Opini: Bonus Demografis atau Bencana Demografi?

oleh

SUARATAOPINI | Indonesia akan dihadapkan dengan bonus demografi yang di mana bonus demografi itu adalah mayoritas penduduk suatu negara adalah penduduk usia produktif yang berada pada rentang umur 15-64 tahun.

“ini merupakan kesempatan yang sengat besar sekaligus tantangan yang sangat besar. Bonus demografi adalah batu loncatan untuk memajukan suatu negara, beberapa negara yang telah melewati bonus demografi seperti Jepang dan china saat ini telah menjadi negara super power karena kesiapannya dalam menghadapi bonus demografi terutama di bidang pembangunan SDM melalui sistem pendidikan yang berkualitas”

Dari data yang di terbitkan BPS pada tahun 2016 terdapat sekitar 174 juta jiwa atau sekitar 67% dari total jumlah penduduk Indonesia adalah usia produktif, puncak bonus demografi di Indonesia di perkirakan terjadi pada rentang tahun 2025-2030 pada saat penduduk usia produktif di Indonesia minimal mencapai angka 70% dari total jumlah penduduk di Indonesia.

“banyaknya penduduk usia produktif harus di imbangi dengan lapangan kerja yang banyak, apa bila tidak di imbangi dengan lapangan kerja yang banyak maka bonus demografi akan berubah menjadi bencana demografi karena kurangnya lapangan kerja, dan akan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran karena lapangan kerja yang tersedia tidak sesuai dengan ketrampilan masyarakat, terlebih lagi saat ini kita akan di hadapkan oleh era revolusi industri 4.0 lagi lagi disini di butuhkan SDM yang berkualitas untuk memanfaatkan teknologi-teknologi canggih di bidang perindustrian apa bila Indonesia kekurangan SDM berkualitas maka bonus demografi hanyalah angan-angan”

Menurut United Nations Development Programe (UNDP) peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berada di urutan 113 dari 188 negara di dunia.

“Saatnya pemerintah fokus terhadap pembangunan manusia, memperbaiki kualitas pendidikan karena pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan SDM yang berkualitas agar dapat bersaing dalam menghadapi era masyarakat ekonomi asean (MEA) khususnya di bidang ketenagakerjaan dan bisa memanfaatkan peluang bonus demografi sebaik mungkin”.

Penulis: Alhijran Syahrial, Kader HMI Komisariat Ekonomi UMI

jual beli online al-store

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *