Kembali Jadi Tuan Rumah Putaran Ketiga, Dua Klub Sepakbola Wakil Kota Palopo Butuh Dana Segar

oleh

PALOPO – Dua klub sepakbola kebanggaan kota Palopo yakni Gaspa 1958 dan Palopo United akan kembali mencicipi aroma persaingan di Liga 3 Sulsel putaran ketiga, setelah dinyatakan lolos oleh operator liga Asprov PSSI Sulsel, akhir pekan lalu.

Menariknya, dua tim itu kini berdiam di satu grup yang sama, yakni grup I Liga 3 Sulsel bersama Persijo Kabupaten Jeneponto dan Bank Sulselbar FC asal kota Makassar. Palopo pun ditunjuk resmi lewat surat pertanggal 7 Oktober 2019, bernomor: Skep/094.b/LIGA3/ASPROV.PSSI.SS/X/2019. Lewat surat ini, Asprov PSSI Sulsel menunjuk klub Gaspa Palopo 1958 selaku tuan rumah di grup I, sedangkan untuk grup H diselenggarakan di Kabupaten Pinrang dengan klub Perspin sebagai tuan rumah.

Operator Liga, Herianto saat dihubungi via telepon selulernya, Senin (07/10) membenarkan penunjukan Pinrang dan Palopo sebagai tuan rumah Putaran Ketiga Liga 3 Zona Sulsel yang menyisakan 8 klub lagi untuk berjibaku menuju babak 4 Besar.

“8 klub itu kini terbagi di grup H dan I, untuk grup H di Pinrang kick off tanggal 13 Oktober nanti ada tuan rumah Perspin Pinrang, diikuti klub Nene Mallomo FC Sidrap, PS Persipangkep dan Persin Sinjai,” ucap Herianto yang juga Sekum Askot PSSI Palopo, Senin 7 Oktober 2019.

Lanjut dia, untuk grup I di kota Palopo, bakal dihuni Gaspa dan Palopo United, serta PS Persijo Jeneponto dan Bank Sulselbar FC, serta kick off secara bersamaan pada 13 Oktober, selama 4 hari penuh.

“Kita memang mengejar waktu, karena Liga 3 Sulsel ini harus selesai di bulan Oktober, sebab di awal Nopember harusnya nanti, sisa menuju ke putaran berikutnya yakni Zona Sulawesi dengan sistem home away. Asprov menilai untuk efektifitas dan efisiensi di Liga 3, kabupaten/kota yang meloloskan dua wakilnya di Liga 3 putaran ketiga mendapat previllege untuk jadi tuan rumah, itulah mengapa Askot PSSI Palopo yang duluan menyurat ke PSSI langsung kita proses, agar semua berjalan lancar dan tepat waktu,” jelasnya saat ditanya mengapa persiapannya terkesan terburu-buru.

Sementara itu, Ketua Askot PSSI Palopo, dr Abdul Syukur Kuddus saat dikonfirmasi soal penunjukkan Palopo kembali menjadi tuan rumah, setelah putaran pertama pertengahan September lalu, menurut dokter ahli bedah itu, adalah sesuatu hal yang menggembirakan karena dua klub di Palopo tersebut bisa mengurangi beban pengeluaran jika seandainya kembali harus bermain ke luar kota.

“Dua tim kami kemarin di Putaran Kedua, ke Sidrap dan Pangkep, ancar-ancar biaya 40 juta untuk Pangkep dan 30 juta untuk Sidrap. Tetapi kami bersyukur, karena ada bantuan dari tokoh Sulsel bapak RMS yang kini duduk di Senayan, serta mendapat perhatian juga bapak wakil bupati Sidrap. Di Pangkep ada bantuan ketua DPRD Pangkep yang difasilitasi RMS lewat Bunda Mano, sehingga alhamdulillah dua klub kami ini tidak terlalu terbebani, sehingga praktis biaya transportasi dan pertandingan saja yang harus kami talangi,” terang ASK, panggilan akrab Ketua Askot PSSI Palopo ini.

ASK berharap, dengan dua klub kebanggaan warga Palopo yang kembali melanjutkan perjalanan di Putaran Ketiga, bisa terus mendapat limpahan berkah terutama perhatian Pemerintah Kota dan para simpatisan, donatur juga pemerhati sepakbola lainnya, agar nama Palopo bisa kembali berjaya di forum yang lebih tinggi.

“Kami sudah hitung-hitung besaran biaya menjadi tuan rumah, begitupun dengan unsur pembinaan pemain muda kami, satu klub di Putaran Ketiga ini yang untungnya kita jadi tuan rumah lagi, hingga biaya yang ada hanya untuk pemusatan latihan (TC), konsumsi, dan suplemen serta honor-honor penyelenggara, transportasi dan akomodasi saja, semua bisa mencapai minimal 30 juta per klub,” jelas dia lagi.

Manajer Palopo United, Andi Taufiq Aris (ATA) saat rapat panitia di pelataran KONI Palopo mengaku jika kekuatan dua klub di Palopo ini untuk bisa eksis disebabkan oleh semangat Lagaligo dan Sawerigading yang juga menyimpan motto “siri na pacce”

“Kami pertaruhkan nama daerah agar dua klub ini bisa diperhitungkan di kancah sepakbola nasional, paling tidak nanti harus ada bibit bibit pemain di Tim Nasional yang berasal dari Palopo dan Tana Luwu, itu ukuran kami dan menjadi alasan kuat, mengapa dua klub Palopo ini harus dibantu semua pihak terutama pemerintah, kita ingin ada kebanggaan daerah di Timnas kelak, bahwa ada tonji penerus Syamsidar, yang sudah dilakukan Askot PSSI Palopo,” tandas manajer teknik Palopo United sekaligus anggota Exco PSSI Palopo itu.

(*)

jual beli online al-store

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *