“Pencetak WTP” Itu Pamit di Saat BPK Datang

oleh

SUARATA | Perpisahan yang dinanti pun tiba, tepat hari ini, Kamis 7 Februari 2019, setelah 5 tahun, 2 bulan dan 10 hari  bertugas membantu kabinet Judas Amir-Akhmad Syarifuddin (jilid 1) dan Judas-Rahmat (jilid 2), Hamzah Jalante (HJ), sosok sederhana di belakang dapur keuangan Pemkot Palopo pun berpamitan untuk kembali mengabdikan keahliannya kepada calon-calon Pamong di IPDN.

HJ yang memilih hengkang dan kembali ke almamaternya di IPDN untuk mengabdikan diri, diganti sementara oleh Samil Ilyas yang memangku Plt Kepala BPKAD Palopo sampai ada pejabat defenitif.

HJ pamit dan melangkahkan kaki meninggalkan Balaikota Palopo yang mentereng, dengan perasaan tenang dan tawadhu setelah sempat gundah gulana dan menuangkan uneg-unegnya atas sikap yang diambilnya tepat sepekan lalu.

Diiringi linangan air mata para bawahannya di lingkup Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Hamzah Jalante, dan koleganya di lingkup Setda Pemerintah Kota Palopo merasa sedih. Beberapa Kadis matanya berkaca-kaca termasuk orang nomor satu di Kota Palopo, HM Judas Amir.

Tak berlebihan, jika Walikota HM Judas Amir menyemat istilah Matahari Palopo, karena berkat “tangan dinginnya” Buku Raport alias Laporan Keuangan Pemkot Palopo selalu biru di mata Badan Pengawas Keuangan (BPK).

Memulai debutnya 25 November 2013, saat dilantik pertama kali, Hamzah Jalante langsung mewanti-wanti bawahannya untuk tidak kerja sembrono dan makan uang haram dari pajak yang dipungut.

Hasilnya, hanya butuh setahun, penilaian Disclaimer BPK berubah menjadi WDP alias Wajar Dengan Pengecualian di 2014 dan setahun kemudian di 2015, BPK mengganjar kerja keras putra Palopo asli itu dengan predikat WTP atau Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangan Pemkot Palopo selama tiga tahun berturut-turut yakni 2015, 2016 dan 2017 dan sementara 2018 ini sedang berjalan pemeriksaan oleh BPK yang mulai sejak hari ini.

“Dulu PAD Palopo tahun 2013 hanya Rp24 Miliar, kemudian tahun 2014 naik menjadi Rp64 Miliar. Lalu naik lagi menjadi Rp176 Miliar pada 2017, Palopo juga meraih WTP tiga kali berturut-turut,” ungkap pamong senior itu saat memberi sepatah kata sebelum beranjak.

Saat pamit mundur, bukan hanya insan BPKAD yang dinaungi HJ yang merasa bersedih, Walikota Palopo juga mengaku berat melepaskan, namun Tuhan, kata Judas sudah menentukan jalannya, seraya mengucap terima kasih atas bakti HJ yang lima tahun menuntaskan visi Judas Amir dalam menata Palopo khususnya di sektor keuangan dan aset daerah.

Judas Amir sengaja membuat acara pamit ini secara resmi demi untuk menghormati sekaligus memberi dorongan agar kinerja BPKAD pasca ditinggal HJ tetap berjalan baik dan terus mencetak prestasi.

“Periode saya berjalan dengan baik karena Hamzah. PAD naik dari Rp30-an Miliar dan kini seratusan Miliar,” kata Judas.

“Sangat berat melepasnya, tapi inilah jalan Tuhan, selamat jalan Matahari Palopo,” ucap Judas sedih.(*)

Baca Juga: Mereka Bicara “Hamzah Jalante”

Baca Juga: Mundur Terhormat, Hamzah Jalante Difitnah Sedang Membangun Kekuatan? (Blak-blakan dengan Kepala BPKAD Palopo, Part 3 – Habis)

 

DCS DPRD KOTA PALOPO