Mereka Bicara “Hamzah Jalante”

oleh

SUARATA  |  Publik kota Palopo tersentak dengan polemik mundurnya Hamzah Jalante, Pamong Senior di Pemerintahan Kota Palopo, Kamis 31 Januari 2019 lalu.

Kepala BPKAD itu, bagi sebagian kalangan, dianggap sangat berhasil membawa dua daerah di Tana Luwu, yakni Luwu Utara dan Palopo menorehkan prestasi saat diberi amanah di dua daerah hasil pemekaran Kabupaten Luwu itu.

Jika parameternya adalah penilaian keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dikenal sangat ketat yakni penilaian Wajar Tanpa Pengecualiaan (WTP), maka ibarat Piala Oscar, Hamzah Jalante (HJ) berhasil membawa nama walikota Judas Amir melambung dengan tiga tahun berturut-turut meraih WTP.

Wakil Ketua DPRD Palopo dari Fraksi Gerindra, Hj Hasriani SH menilai, sosok Hamzah Jalante sebagai salah satu Putra terbaik yang dimiliki kota Palopo, sosok sederhana dan bersahaja.

“Saya pribadi mengucapkan terima kasih banyak atas kerja samanya dengan kami di Legislatif selama ini, dalam membangun kota Palopo dan ikut andil berperan dalam mendapatkan WTP,” tulis Hasriani saat dimintai tanggapan via WhatsApp, Minggu 3 Februari 2019.

“Pengunduran dirinya itu adalah hak prerogatif beliau dan satu yang perlu kita pahami bahwa rezeki itu tidak bakalan tertukar, Insya Allah rezeki yang lain, di tempat yang baru  sudah menanti, semoga tambah sukses dan sehat selalu dalam menjalankan tugas ke depan, beliau juga adalah salah satu putra terbaik kota Palopo yang kita miliki,” imbuh Hasriani yang juga Caleg Gerindra ini.

Lain halnya Edy H Maiseng atau Emas. Notaris dan juga Caleg PDI Perjuangan ini menilai, sosok Hamzah Jalante sebagai birokrat sejati yang paham tentang tata kelola pemerintahan yang baik dan benar.

“Saya pernah diminta pak Hamzah sewaktu awal menjabat Kepala DPPKAD untuk memberikan outbound training dalam rangka lebih mensolidkan teamworknya sekaligus memantik spirit achievementnya.

Beliau dengan tegas mengatakan pada saat itu, bahwa beliau dan jajarannya akan meningkatkan PAD kota Palopo secara spektakuler dan beliau akhirnya mampu membuktikannya.

Saya salut sama beliau sebagai kakak dan senior saya dari SMA 1 Palopo. Beliau adalah pamong pekerja keras, memiliki komitmen yang tinggi dan berintegritas baik,” tulis Edy Maiseng di kolom chat WhatsApp selulernya dengan Redaksi Suarata.com, saat dimintai tanggapan, Minggu 3 Februari 2019.

Kolega Hamzah Jalante di DPRD Palopo dari Fraksi PPP, Budiman ST mengaku tidak kaget dengan mundurnya Hamzah Jalante

“Sy tdk kaget bro dgn mundurx pak hamsa dari awal disampaikan pada sy bahwa suatu saat sy akan kmbali ke kampus setelah selesai smua mmbantu pak judas mmbenahi kapal pecah ( keuangan yg carut marut) sy kira hasilx kita lihat wtp 3 kali artix tugas beliau selesai harapan kami smoga yg ganti beliau ilmux sama dgn pak hamsah,” tulis Budiman membalas pesan singkat redaksi di WA, Minggu (3/2).

Lantas bagaimana tanggapan Muchtar Luthfi Mutty, mentor dan guru HJ sendiri?

Lewat kolomnya bertajuk “Loyalitas” yang sengaja ia tulis buat menyindir perilaku menyimpang para Kepala Daerah yang masih menjadikan Sanak Family sebagai unsur atau bagian dari pemerintahan, mengatakan, sosok Hamzah Jalante adalah “murid” teladan yang berkarakter dan berani melawan dan mengatakan tidak, jika memang tidak sesuai aturan yang berlaku.

“Hanya orang yang berkarakter, berintegritas, tidak gila jabatan, tidak diperbudak oleh jabatan, yang bisa bilang: tidak! pada pemimpin yang menyimpang dari pakem kepemimpinan yang baik dan benar, saya bangga kepada HJ,” tegas Opu LAM, sapaan akrab anggota DPR RI Fraksi NasDem itu.(*)

Baca Juga: OPINI: Memahami Loyalitas Versi Muchtar Luthfi Mutty   

Baca Juga: Dibuang JA, Benarkah Hamzah Jalante Dicurigai Sedang Membangun Kekuatan Politik? (Blak-blakan dengan Kepala BPKAD Palopo, Part 3 – Habis)