Luthfi itu guru saya baik dalam konsep, teori maupun praktek pemerintahan yang baik dan benar, waktu beliau bupati Luwu Utara dan saya waktu itu diamanahkan sebagai kadis pengelolaan keuangan daerah saya berani katakan tidak sama beliau jika ada hal yang diperintahkan namun bertentangan dengan aturan, dengan loyalitas yang saya miliki, saya menjaga atasan saya supaya tidak masuk penjara dan itu terbukti sampai sekarang.

(Bersambung)

(IST/*)

Related News: Blak-blakan dengan Pencetak 3 Kali WTP Kota Palopo yang Tiba-tiba Mengundurkan Diri, Ada Apa? (Part 2)

DCS DPRD KOTA PALOPO