Kontroversi Kartu Merah Kiper Palopo United, Asprov PSSI Sulsel: Tindakan Wasit Sudah Tepat!

oleh

PALOPO – Ada hal menarik saat matchday pertama di Liga 3 Sulsel Grup D  musim 2019 ini selesai dimainkan, dimana Palopo United menjadi tuan rumah di Stadion Lagaligo Palopo.

Dalam matchday hari Senin (16/09) kemarin, official masing-masing kesebelasan didaulat untuk melakukan Press Conference di pinggir lapangan dalam area stadion kebanggaan masyarakat Tana Luwu itu.

Usai duel seru di match perdana Gaslut Luwu Utara versus Gaspa 1958, Manajer Gaslut Ikbal dan Asisten pelatih Gaspa Samsoe Suru kepada awak media menyampaikan ulasan singkat mereka perihal hasil pertandingan kedua tim itu yang berakhir imbang tanpa gol, 0-0.

Samsoe Suru mengaku belum terlalu puas dengan capaian anak-anak “Laskar Sawerigading” yang belum berhasil menjebol jala Gaslut. Tapi ia tetap bersyukur dan berharap laga berikutnya (hari ini, red) progress Candra dan kawan-kawan , grafiknya bisa meningkat saat menjamu Perslutim.

“Kami tentu belum puas benar tetapi tetap bersyukur dengan hasil imbang ini, saya lihat anak-anak masih belum on fire, ada beberapa yang masih perlu kami benahi, mudah-mudahan laga berikutnya lebih baiki lagi,” ucap Asisten pelatih tim Gaspa mewakili juru racik Gafur Syamsu yang memainkan pola 4-3-3 dalam laga kali ini.

Lain halnya Gaslut asal Masamba Luwu Utara yang mengusung pola 4-4-2 diamond. Manajer Gaslut, Ikbal kepada media officer merasa bangga dan cukup puas dengan keberhasilan anak asuhnya meredam beringasnya lini depan Gaspa dengan Trisula maut Candra-Raikard dan Rahmat.

“Kami tetap bangga meski hasilnya baru 0-0, salut karena anak-anak bermain disiplin, kami juga punya banyak peluang tapi ini baru laga awal, target kami lolos ke putaran selanjutnya di grup D ini,” sebut Ikbal manajer Gaslut yang duduk manis di bangku VIP Tertutup menyaksikan perjuangan Yongki Sandi-Masbar dan kawan-kawan.

Sedangkan di laga kedua yang juga berakhir imbang 1-1, Asisten Pelatih PS Luwu, Herman Sukri saat Jumpa Pers mengaku mematok target lolos ke babak berikutnya dalam Grup D Liga 3 Sulsel ini.

“Kami targetnya minimal lolos 3 besar di grup D ini, insya Allah PS Luwu siap hadapi semua lawan, tak ada yang kami anggap lemah, tapi kami yakin bisa lolos,” tutur Herman.

Soal wasit, kata dia, sudah bagus dan tegas dalam memimpin pertandingan ini, ia berharap di laga berikutnya Astar Najib dan kawan-kawan bisa lebih baik lagi dan membawa tiga angka perdana bagi tim yang dimanajeri oleh putera Bupati Luwu yakni Andi Ahkam Basmin, S.STp.

Sementara rivalnya, Anton Samba pembesut Palopo United kepada awak media mengaku tetap bangga pada anak asuhnya meski secara umum ia masih belum puas dengan capaian ini. Faktor non teknis sebut Anton, banyak mempengaruhi permainan anak-anak “Laskar Lagaligo” julukan bagi Palopo United.

“Anak-anak di babak pertama sudah cukup bagus, lawan juga baik memanfaatkan peluang, kami cukup puas dan berterima kasih dengan hasil ini tetapi tentu target kami lolos jadi ke depan harus lebih baik lagi, saya salut semangat juang anak-anak sangat tinggi, mereka fight di lapangan, saya bangga,” ucap Anton Samba yang pernah melanglang buana mencicipi aroma Liga Indonesia di beberapa klub elit nasional.

Soal kepemimpinan wasit, Anton mengaku tidak ingin mengomentari lebih jauh karena itu domain PSSI. Meski sebelumnya sempat ada insiden kecil, saat kiper Palopo United Syamsutriadi Hasan harus diganjar kartu merah karena dianggap “Dopshow” oleh wasit Romy (Makassar). Asisten pelatih, Muhajir nampang berang dengan keputusan tersebut. Ia tak terima, anak didiknya diusir keluar lapangan karena menurutnya tindakan kiper Syamsutriadi sudah tepat dan tidak bermaksud mencederai lawannya karena duel satu lawan satu untuk mengamankan pertahanannya, serta karena asalan sebelumnya sang kiper belum melakukan kesalahan fatal yang diganjar dengan kartu kuning.

Sementara itu Komisi Eksekutif Asprov PSSI Sulsel, Achmadi Djafri S.Sos ikut mengomentari adanya sedikit riak-riak dalam partai kedua yang disaksikan sedikitnya 1000 pasang mata tersebut.

“Dalam regulasi PSSI, ada tiga ciri-ciri “Dopshow” yakni yang pertama, dalam penguasaan kiper, yang kedua, bola yang mengarah ke gawang dan yang ketiga, tidak ada lagi pertahanan di bawah,” sebutnya.

Lanjutnya, “Hukumannya adalah: kalau di luar kotak pinalti maka akan mendapat kartu merah dan jika di dalam kotak pinalti adalah kartu kuning plus pinalti, jadi keputusan wasit sudah tepat sesuai aturan main dan regulasi,” jelas Achmadi.

Meski begitu, ia tetap memuji pertandingan di grup D di kota Palopo meski tensi tinggi tetapi tetap menjaga sportivitas dan fair play.

“Soal teriakan-teriakan supporter itu adalah hal yang wajar, sesuatu yang biasa dalam sepakbola asalkan jangan menyakiti perasaan orang, menjurus rasisme dan berlebihan, sepanjang tidak rasis atau melanggar aturan, sah-sah saja, kami berharap pertandingan di Grup D Liga 3 Sulsel fase Prakuallifikasi Pertama ini bisa berjalan aman lancar dan tertib,” harapnya.

Jadwal Hari Ini (17/09) 

14.00 PS Luwu Vs Gaslut Masamba

16.00 GASPA 1958 Vs Perslutim

(*)

jual beli online al-store

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *