Wartawan Dapat Perlakuan Buruk Saat Liput FKN XIII di Wotu

oleh

SUARATA — Beberapa jurnalis mendapat perlakuan tak pantas saat hendak melakukan peliputan pentas Teater Ilagaligo dalam rangka Festival Keraton Nusantara (FKN) di Lapangan Gaswo Wotu, Kabupaten Luwu, Rabu, 11 September 2019, malam tadi.

Salah satu oknum yang mengaku Panitia berambut gondrong, memakai baju hitam yang bertuliskan “Ilagaligo”, dan memakai anting menghalangi beberapa wartawan untuk melakukan tugas peliputan.

Oknum tersebut membentak bahkan mendorong salah satu wartawan saat akan masuk di dalam pagar barikade.

Meski telah diijinkan masuk oleh salah satu Panitia, seorang tua yang berada dalam pagar dan telah memperlihatkan ID Card resmi Pers dari Kedatuan Luwu, namun Oknum tersebut, sebut saja si Gondrong, tetap tidak mengijinkan bahkan mendorong dan membentak beberapa wartawan yang ingin masuk ke dalam pagar.

“Saya yang bertanggungjawab atas kegiatan ini, siapa suruh masuk. Tidak ada yang boleh masuk kalau saya yang larang,” bentak laki-laki yang berambut gondrong tersebut.

Sementara, salah satu Wartawan Online dari organisasi JOIN, Riska merasa sangat menyayangkan perlakuan yang diterima dari oknum tersebut.

“Sangat disayangkan sikap premanisme seperti itu ada di kegiatan seperti ini, Festival Keraton Nusantara. Kita sudah perlihatkan ID Card Pers, kita sudah jelaskan bahwa kami ini dari Pers, dan bekerja dari Media yang berbeda-beda dan bahkan kami adalah rombongan Raja-raja dan Datu Luwu tapi dia malah bentak dan bahkan mendorong kami,” tandas pewarta online yang satu-satunya perempuan itu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD JOIN Palopo, Ishak Yswandi saat dihubungi Kamis pagi (12/09) mengaku menyesalkan kejadian ini.

“Saya rasa, kita harus saling menghargai, tak boleh ada tindak kekerasan terhadap siapapun wartawan yang hendak bertugas meliput kegiatan apapun, apalagi event ini butuh berita-berita positif untuk mengimbangi wacana miring di Sosmed tentang FKN, kami sesali dan minta Pak Bupati untuk memberi atensi agar jangan terulang kembali, sebab menghalang-halangi tugas wartawan bisa kena delik hukum,” tegas Wakil Ketua JOIN yang juga Humas PSSI Palopo itu.

(JNN)

jual beli online al-store

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *