08230 23 111 88 infoiwans@gmail.com

Transformasi Diri Dengan Catatan Kecil

Transformasi Diri Dengan Catatan Kecil

Catatan Kecil Yang Ampuh

Dari Mindset Menuju Karakter

Catatan Kecil Jadikanmu Lebih Berdaya. Mengubah fokus seringkali akan sulit dilakukan apabila kita memiliki kebiasaan-kebiasaan yang memang kurang berdaya. Kebiasaan-kebiasaan ini sering kali dibentuk dalam waktu yang cukup lama sehingga kemudian pelan-pelan membentuk dan menjadi karakter kita. Hasil dari karakter ini kita kemudian menjadi sosok tertentu yang kemudian pelan-pelan karakter ini mewujud dalam kehidupan sehari-hari kita, pelan-pelan  mempengaruhi dan mengubah nasib kita.

Catatan Kecil Jadikanmu Lebih Berdaya

Murid Yang Menikmati Belajarnya

Seseorang murid yang memiliki pola pikir yang bagus akan dirinya sendiri dan yakin bahwa dia bisa belajar dengan baik, memiliki keyakinan bahwa belajar itu mudah dan menyenangkan, seringkali menjadikan murid tersebut akan sangat enjoy dan menikmati proses belajarnya.

Ketika karakter ini terus melekat dalam dirinya dan pola pikirnya tidak pernah berubah, karakter bahwa dia seorang pembelajar yang baik pun mulai muncul dalam dirinya. Nilainya pun menjadi semakin baik dan dia pun menjadi semakin bertambah ilmunya karena dia sangat menikmati proses belajarnya. Walhasil prestasinya pun menjadi jauh lebih baik daripada teman-temannya. Dia pun semakin disukai oleh gurunya. Berbagai macam perlombaan pun mulai dia bisa ikuti. Dan satu persatu biasanya juara demi kejuaraan pun bisa diraihnya.

Logika pola pikir yang bagus, menjadi kebiasaan, dan berakhir pada terbentuknya karakter, yang terakhir terjadinya perubahan nasib, dapat kita lihat pada kasus di atas.

Nilai Tambah dan Layanan Terbaik

Seorang pedagang yang memiliki cukup ilmu dan motivasi cara berdagang yang baik. Seringkali dia akan cenderung berfokus memberikan pelayanan terbaik dan nilai tambah pada produk yang dia jual. Ketika fokus untuk memberikan nilai tambah dan produk terbaik pada jualannya, dan dia terus melakukannya dan menjadi bagian dari karakternya, maka dia pun pelan-pelan akan dikenal sebagai pedagang yang baik. Dari sini logikanya sudah bisa kita tebak, pelan-pelan dia pun akan menjadi semakin dikenal dan semakin banyak pelanggannya.

Catatan Kecil Jadikanmu Lebih Berdaya

Sebenarnya kasus ini sudah dicontohkan oleh Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam saat beliau menjadi pedagang. Yang beliau terapkan pada saat itu prinsip kejujuran. Jadi barang apapun dengan segala kelebihan dan kekurangannya beliau sampaikan apa adanya. Walhasil dagangnya pun laris. Beliau dikenal sebagai seorang yang jujur dan dapat dipercaya. Bahkan orang yang bukan Islam pun mengenal beliau dengan kedua karakter tersebut. Ini benar-benar luar biasa. Yang pada akhirnya, kedua karakter ini membantu beliau dalam perjuangan dakwah islam nya.

Lagi-lagi kita menemukan kesimpulan bahwa ketika seseorang memiliki mindset dan pola pikir yang bagus, kemudian mempertahankannya sehingga menjadi karakter dan kebiasaan dirinya, nasibnya pun mulai berubah karena sebab berkah dari karakter baik yang senantiasa dia pakai.

Memulai Dengan Catatan Kecil

Lalu bagaimana sebuah catatan kecil bisa membantu kita untuk bisa lebih berdaya dan membuat dari kita memiliki karakter yang bagus?

Metode ini dulu sering saya pakai pada saat saya masih sekolah. Dengan memiliki Catatan Kecil berupa isian dan daftar di mana saya harus melakukan apa Kapan dan bagaimana. Catatan ini lebih tepatnya adalah sebuah catatan yang berisi daftar kegiatan harian yang harus saya lakukan. Apa yang harus saya lakukan, mana yang harus saya dahulukan, dan kapan Saya melakukannya.

Ketika salah satu dari daftar kegiatan yang ada di dalam buku catatan tersebut sudah saya lakukan, sabun mencontreng nya. Dan beralih pada kegiatan yang lain yang belum saya lakukan. Dan ternyata kegiatan ini, seringkali justru selalu bertambah daftarnya dari pada berkurangnya.

Batasan Fokus Pikiran

Begitu banyak yang ada di dalam pikiran seseorang. Sehingga ketika pikiran tidak diberikan batasan-batasan tertentu yang membuatnya lebih mudah untuk memilih mana yang harus difokuskan dan mana yang harus tidak difokuskan. Seringnya fikiran akan lari kemana-mana dan tidak fokus kepada satu tujuan dan kegiatan-kegiatan yang harus diprioritaskan. Kegiatan-kegiatan yang harus didahulukan menjadi terlupakan atau bahkan tidak dilakukan, sementara kegiatan kecil lainnya yang justru tidak penting sering dilakukan.

Segudang Manfaat Catatan Kecil

Sebenarnya secara logika Catatan Kecil ini akan membantu kita untuk lebih fokus Bagaimana memaksimalkan potensi diri untuk bisa melakukan kegiatan kegiatan sehari-hari cara yang lebih efektif. Artinya disini kita dipaksa untuk fokus pada hal hal utama yang harus kita lakukan. Ajakan untuk melakukan kegiatan yang seharusnya dilaksanakan dan diprioritaskan. Kita di bangsa untuk terbiasa memikirkan hal-hal penting dan lebih positif ketimbang yang tidak penting dan tidak positif.

Catatan ini juga memaksa kita dan melatih kita bagaimana untuk menghargai waktu dan mengisinya dengan hal-hal yang positif. Catatan ini juga membuat kita untuk selalu ingat bahwa penting untuk mengisi waktu daripada hanya menyia-nyiakannya tanpa ada nilainya. Catatan ini juga akan melatih kita menjaga karakter diri tetap positif, karena fokus untuk selalu berkarya dan berbuat dan Mengisi waktu dengan kebaikan kebaikan.

Pertahankan 21 Hari

Jika karakter ini mampu kita pertahankan minimal 21 hari. Seperti yang diungkapkan para psikolog kalau kita ingin membuat 1 karakter baru maka kita harus mempertahankannya selama kurang lebih 21 hari. Jadi selama 21 hari kedepan setidaknya kita harus memiliki catatan catatan kegiatan harian yang harus kita lakukan. Kemudian mempertahankannya untuk tetap fokus disana dan memprioritaskan mana yang harus diprioritaskan.

Karakter Baru Nan Positif

Jika kita bisa melakukannya Maka insya Allah nanti ke depan kita akan memiliki karakter baru. Karakter seseorang yang menghargai waktu, karakter orang yang fokus untuk hal-hal yang prioritas, karakter seseorang yang tidak mau tinggal diam, karakter orang yang kreatif menciptakan kegiatan-kegiatan di setiap waktunya.

Dan mungkin bisa ditebak ketika karakter tersebut diatas akan muncul di dalam diri kita. Akan semakin banyak hal positif yang akan muncul dan mendekati diri kita. Pekerjaan yang semakin tertata, pola pikir yang semakin bagus, fokus diri yang semakin positif, diri yang selalu bersyukur dan menghargai waktu, dan karakter positif lain yang tentunya akan muncul seiring dengan karakter yang lain.

Manfaat Lain

Manfaat lainnya dari catatan kecil ini adalah agar kita terhindar dari pola pikir dan sikap mengeluh. Bagaimana bisa itu terjadi? Sekali lagi Ketika pikiran kita kita fokuskan untuk melihat dan memperhatikan pada batasan-batasan tertentu yang sudah kita tetapkan, pikiran pun akan melihatnya dan berfokus kepadanya. Ketika kita fokus pada hal-hal yang positif maka otomatis energi kita akan akan fokus dan mengeluarkan yang positif saja. Hasil dalam diri energi negatif pun akan semakin berkurang dominasinya. Pikiran mengeluh, pikiran-pikiran bingung, pikiran yang tidak berdaya lainnya pun akan mulai berkurang kekuatannya. Karena kita secara sadar dan berniat memaksimalkan potensi diri dan jiwa positif yang dimunculkan dalam diri dalam kegiatan sehari-hari.

Catatan Kecil ini akan membantu kita untuk lebih berdaya dan menjalani kehidupan secara lebih optimis dan lebih efektif. Badan kecil ini juga akan membantu kita bagaimana untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Coba Catatan Kecil Yuk!

Lalu bagaimana kita mempraktekkannya?

Tentu saja Anda harus memiliki buku catatan dan pena, atau Anda juga bisa memanfaatkan fitur reminder atau mungkin fitur not yang ada di dalam smartphone anda. Mana yang paling efektif itu Saya kira Anda yang paling tahu. Ketika kita sudah bersiap untuk berproses dengan catatan kecil ini, ada baiknya kita memilih dalam minimal dua kategori kegiatan prioritas dan yang tidak prioritas.

Dari kegiatan prioritas nanti kita kasih daftar apa saja kegiatannya. Begitu juga kegiatan yang tidak prioritas. Tentu saja dalam pelaksanaannya berarti yang kita lakukan lebih dulu ada yang lebih prioritas. Dan kemudian baru menyusul yang tidak prioritas.

Sesuai dengan yang saya ceritakan sebelumnya, jika kegiatannya sudah selesai berarti nanti kita kasih centang. Sambil mungkin nanti memberikan tambahan catatan lain yang mungkin akan kita laksanakan besok besoknya tak mungkin kegiatan yang mendadak tiba-tiba muncul dan diberikan kepada kita.

Berdaya dengan catatan kecil segera layak untuk kita coba. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam Bishawab.

Mengasah Gergaji dan Olah Rasa

Mengasah Gergaji dan Olah Rasa

Mengasah Gergaji dan Olah Rasa. Pikiran dan rasa adalah media dimana kita bisa memahami pesan-pesan yang Allah sebarluaskan di atas bumi. Keduanya adalah media yang menjadi pintu-pintu Allah memasukkan pemahaman-pemahaman juga kesadaran kepada diri kita. Baik pikiran maupun rasa, setiap hari kita gunakan dan seringkali kita gunakan tanpa ada hentinya setiap saat.

Mengasah Gergaji dan Olah Rasa

Setiap saat digunakan dan setiap saat memproses setiap peristiwa untuk kemudian disarikan menjadi pemahaman dan dimasukkan di dalam hati. Meskipun pada satu saat, saripati peristiwa yang kita serap terkadang salah dalam memaknainya sehingga konotasinya menjadi negatif dalam diri kita. Dan tak jarang pula kita mendapatkan pemahaman yang positif dari setiap apa yang kita alami.

Mengasah Gergaji dan Olah Rasa

Sayangnya banyak pikiran maupun rasa kita terkadang tidak pernah diajak untuk beristirahat untuk membuatnya lebih berdaya. Tidak pernah kita latih untuk bisa memanfaatkan potensinya secara penuh. Ada saat-saat dimana saat kita mengerti potensinya (meski cenderung tidak kita sadari), dan bisa memanfaatkannya dengan baik, kita pun atas izin Allah mendapatkan kemudahan-kemudahan atas apa yang kita usahakan.

Seringnya kita juga lupa untuk mengasahnya, sering lupa untuk mendidiknya, sehingga pikiran maupun rasa kita seringkali dalam kondisi lemah dan tidak bertenaga.

Gelombang Alfa dan Beta

Sisi emosional kita sebenarnya paling dipengaruhi oleh kondisi pikiran kita. Kondisi di mana gelombang otak kita saat itu berada. Jika pada saat itu gelombang otak kita berada di gelombang alfa, atau kondisi khusyuk, seringnya kita akan merasakan ketenangan dan kenyamanan.

Sebaliknya saat kita berada di gelombang beta, kondisi dimana kita benar-benar fokus dan merasakan ketegangan beraktivitas, seringnya kita akan merasakan emosi kita cenderung tidak stabil. Kita sedang merasakan kelelahan, ketidaknyamanan, dan juga mudahnya kita terpancing oleh peristiwa-peristiwa yang membuat kita seakan cepat mudah marah.

Dengan melihat kondisi kondisi yang sering terjadi dalam diri kita, dan kurangnya kemampuan kita untuk mengajarinya tetap pada gelombang gelombang alfa. Seringkali membuat kita gampang marah, gampang tersulut emosi, salah dalam mengambil keputusan dan tindakan.

Sudut Pandang Kebijaksanaan dan Luasnya Pandangan

Pikiran kita begitu mempengaruhi cara kita melihat sesuatu. Saat kita memiliki wawasan yang luas akan sesuatu, biasanya kita akan cenderung lebih bijaksana dalam melihat dan memandang sesuatu itu juga. Sehingga kecenderungan kita pun akan menjadi jauh lebih bijaksana dan jauh lebih tenang dalam melihat dan menyikapi setiap kasus.

Mengasah Gergaji dan Olah Rasa

Beberapa orang yang kita lihat memiliki ilmu yang luar biasa dan juga pengalaman yang luar biasa, seringkali begitu tenang dan begitu bijaksana dalam melihat dan memutuskan setiap masalah. Barangkali ini karena dipicu dalam pikirannya ia sudah memiliki database masalah-masalah tersebut secara terstruktur dan rapi. Dia bisa melihat setiap kemungkinan-kemungkinan dari masalah yang ada di depannya. Dia bisa melihat setiap solusi solusi yang mungkin bisa dia dapatkan dari setiap masalah yang dihadapinya. Sehingga cenderung tenang dan cenderung lebih tenang lagi saat benar-benar dipertemukan dengan masalah-masalah di depannya.

Seperti halnya seorang binaragawan yang sudah sering mengangkat beban beban berat, bahkan meskipun tanpa melakukan pemanasan sebelum nya mereka mampu mengangkat beban yang berat yang mungkin tidak lazim diangkat oleh orang lain. Seakan-akan tangannya penuh energi dan mengangkatnya dan begitu mudah. Sementara beberapa di antara kita mengangkat dengan penuh usaha.

Latihan Mengasah Gergaji dan Olah Rasa

Melatih dan menstimulasi pikiran kita agar bisa melihat setiap masalah dengan sudut pandang yang jauh lebih luas, dan juga melatih perasaan kita untuk bisa lebih tenang dalam melihat segala sesuatu, adalah salah satu kompetensi yang jarang kita lirik dan terlupakan dari diri kita.

Seringnya kita hanya menggunakan pikiran dan perasaan kita untuk mengeksekusi setiap peristiwa atau kejadian dan pekerjaan yang ada di depan kita. Namun jarang kita melatihnya untuk bisa lebih efektif menggunakannya.

Orang-orang Jawa dulu begitu terkenal mampu mengolah rasa mereka. Memadukan antara kebijaksanaan lokal dan keterampilan hati, untuk bisa melihat dan merasakan Setiap peristiwa yang terjadi dengan dari sudut yang jauh lebih tinggi. Peristiwa yang terjadi dari sudut pandang hati dan kebijaksanaan yang jauh lebih tinggi. Mereka terbiasa untuk tidak selalu mendahulukan emosional mereka.

Uniknya kemampuan orang jawa ini sudah menjadi kultur yang telah melekat dalam diri mereka. Sehingga seakan-akan keterampilan hati ini tidak sekedar teori yang mungkin sering kita temukan di buku-buku dan modul modul pembelajaran dan pengembangan diri. Namun benar-benar menjadi karakter yang melekat dalam diri mereka.

Sing Sabar Subur

Seperti halnya falsafah Sabar Subur. Falsafah ini mungkin bagi beberapa orang yang cenderung membuat seseorang tidak berdaya. Barangkali beberapa orang falsafah ini juga akan membuat dirinya akan mudah ditekan oleh orang lain. Membuat diri tidak berdaya. Dan mungkin akan di manfaatkan oleh orang lain,

Namun seperti yang kita lihat bahwa orang Jawa begitu kuat memegang falsafah sabar subur ini. Falsafah yang cenderung memiliki makna apabila seseorang ketika menghadapi segala sesuatu, dia menyikapinya dengan cara yang sabar. Sabar berarti menerima peristiwa tadi. Sabar berarti tidak tinggal diam, akan tetapi sikap menerima dari peristiwa yang sudah ada di depannya. Dan ketika seseorang sudah mampu melakukannya, cenderung kemudian mendapatkan solusi dari setiap masalahnya. Dan itulah makna subur.

Sing Kutah Wutuh

Falsafah lainnya seperti sing kutah wutuh. Sebuah falsafah dan ajaran agar kita mau berbagi kepada orang lain. Falsafah yang mengajarkan kita ketika seseorang mau berbagi dengan orang yang lainnya, maka dia tidak akan mengalami kekurangan dan justru akan dicukupi kebutuhannya.

Falsafah falsafah tadi begitu erat kaitannya dengan keterampilan hati dan olah rasa. Jika dulu falsafah falsafah ini kental karena begitu kuat dipegang secara kultur masyarakat Jawa, namun sekarang kecenderungannya hanya menjadi sebuah teori. Sehingga falsafah tersebut tidak memiliki energi, dan hanya sekedar berputar di kepala.

Alangkah baiknya jika kemudian kita bisa belajar untuk melakukan olah rasa. Belajar untuk bisa memaksimalkan dua potensi besar kita pikiran dan rasa.

Gergaji Yang Aus

Alkisah diceritakan ada seorang tukang gergaji. Setiap hari dia mampu memotong pohon dengan gergaji nya. Hari hari pertama dia mampu memotong dengan cukup banyak pohon. Dan seiring dengan itu, banyak pohon yang mampu Dia tebang setiap hari mulai berkurang. Dia mulai heran karena kondisi fisiknya juga baik-baik saja. Kondisi fisiknya juga ber energi.

Lama dia memikirkan masalah itu. Hingga kemudian dia bertemu dengan salah satu pemilik perusahaan yang diikuti.

Pertanyaan yang kemudian terlontar dari pemilik perusahaan tersebut hanya simple, ” kapan kamu terakhir mengasah gergaji?”.

Ternyata tukang kayu tadi lupa untuk mengasah gergaji nya. Dalam pikirannya dia hanya ingin menyelesaikan pekerjaannya semakin cepat dan lebih cepat. Dia berpikir bahwa mengasah gergaji hanya buang-buang waktu saja dan memperlambat pekerjaannya. Dia berpikir dengan mengasah gergaji dia akan kehilangan waktunya. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Efektifitas dalam pekerjaannya pun semakin berkurang karena gergajinya tidak pernah diasah.

Pikiran dan perasaan seperti halnya gergaji. Mengajarinya dan mengasahnya setiap saat untuk bisa memaksimalkan kinerja hanya akan mampu meningkatkan efektivitas kehidupan kita. Menjadikan pola pikir kita jauh lebih positif dan menjadikan kita jauh lebih berdaya.

Mengasah dan mengajari pikiran kita dengan banyak pengetahuan dan menyerap berbagai macam pengalaman. Mengajari perasaan kita dengan mengajarinya bagaimana merasakan gelombang alfa. Dengan mengajarinya bagaimana kita tetap dalam kondisi meditatif dan tenang.

Mengasah gergaji, menyisihkan sedikit waktu untuk membuat kita jauh lebih berdaya.

Wallahu A’lam Bishawab

Studi Kasus EFT dan Niat Melepaskan Emosi

Studi Kasus EFT dan Niat Melepaskan Emosi

Studi Kasus EFT. Setelah sekian lama menggunakan terapi emotional freedom technique (EFT), dan menerapkannya di beberapa kasus. Ternyata pemahaman yang saya dapatkan sebelumnya masih belum mencukupi untuk mengetahui sebenarnya apa yang terjadi pada proses pelepasan emosi. Ada beberapa catatan lagi yang ternyata perlu saya lebih pahami dalam konteks niat dan memutuskan rantai perasaan dalam sebuah ikatan emosional.

Studi Kasus EFT dan Pentingnya Set Up

Ini terjadi sebelum sharing EFT yang saya lakukan beberapa waktu yang lalu. Saya sempat melihat video pakar hypnoterapis Indonesia, Ary W Gunawan yang menjelaskan dengan gamblang EFT dan penerapannya. Perhatian saya tertuju pada proses set up yang dijelaskannya. Saya melihatnya justru sebagai inti EFT itu sendiri. Mirip leading dalam hypnoterapi. Beginilah kiranya pemikiran saya dalam hal ini;

Memori dan Emosi

Jika seseorang mengalami peristiwa yang cukup traumatik dalam kehidupannya, biasanya perasaannya akan tetap mengikuti dirinya seiringan dengan memori yang muncul dalam dirinya. Ketika dia mengingat peristiwa yang membuatnya mengalami trauma yang begitu hebat, perasaannya mengikutinya secara otomatis. Kekhawatiran, ketakutan, ketegangan, dan perasaan-perasaan lain tiba-tiba muncul kembali dan mengiringi.

Studi Kasus EFT dan Niat Melepaskan Emosi

Perasaan ini kemudian menjadi lebih kuat, tatkala pikirannya memutar kembali gambar-gambar yang berhubungan dengan peristiwa yang terjadi. Semakin sering dia mengingatnya, perasaan ini pun muncul semakin kuat. Seakan-akan, perasaan ini terikat kuat dengan memori memori masa lalu yang ada dalam pikirannya.

Memori Tak Terhapuskan Tapi Terlupakan

Lazimnya pikiran tidak akan bisa dihapus memorinya, sehingga seringkali sampai kapanpun peristiwa itu akan ada dalam dirinya. Peristiwa itu akan tetap diingatnya meskipun selama sekian tahun. Yang terjadi bukan lupa tapi seringkali Terlupakan. Terlupakan berarti tidak sengaja lupa. Atau fokusnya beralih dari peristiwa tadi ke kegiatan lain atau aktivitas lain yang membuatnya benar-benar lupa dan hilang fokus ke peristiwa sebelumnya.

Nah sampai di sini, sebenarnya pikiran tetap menyimpan memori memori masa lalu, begitu juga energinya. Keduanya masih terikat satu sama lain dengan kuat karena belum pernah dilepaskan. Keduanya akan sama-sama saling menguatkan ketika memori ini dimunculkan kembali dalam pikiran.

Maka mungkin pernah suatu saat terjadi, saat kita terlupakan peristiwa yang membuat kita trauma. Kemudian dengan sengaja kita mengingatnya kembali. Memunculkannya dengan sengaja gambar-gambarnya, dan juga mengingat peristiwa-peristiwa nya. Maka kemudian perasaan-perasaan yang mengiringinya pun akan kembali muncul.

Kaitan Memori dan Emosi

Pertanyaannya, sebenarnya yang bermasalah memorinya ataukah perasaannya?

Ketika kita tahu bahwa memori sebenarnya yang ada dalam pikiran kita tidak akan pernah bisa kita hapus, maka yang bisa kita lakukan adalah melepaskan ikatan perasaannya. Melepaskan energi perasaan yang mengitari memori-memori tersebut. Sehingga saat kita mengingat yang energi perasaan tidak lagi mengikuti nya.

Pentingnya Set Up

Dalam kasus yang terjadi pada pelepasan emosi emotional freedom technique (EFT), pada awal terapinya dilakukan set up. Nah pada proses set up ini ternyata memiliki peran yang luar biasa Untuk membukakan pintu terputusnya energi perasaan dengan memori tadi. Ibarat awal terapi hipnosis, set up ini semacam proses menggiring perasaan klien agar bisa dihipnotis. Sehingga apabila set up ini berhasil, maka Proses pelepasan emosi pada terapi emotional freedom technique (EFT) seringkali akan berhasil. Dan biasanya kadang mendekati skala 2 atau 1.

EFT itu Self Therapy

Keberhasilan set up ini ditentukan oleh bagaimana proses seseorang untuk benar-benar mengikuti proses terapinya. Karena sebenarnya tidak ada proses hipnosis yang dilakukan oleh seorang terapis kepada kliennya, kecuali self hypnosis itu sendiri.

Itu artinya tidak ada keberhasilan terapi yang dilakukan oleh seorang terapis kepada kliennya, kecuali 80% ditentukan oleh klien itu sendiri. Jika si klien siap mengikuti semua proses yang dilakukan oleh terapis, maka kebanyakan proses ini akan berhasil dengan baik. Meskipun beberapa faktor lain juga menentukan.

Sampai disini kita bisa mengerti pentingnya set up. Set up itu berisi niatan niatan tulus dan benar-benar secara sadar mau berproses menuju kesembuhan. Jika proses set up ini berhasil, akan memicu proses selanjutnya untuk lebih mudah dilakukan. Dan setup ini saja sebenarnya sudah cukup untuk memutuskan rantai ikatan emosional dan memori yang terjadi dalam diri seseorang.

Studi Kasus EFT dan Niat Melepaskan Emosi

Proses Set Up Dari Studi Kasus EFT

Lalu Bagaimanakah proses set up itu sendiri?

Dalam kasus pelepasan emosi pada terapi emotional freedom technique (EFT), set up bisa dilakukan dengan meletakkan dua jari pada dada sebelah kiri, dengan sedikit menekannya dan memutar searah jarum jam. Sambil meniatkan dalam diri untuk memutuskan rantai emosional yang mengikat dirinya, kemudian meniatkan dalam hati untuk menjalani kehidupan yang lebih positif. Sambil fokus merasakan perasaan perasaannya dan mengikhlaskannya. Dan Hal ini dilakukan dua sampai tiga kali.

Biasanya setelah setup ini dilakukan, skala perasaan sebelumnya akan turun mendekati 2 ataupun 1. Sehingga Proses pelepasan emosi yang dilakukan berikutnya tinggal sedikit saja. Tentunya ini lebih mudah dilakukan daripada proses hipnosis. Meski proses awalnya mungkin hampir sama, namun EFT ini menawarkan sedikit lebih mudah prosesnya ketimbang hypnosis. Maka inti dari proses terapi emotional freedom technique (EFT) terletak pada set-up ini. Semakin bagus dan matang set up nya, maka semakin berhasil proses terapinya.

Catatan Studi Kasus EFT

Jika anda kebetulan ingin menerapkan pelepasan emosi dengan menggunakan terapi emotional freedom technique (EFT), silakan memaksimalkan proses set up nya lebih dulu. Memaksimalkan proses setup Sama halnya dengan memaksimalkan proses berikutnya. Keberhasilan di awal menentukan keberhasilan di belakangnya. Setidaknya itu sedikit catatan saya dari Set Up pada Studi Kasus EFT yang mungkin bisa Anda pertimbangkan.

Keajaiban Dunia Di Dalam Diri Kita

Keajaiban Dunia Di Dalam Diri Kita

Keajaiban Dunia. Beberapa diantara kita seringkali mencari keajaiban-keajaiban. Keajaiban yang kemudian kita terjemahkan secara umum menjadi sebuah kejadian yang luar biasa terjadi, yang terjadi, mengagumkan, luar biasa, atau tidak masuk akal.

Memaknai Keajaiban Dunia

Keajaiban Dunia Di Dalam Diri Kita

Karena dianggap luar biasa, keajaiban ini pun disangka jarang terjadinya dan jarang ditemukan. Padahal keajaiban itu seringkali hanya masalah sudut pandang dan cara melihat.

Keajaiban terjadi setiap hari, keajaiban terjadi setiap saat, dan keajaiban biasa terjadi setiap saat dalam diri kita dan terjadi di luar diri kita. Hanya karena hal itu terjadi setiap hari, kita menganggapnya hal yang biasa. Padahal sebenarnya itu hal yang luar biasa.

Salah satu peribahasa menyebutkan

Setiap hari terjadi keajaiban, kita hanya perlu menuliskannya.

Artinya, keajaiban setiap saat dan setiap hari terjadi, kita tidak butuh waktu lama untuk menemukan dan mendapatkannya. Kita hanya perlu menyiapkan catatan kecil saja untuk menuliskan seberapa banyak yang kita mampu.

Dan kita akan menemukan lebih banyak keajaiban dan berhenti pada kelelahan diri saat menuliskannya.

Biasa Terjadi, Jarang Disadari

Fenomena luarbiasa setiap hari terjadi, namun kita tidak menyadarinya. Keajaiban-keajaiban terjadi setiap hari, namun kita sering mengabaikannya. Kejadian-kejadian luar biasa seringkali terjadi setiap hari, namun kita belum menyadarinya.

Saat setiap hari kita bisa bernafas, oksigen masuk dengan lancar memenuhi seluruh aliran darah kita. Membuat kita semakin sehat, membuat otak kita lancar dalam berpikir, membuat diri kita semakin bersemangat dalam menjalani aktivitas. Itu juga keajaiban-keajaiban yang luar biasa.

Bagaimana kemudian kita tidak menganggapnya hal yang luar biasa? Padahal Allah menggerakkannya dengan cara dan kekuasaannya yang luar biasa. Semuanya begitu teratur dan berjalan sebagaimana mestinya.

Keajaiban Oksigen

Saat kita bangun tidur Allah sudah menyediakan cukup untuk kita oksigen. Kita bernafas secara gratis. Kita melakukannya setiap saat setiap detik dan setiap waktu. Tidak hanya kita, akan tetapi orang-orang yang ada di sekitar kita, juga hewan dan lingkungan yang ada di sekitar kita, semuanya membutuhkan oksigen. Seakan oksigen tidak pernah berkurang. Allah menyediakannya dalam jumlah yang sangat cukup. Sebuah keajaiban, dan anugerah yang luar biasa ya Allah berikan kepada kita.

Kita sering mendengar, ada masalah kesehatan dan itu berhubungan oksigen. Sedangkan oksigen yang digunakan adalah oksigen dengan kadar murni, dengan kadar 100%. Sedangkan udara pada umumnya memiliki kandunagn oksigen berkadar 20-21%. Dengan oksigen bertekanan tinggi, oksigen ini akan memiliki kadar oksigen hingga 100%, dengan tekanan 2-3x dari normal.

Kini manfaat oksigen yang dulu hanya digunakan untuk penyelamatan, kini sudah dikembangkan menjadi media terapi. Sungguh, ini termasuk keajaiban dunia yang jarang kita sadari. Sering kita gunakan, namun belum kita sadar manfaatnya lebih jauh.

Dengan sistem oksigen semacam ini, kerusakan saraf yang mungkin diakibatkan stroke, atau mungkin kerusakan organ akibat diabetes atau hipertensi, kerusakan jantung, ternyata dapat dibantu dan diperbaiki dengan oksigen bertekanan tinggi.

Air dan Molekulnya

Air yang kita minum, setiap hari Allah datangkan kepada kita sehingga beberapa diantara kita mendapatkan lebih dari cukup stok air. Allah menjadikan air menjadi kebutuhan minum kita. Menjadikannya sumber kehidupan dunia ini. Menjadikannya mengalir memenuhi kebutuhan kebutuhan manusia.

Dr. Masaru Emoto dalam bukunya The Hidden Message in Water, menguraikan apabila air bisa merekam pesan disampaikan kepadanya, layaknya pita magnetik atau compact disk.

Semakin kuat pesan atau doa yang disampaikan ke air tersebut, semakin kuat pula pesan yang tercetak dalam molekul-molekul air tersebut. Dan molekul yang sudah menerima pesan tadia akan mengtransfer ulang ke molekul yang lain. Sehingga satu dengan yang lainnya semakin kuat.

Mungkin ini fenomena yang sedikti menjelaskan apabila orang dulu membacakan ayat tertentu pada air, dan diminumkan pada orang sakit, bisa membantunya tersembuhkan.

Keajaiban Dunia Di Dalam Diri Kita

Mencari Keajaiban Dunia

Dalam sebuah kelas, Pelajaran Geografi sedang berlangsung. 7 Keajaiban dunia sedang dibahas. Sang guru memerintahkan kepada siswa untuk menuliskan 7 keajaiban dunia yang mereka tahu.

Rata-rata mereka menuliskan urutan keajaiban dunia seperti Taj Mahal, Tembok Besar China, Borobudur, Menara Eifel dan lainnya.

Namun ada satu siswa yang membuat Sang Guru tertarik. Dia tidak membuat daftar seperti teman-temannya. Berikut daftar yang dia tuliskan;
 
“7 Keajaiban Dunia” adalah:

  1. bisa Melihat;
  2. bisa Mendengar;
  3. bisa Menyentuh;
  4. bisa Menyayangi.
  5. bisa Merasakan;
  6. bisa Tertawa; dan
  7. bisa Mencintai.

Keajaiban dunia yang jarang dilihat namun dengan cepat kita bisa menemukan.

Yuk temukan lebih banyak keajaiban dunia dengan terus belajar berdzikir dan belajar berdzikir dengan belajar.

Belajar Berdzikir Dengan Belajar

Belajar Berdzikir Dengan Belajar

Belajar Berdzikir. Pada dasarnya belajar juga merupakan salah satu aktivitas berdzikir. Ketika seseorang melakukan aktivitas belajar, kemudian diniatkan dalam rangka dapur merenungkan kebesaran Allah, mengingat keagungan-Nya, maka itu juga termasuk dzikir. Dzikir dalam ranah pengetahuan merupakan hal yang paling utama.

Belajar Berdzikir Dengan Tadabbur

Allah membolehkan dirimu melihat apa yang terdapat di alam, namun tidak mengizinkan dirimu berhenti padanya. Karena itu, Dia berkata,”Katakan, perhatikan apa yang terdapat di langit!” bukan berkata, “Perhatikan langit!” agar perhatianmu tidak tertuju ke benda langit.

Allah tidak mengatakan kepadamu “Lihatlah langit-langit” agar tidak menunjukkan kepadamu benda-benda langit saja sehingga dengannya kau menjadi terhijab dan tidak menyaksikan wujud Allah di dalamnya. Hal itu juga dimaksudkan agar alam semesta tidak menjadi fokus dan tujuanmu karena ia hanya wasilah (perantara) dan media. Ia hanyalah benda yang dapat dilihat. Bagi para syuhud, alam semesta adalah wahana penampakan Allah swt. namun, bagi para ahli hijab, alam adalah bukti keberadaan-Nya. Ibnu Atha’illah al-iskadandari

Salah satu hadis menyebutkan bahwasanya ketika seorang menjadi ilmu pengetahuan, maka ikan-ikan yang ada di lautan dan para malaikat yang ada di langit akan mendoakannya. Sebuah fakta yang menunjukkan yang luar biasa yang dimiliki dan akan diperoleh oleh orang-orang yang menuntut ilmu pengetahuan.

Belajar Berdzikir Dengan Belajar

Blawong-nya Ploso

Bahkan pendiri pondok Pesantren Ploso, Kyai Achmad Djazuli Usman (terkenal dengan Blawong), menyampaikan bahwa thoriqohnya dalam rangka mencapai Allah dengan thoriqoh belajar dan mengajar. Sebuah thoriqoh yang tidak lazim disebutkan dalam serentetan berbagai macam aliran thoriqoh.

Thoriqoh Kyai Djazuli hanyalah belajar dan mengajar “Ana thoriqoh ta’lim wa ta’allum,”katanya berulangkali kepada para santri.

Keutamaan itu bukan karena tanpa alasan. Ketika seseorang belajar ilmu pengetahuan dan meningkatkannya untuk berzikir, maka insya Allah manfaatnya akan bisa dibagikan ke sebanyak mungkin orang. Berdzikir secara lisan (mungkin dalam bentuk bentuk berdzikir asma Allah atau membaca Alquran), jika murni yang dilakukan maka manfaatnya mungkin akan sampai pada pribadi pelakunya saja. Sehingga menggabungkan dzikir dan belajar akan membuat kita lebih banyak menemukan kesadaran diri dan nantinya akan lebih banyak manfaat yang bisa kita bagikan.

Esensi Dzikir dan Ilmu

Jika esensi dari sebuah dzikir adalah nur, dan Ketika cahaya sudah sampai di hati, maka cahaya itu akan menerangi kelak kegelapannya. Maka sebenarnya ilmu pengetahuan sebagaimana yang disampaikan Imam Syafi’i, ilmu pengetahuan juga merupakan cahaya. Cahaya yang nantinya juga akan bisa menerangi hati yang gelap.

Jika keduanya esensinya adalah cahaya, maka menggabungkan keduanya akan mendapatkan cahaya yang lebih terang. Cahaya pengetahuan dan cahaya dzikir.

Cahaya pengetahuan nantinya akan membawa pikiran dan jiwa kita akan jauh lebih mengerti apa dan bagaimana sebenarnya diri kita. Dan cahaya zikir akan menunjukkan kepada kita kelemahan-kelemahan kita dan menunjukkan betapa besarnya Allah dengan segala kekuasaan-Nya. Jika kedua komponen cahaya ini disatukan maka yang terjadi kita akan mendapatkan cahaya yang luar biasa terang.

Lampu Yang Lebih Terang

Jika boleh dibaratkan, seandainya kita membeli sebuah lampu di toko. Dan kita ingin menerangi sebanyak mungkin orang, tentu lampu yang kita pilih bukan lampu yang kecil ukurannya, tetapi lampu yang cukup besar atau mungkin paling besar. Dengan demikian sebanyak mungkin orang mendapatkan cahaya dari lampu-lampu yang kita punya.

Pengetahuan dan belajar yang tidak diniatkan atas dasar untuk lebih mengenal kebesaran Allah, maka yang terjadi sering yang tidak akan lupa bagaimana dan sebenarnya dari kita.

Saat kita merasa punya banyak ilmu pengetahuan, kadang kita lupa bahwa semuanya itu adalah cahaya-cahaya yang Allah titipkan kepada kita. Kita mungkin akan lupa bahwa semuanya itu hanya kecil di mata Allah. Dan terkadang kita kemudian menyombongkan diri atas pengetahuan yang kita miliki.

Belajar Berdzikir Dengan Belajar

Belajar Berdzikir dari Wahyu Pertama

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, — QS. Al-‘Alaq 1

Jika kita mengingat kembali wahyu pertama yang Allah turunkan. Bunyi ayat yang pertama itu adalah bacalah. Perintah membaca itu tidak berhenti hanya sekedar bacalah. Namun dilanjutkan dengan “bacalah dengan nama tuhanmu yang menciptakan”.

Tak sekedar Membaca saja. Tak sekedar belajar saja. Secara aktif, kita sadar dan ingat. Bahwa motivasi belajar kita harus diiringi dengan niat ibadah. Sehingga Allah selalu menyertai motivasi dan proses belajar kita.

Belajar berdzikir dengan belajar lebih banyak ilmu pengetahuan, insya Allah akan mengantarkan kita ke wilayah-wilayah yang jauh lebih baik. Baik dalam wilayah membangun iman dan taqwa, namun juga wilayah membangun peradaban.

Wahyu pertama ini seakan mengisyaratkan kepada kita untuk bisa membangun peradaban dunia, ada syarat yang mesti dibangun lebih dulu, ilmu pengetahuan yang disertai iman di dalamnya. Ilmu pengetahuan yang ditendensikan kebenaran kebenaran dan aplikasinya kepada Allah.