Hari Pertama Liga 3 Sulsel Grup D, Empat Tim Berbagi Angka

oleh

PALOPO – Kompetisi sepakbola Liga 3 untuk Zona Sulawesi Selatan di Grup D resmi bergulir sejak dibuka Wakil Walikota Palopo, Rahmat Masri Bandaso, Senin 16 September 2019 di Stadion Lagaligo Palopo.

Dalam laga ini, 4 kesebelasan dari lima tim yang ikut serta, mulai berlaga di hari pertama.

Gaslut Luwu Utara memulai debutnya dengan menahan imbang Gaspa 1958 dengan hasil kacamata 0-0, sedangkan di partai kedua, Palopo United selaku tuan rumah juga bermain imbang 1-1 menghadapi tamunya, PS Luwu.

Dalam laga yang disaksikan kurang lebih 1000 penonton itu, Gaspa di partai awal terlihat masih belum terlalu menunjukkan permainan sesungguhnya. Sebaliknya, tim Gaslut, yang didominasi pemain-pemain muda usia 17 tahun, mampu memberikan perlawanan meski serangan yang dibangun Masbar dan kawan-kawan masih mentok akibat ketatnya lini tengah dan belakang Gaspa yang dikawal oleh trio Isra Saputra, Owen dan Icca.

Sementara serangan yang digelontorkan trisula Candra, Rahmat dan Raikard Dwiyulianto juga bernasib sama. Penyelesaian akhir yang kurang baik serta performa kiper Gaslut yang bisa dibilang tampil prima dan menjadi Man of The Match di laga ini sering menggagalkan “rencana jahat” anak-anak Gaspa 1958.

Sementara itu di partai kedua yang dimainkan pukul 14.15 Wita, klub tuan rumah Palopo United juga dipaksa bermain imbang 1-1 atas PS Luwu, dengan tensi permainan yang cukup tinggi. Kedua kesebelasan bermain ngotot, jual beli serangan dan tempo permainan cepat menjadikan laga ini sangat menarik dan tak bosan untuk ditonton.

Peluang demi peluang silih berganti dibuat oleh kedua kesebelasan. Hingga petaka bagi PS Luwu terjadi di menit ke 20 babak pertama. Serangan sporadis Palopo United membuat PS Luwu sulit bernafas, serangannya datang bergelombang bak air bah, dibangun oleh Andis, Fandi dkk, membuat penjaga gawang Jefri harus kerja keras mengamankan wilayah kekuasaannya.

Umpan gelandang mungil, Ipul sapaan akrab Muh Makhful Mizan, pemain lincah ini dengan cerdas melihat posisi Andis yang berdiri bebas tanpa hambatan, dari sayap kanan pertahanan PS Luwu, crossing cantik Ipul mendarat pas di kaki Andis di depan gawang sebelah kanan, digocek sedikit, dishoooot dan robeklah jala Jefri. Goooooooooooool. 1-0.

Kedudukan 1-0 ini bertahan hingga wasit Romy asal Makassar meniup peluit tanda berakhirnya babak kedua.

Di babak kedua, pelatih PS Luwu, Farhan, mengubah sedikit tempo dan gaya permainannya. Anak-anak Luwu itu mengandalkan skill individu dan mulai berani merangsek meladeni Palopo United dengan bola-bola pendek one two, dan kadang dengan serangan balik yang cepat, long passing dari berbagai titik.

Dengan ketekunannya, Astar dan kawan-kawan berhasil membuat anak-anak Palopo United keteteran, akibat lengahnya pertahanan Armanto dan kawan-kawan.

Serangan balik PS Luwu, membuat sang kiper Syamsutriadi Hasan kehilangan kontrol, mati langkah dan shooting jarak jauh M Akhyar Sudirman (31) dengan manis memperdaya kiper dan robeklah jala Palopo United di menit ke 54 babak kedua.

Duel kedua kesebelasan usia muda ini berlangsung sangat seru, dan sempat diwarnai sedikit gerakan tambahan dari official Palopo United, yang mendatangi meja Pengawas Pertandingan memprotes keputusan wasit yang mengkartumerahkan penjaga gawang Palopo United saat menyergap bola di luar kotak pinalti.

Ia menilai, tindakan kiper untuk menyelamatkan gawangnya sudah tepat tanpa bermaksud mencederai lawannya.

Dua partai yang dimainkan dengan tensi tinggi ini membuat wasit Andi Asry Azis S.Pd dari Parepare merogoh 2 kartu kuning untuk Gaspa 1958 dan 2 untuk Gaslut. Sedangkan wasit Romy “lebih kejam” lagi, merogoh dua kartu merogoh masing-masing untuk kiper Palopo United dan untuk stopper PS Luwu Muh Riaq Istiqlal sedangkan kartu kuning ada enam lembar jadi ‘oleh-oleh’ di laga keras ini.

Dengan hasil imbang ini, Palopo United dan PS Luwu sama-sama memimpin klasemen Grup D dengan nilai 1, dan peringkat dibawahnya dihuni oleh Gaspa 1958 dan Gaslut dengan perolehan juga 1 poin tetapi kalah selisih gol
Wakil Walikota Palopo, Rahmat Masri Bandaso sendiri saat membuka kompetisi reguler babak prakualifikasi ini mengaku senang karena kota Palopo kembali mendapat kepercayaan menggelar event regional dari Asprov PSSI Sulsel.

“Kita tentu bangga karena mendapat kepercayaan menggelar event ini, harapan kita ke depan dari sini muncul bibit-bibit unggul yang mampu mengangkat persepakbolaan Tana Luwu sehingga kita menjadi lumbung pemain nasional kelak,” harap RMB sapaan akrab Wakil Walikota Palopo itu.

Jadwal Kick Off Selasa, (17/09)
14.00 Wita PS Luwu Vs Gaslut Luwu Utara
16.00 Wita Gaspa 1958 Vs Perslutim

(*)

jual beli online al-store

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *