08230 23 111 88 infoiwans@gmail.com

Status WA dan Memanfaatkan Daya Positif Di Baliknya

Status WA dan Memanfaatkan Daya Positif Di Baliknya

Status WA dan memanfaatkan daya positif di baliknya adalah tulisan yang saya harap bisa mengingatkan saya sendiri atau mungkin teman-teman yang membaca tulisan ini. Mungkin masih ada diantara kita yang karena lupa, menghiasi status di wa-nya dengan status yang barangkali berkonotasi negatif. Entah itu ditujukan kepada orang lain maupun hanya sekedar kesimpulan awal dari pemikirannya.

Sekedar Status WA

Barangkali dia mengalami kejadian yang kurang menyenangkan, kemudian membuat status di wa-nya yang isinya menyatakan keadaannya tersebut. Sebenarnya ini sah-sah saja dan boleh-boleh saja. Wong ini status WhatsApp saya sendiri. Apa Peduli orang lain dengan status WhatsApp kita. šŸ˜€

Mari kita sedikit mulai menelisik Apa arti dari status WhatsApp yang kita buat.

Saat kita membuat status WhatsApp biasanya seringkali bermuatan emosi positif maupun negatif. Dengan muatan emosi yang mengikuti proses menulis status tadi akan menjadikan kejadian atau pemikiran yang ada di dalam pikiran kita menjadi kuat kesannya di dalam diri. Dan seringkali setelah kita selesai membuat status WhatsApp, kita akan mengintip status WhatsApp kita, mengintip siapa saja yang membacanya. Dari sini kita kembali digiring tanpa sadar untuk membaca status WhatsApp kita dan kembali mengingatkan muatan emosi yang ada di dalam diri kita.

status wa

Kesan Status WA

Kebetulan saat kita membuat status itu dalam kondisi yang sangat bahagia, maka kita pun seperti diingatkan untuk kembali tersenyum sendiri. Tersenyum dan semakin kuat kesan kebahagiaan itu di dalam diri kita. Dan mungkin saja, setidaknya satu atau dua diantara kita, saat kita selesai membuat status kita akan sering melihatnya. Mengecek Siapa saja yang membaca status kita. Pada poin ini mungkin kita akan tersenyum sendiri. Bagaimana lucunya diri kita saat membuat status. Status yang kadang-kadang kurang berbobot saja kita mengintipnya berkali-kali. Ya barangkali ini rahasia umum. šŸ˜€

Okelah kembali ke soal kesan-kesan yang muncul di dalam diri kita. Jika mungkin anda pernah belajar hypnotherapy, anda akan mengerti bahwa sebenarnya yang diambil dari hypnotherapy salah satunya adalah kesan yang berada di dalam diri. Kesan itu dibahasakan dengan menggunakan sugesti positif yang kemudian terkadang diperkuat dengan visualisasi dengan meminta klien yang kita hipno untuk membayangkan kejadian yang termanifestasi seakan-akan sudah terjadi.

Visualisasi Yang Berkesan

Ketika kita ingin memberikan sugesti kepada klien kita agar dia merasa kebahagiaan di manapun berada dan lepas dari semua masalah masalahnya. Maka, yang pertama kita lakukan adalah memintanya untuk membayangkan masalah-masalahnya itu mungkin sebagai sebuah bola yang berwarna hitam. Bola ini mungkin kita minta bayangkan untuk kemudian secara sepenuh hati dan dengan niat sepenuh hati untuk diniatkan diserahkan sepenuhnya kepada Allah. Kemudian kita berbuat dia untuk membayangkan bahwa bola hitam itu melesat tiba-tiba menghilang dari hadapan mata. Kemudian kita memintanya kembali untuk merasakan bahwa dirinya benar-benar merasa sangat ringan dan sangat nyaman, karena masalah yang ada di dalam dirinya telah menghilang.

Kita sugesti dia untuk merasakan bahwa kenyamanan dan keringanan yang dirasakan karena hilangnya masalahnya ada di dalam dirinya meningkat rasanya menjadi sekian puluh kali lipat. Dan kita pun biasanya memintanya untuk meningkatkan dalam dirinya, untuk mengunci perasaan bahagianya ini dengan perasaan syukur kepada Allah. DanĀ  memintanya membaca Hamdalah dan berterima kasih kepada Allah sepenuh hati.

Dan kita memintanya kembali untuk membayangkan pada saat kondisi sepenuhnya sadar bisa menjadi sosok yang bahagia dalam kondisi apapun dan bisa melihat semua masalah dengan cara yang objektif, tenang, dan bisa mengambil keputusan dalam masalah dengan bijaksana. Kita pun kembali memintanya untuk meniatkan sugesti ini sepenuhnya di dalam hatinya dan berdoa sepenuhnya kepada Allah untuk menolongnya menjadikan dirinya jadi pribadi yang lebih baik, bijaksana, dan bersyukur.

Dalam statusmu ada kesan

Menginderakan Kesan

Inilah yang saya maksud dengan memanifestasikan visualisasi atau mungkin dengan beberapa istilah lain materialisasi, atau mungkin juga dengan kata lain mengindrakan sebuah sugesti ke dalam diri kita. Biasanya kesan-kesan terkuat yang biasa diperoleh dari proses hipnoterapi adalah kesan-kesan yang ada di dalam perasaan. Perasaan ini ibarat kunci yang bisa memberikan tanda bahwa sugesti kita sukses atau belum.

Lalu Apa kaitannya dengan status di WA? Terlalu sering membuat status yang mungkin bahagia akan membuat kita semakin bahagia. Kita sedang benar-benar mengindra kan dan mengingatkan pikiran kita untuk mengingat kembali memori memori yang berkaitan dengan kebahagiaan. Kita pun menjadi semakin semangat dan semakin kuat.

Orang yang sering melihat film motivasi akan semakin kuat dan semakin termotivasi dirinya. Menjadi pengingat dirinya untuk senantiasa berpikir positif dan lebih positif. Menjadi evaluasi bagi dirinya agar lebih termotivasi lagi. Kesan-kesan yang ada di film tadi kemudian menempel dan merasuk di dalam jiwa orang-orang yang melihatnya.

status wa

Muatan Energi

Status wa yang kita buat yang diiringi dengan muatan-muatan emosi yang positif akan bekerja pada diri kita sama seperti halnya dengan saat kita melihat film motivasi. Akan dengan mudah kita kemudian menjadi lebih semangat karenanya. Karena sebenarnya kita sering dan tidak menyadari bahwa apa yang kita lihat dan kita dengar seringkali membuat kita semangat saat apa yang kita lihat dan kita dengar tadi sesuai dengan harapan dan keinginan kita.

Semua hal adalah energi

Jika demikian halnya, bagaimana halnya jika prosesnya kita balik dengan sengaja. Dengan mulai membuat status, postingan, dan perkataan-perkataan yang positif. Secara lebih sengaja tentunya. Implikasinya pun akan sama, kita akan menjadi semakin semangat dan positif.

Langkah Kecil

Nilai positif yang kita lakukan menggunakan perkataan, status WA atau apapun itu adalah bentuk-bentuk energi yang kita keluarkan dari pikiran-pikiran kita. Semakin banyak energi positif yang kita keluarkan, maka semakin positif pula diri kita. Semakin banyak hal-hal positif yang bisa kita berikan, semakin positif pula yang kita dapatkan.

Berawal dari hal-hal kecil, kitapun akan mulai terbiasa untuk membiasakan hal-hal besar yang baik juga dan positif juga. Barangkali mungkin hanya status WA, tapi status WA ini adalah hal kecil yang juga bentuknya energi. Energi pikiran yang seharusnya kita kelola menjadi energi positif dan lebih baik. Barangkali dengan sedikit status WA kita akan membuat orang lain jauh lebih semangat dan jauh lebih baik dari pada sebelumnya.

Latihan positif? Yuk dari kecil dulu

Semoga bermanfaat

Menemukan Keajaiban Dalam Keterbatasan

Menemukan Keajaiban Dalam Keterbatasan

Menemukan Keajaiban Dalam Keterbatasan

Menemukan keajaiban dalam keterbatasan hanyalah artikel kecil. Catatan kecil yang mungkin pernah penulis alami. Semoga bermanfaat dan semoga bisa menjadi sebab tumbuhnya kembali keyakinan kita akan keajaiban-keajaiban di sekitar kita, di balik kelemahan kita.

Menemukan Keajaiban Dalam Keterbatasan

Manusia Yang Lemah

Sungguh pada dasarnya kita sebagai manusia diciptakan dalam keadaan yang lemah. Bahkan ketika pun kita sebagai seseorang yang merasa memiliki apapun, semuanya hanyalah titipan dan hanyalah sebuah pinjaman. Seberapa hebat pun kita, kita hanyalah makhluk lemah yang Bahkan 1 detik setelah kita membaca tulisan ini kita mungkin tidak tahu apa yang akan terjadi. Dan karena ini merupakan sifat dasar kita sebagai seorang yang pada dasarnya lemah (baca: secara fitrah) sampai kita mengandalkan diri kita dalam hal apapun.

Adalah keharusan bagi masing-masing dari kita untuk belajar mengembalikan bahwa segala sesuatu itu dan berasal dari Allah subhanahu wa ta’ala. Dengan dasar ini, pola pikir yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah belajar untuk mengutamakan logika ketuhanan. Mana bahwa segala sesuatu itu mungkin dan serba memungkinkan.

Antara Mungkin dan Tidak Mungkin

Bisa jadi satu hal kita berpikir sesuatu itu tidak mungkin, karena mungkin sangat besar, karena sesuatu itu mungkin sangat jauh, namun bagi Allah Subhana sesuatu itu kecil dan sangat mudah, bahkan apa yang kita anggap tidak mungkin itu sebenarnya tidak bisa dibandingkan dengan kekuasaan-Nya. Seringkali kita mengukur dengan ukuran pikiran kita sebagai manusia. Suatunya harus masuk logika dan harus terukur. Padahal banyak juga yang sebenarnya kalau kita mengukur dengan ukuran pikiran kita itu tidak mungkin.

Mungkin di antara kita sedang tidak semangat karena sesuatu, mungkin akan masalah yang sedang dihadapi, dengan ukuran pikiran kita sebagai manusia sesuatu itu membuat kita benar-benar gelisah. Keterbatasan-keterbatasan yang kita miliki sebagai manusia, bank cenderung pikiran kita mungkin akan berpikir bahwa dalam batasan tertentu Kita tidak bisa melakukan ini dan tidak bisa melakukan itu. Keterbatasan-keterbatasan ini memang lahir asumsi fikiran dan hati kita yang memang benar-benar terbatas. Dan bahkan memang bukan sekedar hanya asumsi melainkan juga sebuah hakikat dan kenyataan yang menggambarkan bahwa manusia memang oleh Allah diciptakan untuk senantiasa ingat kepada Penciptanya juga hanya ingat akan kekuasaan-Nya.

Lain halnya jika sebuah hal ada permasalahan dilihat dari kacamata kekuasaan Allah, terlepas dari apapun yang mungkin sedang kita hadapi dan apapun yang mungkin sedang kita pikirkan atau mungkin juga apapun yang sedang menimpa diri kita. Masing-masing dari kita berhak untuk melihat memunculkan kemungkinan-kemungkinan terbesar ciptakan untuk kita, kemungkinan kemenangan terbesar munculnya keajaiban dan pertolongan dari sisi-Nya. Keajaiban-keajaiban dan kemungkinan luas mungkin Allah ciptakan diluar kesadaran dan keterbatasan Kita sebagai manusia.

Keajaiban Yang Senantiasa Menyertai

Kita lahir di dunia oleh Allah diciptakan dengan disertai keajaiban, bahkan saat ini saat kita membaca tulisan ini,Ā  dan kami yang sedang menulis artikel ini kita sedang berkelimpahan dan disertai keajaiban-keajaiban sisi Allah. Keajaiban yang mungkin sering kita lupakan dan melupakannya. Saat bernafas saja, Allah telah menciptakan munculnya kehidupan kehidupan yang ada di dalam diri kita. Kehidupan sel yang terus berkembang, berjalannya detak jantung, distribusi Oksigen yang rumit di dalam pembuluh pembuluh darah kita, dan berbagai macam kewajiban yang lain yang Allah ciptakan. Baik yang kita sadari maupun yang tidak. Subhan yang mungkin akan sulit kita sadari sebagai manusia, udah lemah dan sering hanya fokus pada satu hal. Dan mudah larut dalam berbagai macam masalah.

Menemukan Keajaiban di Zona Kosong

Dengan mengingat kembali Fitrah kita yang ciptakan begitu lemah, mengingat kembali Fitrah Kita sebagai yang penuh keterbatasan, kita berupaya kembali melepaskan seluruh beban-beban dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah agar mengangkat beban beban itu dan menghilangkannya dari diri kita. Kita mengembalikan semua beban beban dan masalah itu kepada Allah. Sepenuhnya dan seluruhnya. Kita mengosongi diri kita dari semua asumsi-asumsi dan keterbatasan yang mungkin tidak bisa kita lakukan. Kemudian mengisi diri kita dengan sepenuhnya kemungkinan-kemungkinan terjadinya keajaiban, terjadinya pertolongan, dan terjadinya berbagai macam hal-hal yang mungkin di luar Nalar, yang mungkin Allah ciptakan untuk kita.

Perang Badar Yang Impossible

Adalah bukti keajaiban tatkala AllahĀ  memenangkan kaum muslimin saat Perang Badar. Saat itu jumlah kaum muslimin dan kaum kafir perbandingan 1 dengan 3. Jumlah yang sebenarnya tidak mungkin peperangan bisa dimenangkan. Kaum muslimin berjumlah 333 melawan 1000 tentara kaum kafir. Sebuah misi yang hampir bisa dikatakan Impossible. Namun demikian Allah menunjukkan kekuasaan-Nya. Menghilangkan batas-batas kemanusiaan dan batasan-batasan pikiran. Terbukti, Kaum muslimin mampu mengalahkan secara telak peperangan Badar. Sebuah Kisah yang Allah ciptakan di dalam sejarah bisa kita jadikan sebuah inspirasi.

Perjalanan hati dan pikiran yang seringkali kita sebagai manusia lebih sering diliputi oleh nafsu dan ego, menjadikan sudut pandang ilahiyah ini benar-benar jadi samar dan tidak jelas. Kita lebih sering menilai segala sesuatunya dari sudut pandang kita. Kita lebih sering melihatnya dari kelemahan kita. Dengan keterbatasan pikiran dan hati kita, kesimpulan yang sering kita dapatkan adalah keterbatasan juga.

Janji Terkabulnya Doa

Beda halnya jika mungkin kita berangkat melihat segala sesuatunya dari sudut pandang yang jauh lebih luas, jauh lebih mengena, sudut pandang ilahiyah, kita akan menemukan segala sesuatunya menjadi mungkin. Bukankah Allah seringkali mengajarkan di dalam Alquran, juga menjanjikan kita sebagai kaum muslimin senantiasa berdoa untuk segala kebutuhan kita, doa kita akan diijabah oleh Allah? Sebuah ajaran yang kemudian barangkali sebagai manusia yang lemah, bisa kita terjemahkan bahwa Islam dan ajarannya menekankan kepada kita golongan Allah upaya dan cita-cita kita mungkin terwujud dengan pertolongan dan kekuasaan dari sisi Allah.

Ajaran Islam yang juga senantiasa mengajarkan kepada kita untuk berdoa setiap saat keperluan-keperluan kita. Ajaran yang juga mengingatkan kepada kita untuk ingat kepada Allah dan menyadari bahwa segala sesuatunya bergantung-Nya. Allah tempat bergantung, itulah kiranya terjemah bebas dari surat al-ikhlas ayat kedua. Setelah ayat pertama Allah menjelaskan bahwa Allah itu Allah itu Esa, sebagai sebuah sifat yang utuh dan melekat pasti kepadanya. Tidak ada Tuhan kedua, tidak ada tuhan ketiga, tidak ada Tuhan keempat, dan seterusnya, Allah kemudian menekankan kepada kita bahwa kepadanyalah segala sesuatu bergantung.

Dalam ungkapan hauqolah, kita sedang menafikan segala egoisme Dan Perasaan bahwa kita bisa, menuju fitrah keterbatasan kita sebagai hamba menuju satu, yaitu Allah. Mengembalikan pada hakikatnya nya segala sesuatu berasal dari-Nya. Dan dari ini kita berharap, allah menciptakan kekuatan, menciptakan Semangat, dan menciptakan keajaiban untuk kita.

Yakin akan Keajaiban

Sebuah ungkapan yang cukup terkenal, bahwa keajaiban datang bagi siapa yang percaya. Tentu saja tidak hanya percaya bahwa semua keajaiban itu benar-benar ada dengan kekuasaan dan kebesaran Allah. Akan tetapi mempercayai keajaiban itu berarti kita sedang menafikan kelemahan dan keterbatasan kita, dan percaya bahwa Allah mengubah segala sesuatunya menjadi mungkin. Karena bagi Allah, semuanya serba mungkin.

Mengharap Hujan Di Tengah Kemarau

Menemukan Keajaiban Dalam Keterbatasan

Salat Istisqo, sebuah ajaranyang juga mengajarkan kepada kita untuk percaya adanya keajaiban dan pertolongan. Bagaimana tidak, saat terjadi kemarau panjang dan banyak terjadi kekeringan, kita dianjurkan untuk menggelar sajadah bersama-sama di tengah tanah lapang, di bawah teriknya matahari, untuk bersama-sama bermunajat, memohon kepada Allah, mengharap dengan sepenuh hati akan satu keajaiban akan turunnya air hujan. Menemukan keajaiban di tengah teriknya kemarau.

Saat itu kita benar-benar yakin bahwa Allah akan menciptakan keajaiban-keajaiban, kemungkinan keterbatasan bahwa air tidak akan turun di tengah kemarau menjadi hilang, kita hanya yakin satu hal bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa kita. Kita yakin akan turunnya Air Hujan sepenuhnya. Kita benar-benar melupakan bahwa ketidakmungkinan turunnya air hujan menghilang dari diri kita.

Saatnya Flashback dan Menemukan Keajaiban

Mungkin ini saatnya kita mengembalikan, pola pikir keterbatasan manusia, kembali segala sesuatunya dari sisi ilahiyah. Jadikan segala sesuatunya lebih terberkati dan terisi. Menjadikan segala sesuatunya Memang benar-benar sebagai keajaiban yang datang dari-Nya. Dan yakin bahwa keajaiban-keajaiban itu akan ada dan terus ada, sebagai wujud dari rahmat dan kasih sayang Allah kepada kita. Dan kita menemukan keajaiban dalam kelemahan dan keterbatasan kita.

Wallahu A’lam Bishawab

Tips Bahagia Yang Sering Terlupakan

Tips Bahagia Yang Sering Terlupakan

Tips Bahagia ini hanyalah sebuah catatan kecil yang mungkin saja jadi pengingat sebagai pertanda kenaifan manusia yang lupa untuk senantiasa bahagia. Kenaifan kita yang merasa bahwa terkadang banyak hal yang sering kita temukan dan membuat kita kurang bahagia. Kenaifan kita yang kadang hanya mempertahankan ego dan membuat kita merasa semakin tidak nyaman dan tidak bahagia.

tips bahagia

Mengapa bahagia jadi begitu penting? Karena bahagia adalah salah satu hal yang paling dicari dalam kehidupan. Masing-masing dari setiap orang pasti mencari kebahagiaan dari setiap perjuangan yang dia lakukan. Apapun yang sedang dia perjuangkan, dia sebenarnya mencari satu hal, tak lain adalah kebahagiaan.

Setiap manusia secara fitrah harus bahagia

Pada kesempatan ini, izinkan kami mengingatkan kembali sedikit tentang tips bahagia yang sering terlupakan, dan ini adalah tips paling dasar dan paling pokok versi suarata.com. Yuk baca!

Tips Bahagia Paling Dasar Yang Sering Terlupakan

Berikut ulasannya dan mungkin bisa jadi sedikit pengingat untuk kita;

Landasan Tips Bahagia

Tahap pertama dan yang paling utama dan sering terlupakanĀ  dan merupakan tips bahagia paling pokok adalah untuk senantiasa bersyukur. Bersyukur sering terlupakan karena mungkin masalah yang sedang mendera kita. Sebagai seorang manusia yang sering khilaf, tentu hal ini menjadi kewajaran yang sering kita alami. Akan tetapi, sebenarnya dengan bersyukurlah, kita akan bisa merasakan kebahagiaan tanpa syarat.

Manusia secara teknis melihat dan mempertimbangkan segala sesuatunya dari pikirannya. Dan secara sunnatullah, pikiran didesain fokus pada satu hal. Apa yang dia fokuskan, maka itulah yang akan sering muncul. Apa yang dia pikirkan, maka hal apa saja yang berkaitan dengan objek yang sering dia pikirkan akan muncul juga.

Pikiran Laksana Mesin Pencari

Jika anda pernah menggunakan mesin pencari Google, tentu anda pernah mengetikkan sesuatu. Kata kunci yang Anda ketikkan itulah yang nanti akan muncul di layar dekstop Anda. Semua yang anda di database google, baik yang Anda inginkan atau tidak akan dimunculkan untuk Anda. Tak peduli apakah jumlahnya ratusan, ribuan, atau bahkan puluhan juta. Semua disajikan untuk Anda. Tak peduli Anda suka atau tidak.

Kata Kunci dan Kesan Pikiran

Begitu juga, saat kita mengetikkan keyword “bersyukur” dalam diri, maka yang muncul dalam database pikiran kita adalah sinonim dan kata terdekat yang konteksnya berkaitan dengan “bersyukur” akan muncul ke permukaan. Seperti bahagia, nikmat, berkelimpahan, senang, tenang, nyaman, khusyuk, dan sejenisnya. Dalam kondisi seperti ini, turunan keyword bersyukur pun akan mulai muncul, seperti munculnya ide dan kreatifitas karena kita tenang, mudah dalam mengambil keputusan karena kita tenang, menilai secara objektif karena kita tenang dan khusyuk, dan seterusnya.

Kata kunci apa yang diketik, kata kunci sejenis yang muncul

Mungkin pernah satu saat kita mengalami, saat kita merasa bersyukur dan menikmatinya, ada saja hal kecil yang datang dan membuat kita bahagia, membuat kita senang, dan membuat kita semakin bahagia. Semakin banyak hal yang membuat kita bahagia. Dan itu berjalan sepanjang hari.

Namun di satu saat yang lainnya, pernah kita merasa jengkel dan kita mempertahankannya, tak terasa semakin banyak hal yang datang dan membuat kita semakin jengkel. Bisa jadi, semisal saat kita jengkel dan kita mempertahankan pola pikir ini tanpa peduli, dan semakin lama waktunya, maka yang terjadi biasanya, semakin banyak hal yang muncul ke pikiran kita akan kejelekan dan sifat negatif dari orang tersebut. Seolah, kebaikannya tidak ada. Seolah dia hampir tidak pernah melakukan kebaikan.

Inilah kesan pikiran dan bahayanya. Pikiran cenderung mengambil kesan terbaru. Dan bias kesan terbaru itulah yang seringkali muncul ke permukaan. Jika kesan yang kita pertahankan positif, maka proyeksi gambar yang muncul juga positif. Jika kesan yang kita pertahankan negatif, proyeksi negatif pula yang akan muncul. Kita bisa memilih, kesan mana yang akan kita munculkan. Semua ada di dalam diri kita.

Sebuah Pilihan

Bersyukur pun demikian. Bersyukur adalah satu keputusan yang kita buat untuk senantiasa fokus dan mempertahankan kesan-kesan berkelimpahan nikmat. Keputusan kita untuk mempertahankan kesan-kesan berkelimpahan nikmat dan mengurangi kesan-kesan kekurangan. Dengan mempertahankan kesan-kesan positif dan mengurangi kesan-kesan negatif, in shaa Allah semakin banyak hal positif yang bisa kita lihat dan temukan.

tips bahagia

Dengan kesengajaan kita untuk memutuskan diri untuk mempertahankan kesan berkelimpahan nikmat dan Allah yang Maha Pengasih. Kita akan merasakan kehadiran Allah di setiap saat, merasakan betapa murahnya Allah membagikan kenikmatan kepada kita. Merasakan bahwa kita layak untuk senantiasa bersyukur dan terus bersyukur. Dari sini, kita jadinya berharap untuk menjadikan syukur ini sebagai tabiat kita. Dan in shaa Allah, teman-teman “bersyukur” akan diundang datang dan memenuhi kehidupan kita, dan kita pun akan semakin bahagia.

Bersyukur secara lebih sengaja

Keluasan Pikiran

Seoarang setelah baya mencari Abu Nawas di Kedai Teh dimana biasanya dia ada. Ia mengeluh tidak menemukan solusi dari semua permasalahannya. Kebetulan Abu Nawas sedang tidak ada di sana saat itu. Salah seorang teman Abu Nawas ingin mencoba membantu mengatasi masalahnya,

“Cobalah sampaikan kepadaku kesulitanmu, mungkin saja aku bisa.” kata teman Abu Nawas.

“Baiklah. Aku punya tempat tinggal yang menurutku begitu sempit. Sedangkan aku di sana tinggal dengan istri dan kedelapan putra putriku. Rumah itu terasa begitu sempit, kami benar-benar merasa kurang merasa bahagia.” kata orang itu.
Kawan Abu Nawas tidak mampu memberikan jawaban atas kesulitan yang diungkapkannya. Mereka pun menyarankan agar langsung saja menemui Abu Nawas di rumahnya.

Sesuai saran, orang itu pun pergi menuju ke rumah Abu Nawas. Kebetulan Abu Nawas sedang membaca al-Qur\’an. Setelah menyampaikan dan mengutarakan kesulitan yang dialami, Abu Nawas bertanya;
“Apakah engkau punya seekor domba?”
“Tidak! tetapi aku bisa membelinya.” jawab orang itu.
“Baiklah, sekarang belilah seekor dan tempatkan di dalam rumahmu domba yang kamu beli itu.” Abu Nawas menyarankan.

Orang itu menuruti saran Abu Nawas. Ia pun membeli seekor domba seperti yang disarankan. Beberapa hari kemudian, dia datang lagi menemui Abu Nawas.

“Wahai Abu Nawas, saranmu telah aku laksanakan, tapi rumahku rasanya bertambah sesak. Aku dan keluargaku merasakan bahwa segala sesuatu terasa menjadi lebih buruk dibandingkan sebelum ada domba itu.” kata orang itu.

“Kalau begitu, belilah beberapa ekor unggas dan tempatkan unggas-unggas itu di dalam rumahmu.” kata Abu Nawas.

Orang itu tidak membantah. Ia langsung saja membeli beberapa ekor unggas sesuai saran dan memasukkannya ke dalam rumahnya. Beberapa hari kemudian, dia datang lagi ke rumah Abu Nawas.

“Wahai Abu Nawas, Aku telah melaksanakan semua saran-saranmu dengan menambah beberapa ekor unggas. Namun Kami bertambah merasa tersiksa ” kata orang itu. Ia semakin muram.

tips bahagia

“Kalau begitu, belilah lagi seekor anak unta dan peliharalah di dalam rumahmu juga.” kata Abu Nawas menyarankan. Orang itu menuruti saran Abu Nawas. Ia langsung membeliĀ  anak unta untuk dipelihara dan dimasukkan di dalam rumahnya. Beberapa hari kemudian dia datang lagi, menemui Abu Nawas. Ia berkata,

“Wahai Abu Nawas, tahukah engkau? keadaan rumahku sekarang hampir seperti neraka. Semuanya berubah lebih mengerikan daripada sebelumnya. Kami sudah tidak tahan tinggal bersamaĀ  binatang-binatang itu.” ucap orang itu putus asa.

“Baiklah, kalau begitu juallah anak unta itu.” kata Abu Nawas. Ia langsung menjualnya. Beberapa hari kemudian Abu Nawas pergi bersilaturahmi ke rumah orang itu.

“Bagaimana kalian sekarang?” Abu Nawas bertanya.

“Sekarang lebih baik karena anak unta itu sudah tidak ada” kata orang itu tersenyum.

“Baiklah, kalau begitu juallah unggas-unggasmu.” kata Abu Nawas.

Ia pun menjual unggas-unggasnya. Beberapa hari kemudian Abu Nawas kembali mengunjungi rumah orang itu.

“Bagaimana kalian sekarang ?” Abu Nawas bertanya.

“Sekarang lebih menyenangkan! Unggas-unggas itu sudah tidakĀ  bersama kami.” kata orang itu ceria.

“Sekarang juallah domba itu.” kata Abu Nawas. Orang itu menuruti. Dengan senang hati ia pun menjual dombanya.

Selang beberapa hari, Abu Nawas bertamu kembali ke rumah orang itu.

Ia bertanya, “Bagaimana keadaan sekarang ?”

“Kami merasakan rumah kami bertambah luas. Kami sekarang merasa lebih berbahagia. Kami sampiakan terima kasih yang tak terhingga kepadamu hai Abu Nawas.” kata orang itu berseri-seri.

“Sebenarnya batas sempit dan luas itu tertancap dalam pikiranmu. Kalau engkau selalu bersyukur atas nikmat dari Tuhan, maka Tuhan akan mencabut kesempitan dalam hati dan pikiranmu.” kata Abu Nawas menjelaskan.

Sebenarnya batas sempit dan luas itu tertancap dalam pikiranmu

Dan sebelum Abu Nawas pulang, ia bertanya kepada orang itu, “Apakah engkau sering memanjatkan doa kepada Allah?”
“Ya.” jawab orang itu.
Ketahuilah bahwa do\’a seorang hamba tidak mesti diterima oleh Allah karena manakala Allah membuka pintu pemahaman kepada engkau ketika Dia tidak memberi engkau, maka ketiadaan pemberian itu merupakan pemberian yang sebenarnya.” [humorsufi]

Kesimpulan Tips Bahagia

Sebagai kesimpulan tips bahagia, ini adalah langkah awal yang bisa kita jangkau dan ada dalam diri kita. Setiap saat bisa kita akses dan kita lakukan. Semua tergantung dalam keputusan yang kita ambil. Semoga kita senantiasa selalu bersyukur tanpa membutuhkan alasan apapun untuk bersyukur. Bersyukur menjadi karakter, bersyukur menjadi kebiasaan, dan bersyukur menjadi jalan bahagia lahir batin, dunia dan akhirat. Amiin

Transformasi Diri Dengan Catatan Kecil

Transformasi Diri Dengan Catatan Kecil

Catatan Kecil Yang Ampuh

Dari Mindset Menuju Karakter

Catatan Kecil Jadikanmu Lebih Berdaya. Mengubah fokus seringkali akan sulit dilakukan apabila kita memiliki kebiasaan-kebiasaan yang memang kurang berdaya. Kebiasaan-kebiasaan ini sering kali dibentuk dalam waktu yang cukup lama sehingga kemudian pelan-pelan membentuk dan menjadi karakter kita. Hasil dari karakter ini kita kemudian menjadi sosok tertentu yang kemudian pelan-pelan karakter ini mewujud dalam kehidupan sehari-hari kita, pelan-pelanĀ  mempengaruhi dan mengubah nasib kita.

Catatan Kecil Jadikanmu Lebih Berdaya

Murid Yang Menikmati Belajarnya

Seseorang murid yang memiliki pola pikir yang bagus akan dirinya sendiri dan yakin bahwa dia bisa belajar dengan baik, memiliki keyakinan bahwa belajar itu mudah dan menyenangkan, seringkali menjadikan murid tersebut akan sangat enjoy dan menikmati proses belajarnya.

Ketika karakter ini terus melekat dalam dirinya dan pola pikirnya tidak pernah berubah, karakter bahwa dia seorang pembelajar yang baik pun mulai muncul dalam dirinya. Nilainya pun menjadi semakin baik dan dia pun menjadi semakin bertambah ilmunya karena dia sangat menikmati proses belajarnya. Walhasil prestasinya pun menjadi jauh lebih baik daripada teman-temannya. Dia pun semakin disukai oleh gurunya. Berbagai macam perlombaan pun mulai dia bisa ikuti. Dan satu persatu biasanya juara demi kejuaraan pun bisa diraihnya.

Logika pola pikir yang bagus, menjadi kebiasaan, dan berakhir pada terbentuknya karakter, yang terakhir terjadinya perubahan nasib, dapat kita lihat pada kasus di atas.

Nilai Tambah dan Layanan Terbaik

Seorang pedagang yang memiliki cukup ilmu dan motivasi cara berdagang yang baik. Seringkali dia akan cenderung berfokus memberikan pelayanan terbaik dan nilai tambah pada produk yang dia jual. Ketika fokus untuk memberikan nilai tambah dan produk terbaik pada jualannya, dan dia terus melakukannya dan menjadi bagian dari karakternya, maka dia pun pelan-pelan akan dikenal sebagai pedagang yang baik. Dari sini logikanya sudah bisa kita tebak, pelan-pelan dia pun akan menjadi semakin dikenal dan semakin banyak pelanggannya.

Catatan Kecil Jadikanmu Lebih Berdaya

Sebenarnya kasus ini sudah dicontohkan oleh Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam saat beliau menjadi pedagang. Yang beliau terapkan pada saat itu prinsip kejujuran. Jadi barang apapun dengan segala kelebihan dan kekurangannya beliau sampaikan apa adanya. Walhasil dagangnya pun laris. Beliau dikenal sebagai seorang yang jujur dan dapat dipercaya. Bahkan orang yang bukan Islam pun mengenal beliau dengan kedua karakter tersebut. Ini benar-benar luar biasa. Yang pada akhirnya, kedua karakter ini membantu beliau dalam perjuangan dakwah islam nya.

Lagi-lagi kita menemukan kesimpulan bahwa ketika seseorang memiliki mindset dan pola pikir yang bagus, kemudian mempertahankannya sehingga menjadi karakter dan kebiasaan dirinya, nasibnya pun mulai berubah karena sebab berkah dari karakter baik yang senantiasa dia pakai.

Memulai Dengan Catatan Kecil

Lalu bagaimana sebuah catatan kecil bisa membantu kita untuk bisa lebih berdaya dan membuat dari kita memiliki karakter yang bagus?

Metode ini dulu sering saya pakai pada saat saya masih sekolah. Dengan memiliki Catatan Kecil berupa isian dan daftar di mana saya harus melakukan apa Kapan dan bagaimana. Catatan ini lebih tepatnya adalah sebuah catatan yang berisi daftar kegiatan harian yang harus saya lakukan. Apa yang harus saya lakukan, mana yang harus saya dahulukan, dan kapan Saya melakukannya.

Ketika salah satu dari daftar kegiatan yang ada di dalam buku catatan tersebut sudah saya lakukan, sabun mencontreng nya. Dan beralih pada kegiatan yang lain yang belum saya lakukan. Dan ternyata kegiatan ini, seringkali justru selalu bertambah daftarnya dari pada berkurangnya.

Batasan Fokus Pikiran

Begitu banyak yang ada di dalam pikiran seseorang. Sehingga ketika pikiran tidak diberikan batasan-batasan tertentu yang membuatnya lebih mudah untuk memilih mana yang harus difokuskan dan mana yang harus tidak difokuskan. Seringnya fikiran akan lari kemana-mana dan tidak fokus kepada satu tujuan dan kegiatan-kegiatan yang harus diprioritaskan. Kegiatan-kegiatan yang harus didahulukan menjadi terlupakan atau bahkan tidak dilakukan, sementara kegiatan kecil lainnya yang justru tidak penting sering dilakukan.

Segudang Manfaat Catatan Kecil

Sebenarnya secara logika Catatan Kecil ini akan membantu kita untuk lebih fokus Bagaimana memaksimalkan potensi diri untuk bisa melakukan kegiatan kegiatan sehari-hari cara yang lebih efektif. Artinya disini kita dipaksa untuk fokus pada hal hal utama yang harus kita lakukan. Ajakan untuk melakukan kegiatan yang seharusnya dilaksanakan dan diprioritaskan. Kita di bangsa untuk terbiasa memikirkan hal-hal penting dan lebih positif ketimbang yang tidak penting dan tidak positif.

Catatan ini juga memaksa kita dan melatih kita bagaimana untuk menghargai waktu dan mengisinya dengan hal-hal yang positif. Catatan ini juga membuat kita untuk selalu ingat bahwa penting untuk mengisi waktu daripada hanya menyia-nyiakannya tanpa ada nilainya. Catatan ini juga akan melatih kita menjaga karakter diri tetap positif, karena fokus untuk selalu berkarya dan berbuat dan Mengisi waktu dengan kebaikan kebaikan.

Pertahankan 21 Hari

Jika karakter ini mampu kita pertahankan minimal 21 hari. Seperti yang diungkapkan para psikolog kalau kita ingin membuat 1 karakter baru maka kita harus mempertahankannya selama kurang lebih 21 hari. Jadi selama 21 hari kedepan setidaknya kita harus memiliki catatan catatan kegiatan harian yang harus kita lakukan. Kemudian mempertahankannya untuk tetap fokus disana dan memprioritaskan mana yang harus diprioritaskan.

Karakter Baru Nan Positif

Jika kita bisa melakukannya Maka insya Allah nanti ke depan kita akan memiliki karakter baru. Karakter seseorang yang menghargai waktu, karakter orang yang fokus untuk hal-hal yang prioritas, karakter seseorang yang tidak mau tinggal diam, karakter orang yang kreatif menciptakan kegiatan-kegiatan di setiap waktunya.

Dan mungkin bisa ditebak ketika karakter tersebut diatas akan muncul di dalam diri kita. Akan semakin banyak hal positif yang akan muncul dan mendekati diri kita. Pekerjaan yang semakin tertata, pola pikir yang semakin bagus, fokus diri yang semakin positif, diri yang selalu bersyukur dan menghargai waktu, dan karakter positif lain yang tentunya akan muncul seiring dengan karakter yang lain.

Manfaat Lain

Manfaat lainnya dari catatan kecil ini adalah agar kita terhindar dari pola pikir dan sikap mengeluh. Bagaimana bisa itu terjadi? Sekali lagi Ketika pikiran kita kita fokuskan untuk melihat dan memperhatikan pada batasan-batasan tertentu yang sudah kita tetapkan, pikiran pun akan melihatnya dan berfokus kepadanya. Ketika kita fokus pada hal-hal yang positif maka otomatis energi kita akan akan fokus dan mengeluarkan yang positif saja. Hasil dalam diri energi negatif pun akan semakin berkurang dominasinya. Pikiran mengeluh, pikiran-pikiran bingung, pikiran yang tidak berdaya lainnya pun akan mulai berkurang kekuatannya. Karena kita secara sadar dan berniat memaksimalkan potensi diri dan jiwa positif yang dimunculkan dalam diri dalam kegiatan sehari-hari.

Catatan Kecil ini akan membantu kita untuk lebih berdaya dan menjalani kehidupan secara lebih optimis dan lebih efektif. Badan kecil ini juga akan membantu kita bagaimana untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Coba Catatan Kecil Yuk!

Lalu bagaimana kita mempraktekkannya?

Tentu saja Anda harus memiliki buku catatan dan pena, atau Anda juga bisa memanfaatkan fitur reminder atau mungkin fitur not yang ada di dalam smartphone anda. Mana yang paling efektif itu Saya kira Anda yang paling tahu. Ketika kita sudah bersiap untuk berproses dengan catatan kecil ini, ada baiknya kita memilih dalam minimal dua kategori kegiatan prioritas dan yang tidak prioritas.

Dari kegiatan prioritas nanti kita kasih daftar apa saja kegiatannya. Begitu juga kegiatan yang tidak prioritas. Tentu saja dalam pelaksanaannya berarti yang kita lakukan lebih dulu ada yang lebih prioritas. Dan kemudian baru menyusul yang tidak prioritas.

Sesuai dengan yang saya ceritakan sebelumnya, jika kegiatannya sudah selesai berarti nanti kita kasih centang. Sambil mungkin nanti memberikan tambahan catatan lain yang mungkin akan kita laksanakan besok besoknya tak mungkin kegiatan yang mendadak tiba-tiba muncul dan diberikan kepada kita.

Berdaya dengan catatan kecil segera layak untuk kita coba. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam Bishawab.

Mengasah Gergaji dan Olah Rasa

Mengasah Gergaji dan Olah Rasa

Mengasah Gergaji dan Olah Rasa. Pikiran dan rasa adalah media dimana kita bisa memahami pesan-pesan yang Allah sebarluaskan di atas bumi. Keduanya adalah media yang menjadi pintu-pintu Allah memasukkan pemahaman-pemahaman juga kesadaran kepada diri kita. Baik pikiran maupun rasa, setiap hari kita gunakan dan seringkali kita gunakan tanpa ada hentinya setiap saat.

Mengasah Gergaji dan Olah Rasa

Setiap saat digunakan dan setiap saat memproses setiap peristiwa untuk kemudian disarikan menjadi pemahaman dan dimasukkan di dalam hati. Meskipun pada satu saat, saripati peristiwa yang kita serap terkadang salah dalam memaknainya sehingga konotasinya menjadi negatif dalam diri kita. Dan tak jarang pula kita mendapatkan pemahaman yang positif dari setiap apa yang kita alami.

Mengasah Gergaji dan Olah Rasa

Sayangnya banyak pikiran maupun rasa kita terkadang tidak pernah diajak untuk beristirahat untuk membuatnya lebih berdaya. Tidak pernah kita latih untuk bisa memanfaatkan potensinya secara penuh. Ada saat-saat dimana saat kita mengerti potensinya (meski cenderung tidak kita sadari), dan bisa memanfaatkannya dengan baik, kita pun atas izin Allah mendapatkan kemudahan-kemudahan atas apa yang kita usahakan.

Seringnya kita juga lupa untuk mengasahnya, sering lupa untuk mendidiknya, sehingga pikiran maupun rasa kita seringkali dalam kondisi lemah dan tidak bertenaga.

Gelombang Alfa dan Beta

Sisi emosional kita sebenarnya paling dipengaruhi oleh kondisi pikiran kita. Kondisi di mana gelombang otak kita saat itu berada. Jika pada saat itu gelombang otak kita berada di gelombang alfa, atau kondisi khusyuk, seringnya kita akan merasakan ketenangan dan kenyamanan.

Sebaliknya saat kita berada di gelombang beta, kondisi dimana kita benar-benar fokus dan merasakan ketegangan beraktivitas, seringnya kita akan merasakan emosi kita cenderung tidak stabil. Kita sedang merasakan kelelahan, ketidaknyamanan, dan juga mudahnya kita terpancing oleh peristiwa-peristiwa yang membuat kita seakan cepat mudah marah.

Dengan melihat kondisi kondisi yang sering terjadi dalam diri kita, dan kurangnya kemampuan kita untuk mengajarinya tetap pada gelombang gelombang alfa. Seringkali membuat kita gampang marah, gampang tersulut emosi, salah dalam mengambil keputusan dan tindakan.

Sudut Pandang Kebijaksanaan dan Luasnya Pandangan

Pikiran kita begitu mempengaruhi cara kita melihat sesuatu. Saat kita memiliki wawasan yang luas akan sesuatu, biasanya kita akan cenderung lebih bijaksana dalam melihat dan memandang sesuatu itu juga. Sehingga kecenderungan kita pun akan menjadi jauh lebih bijaksana dan jauh lebih tenang dalam melihat dan menyikapi setiap kasus.

Mengasah Gergaji dan Olah Rasa

Beberapa orang yang kita lihat memiliki ilmu yang luar biasa dan juga pengalaman yang luar biasa, seringkali begitu tenang dan begitu bijaksana dalam melihat dan memutuskan setiap masalah. Barangkali ini karena dipicu dalam pikirannya ia sudah memiliki database masalah-masalah tersebut secara terstruktur dan rapi. Dia bisa melihat setiap kemungkinan-kemungkinan dari masalah yang ada di depannya. Dia bisa melihat setiap solusi solusi yang mungkin bisa dia dapatkan dari setiap masalah yang dihadapinya. Sehingga cenderung tenang dan cenderung lebih tenang lagi saat benar-benar dipertemukan dengan masalah-masalah di depannya.

Seperti halnya seorang binaragawan yang sudah sering mengangkat beban beban berat, bahkan meskipun tanpa melakukan pemanasan sebelum nya mereka mampu mengangkat beban yang berat yang mungkin tidak lazim diangkat oleh orang lain. Seakan-akan tangannya penuh energi dan mengangkatnya dan begitu mudah. Sementara beberapa di antara kita mengangkat dengan penuh usaha.

Latihan Mengasah Gergaji dan Olah Rasa

Melatih dan menstimulasi pikiran kita agar bisa melihat setiap masalah dengan sudut pandang yang jauh lebih luas, dan juga melatih perasaan kita untuk bisa lebih tenang dalam melihat segala sesuatu, adalah salah satu kompetensi yang jarang kita lirik dan terlupakan dari diri kita.

Seringnya kita hanya menggunakan pikiran dan perasaan kita untuk mengeksekusi setiap peristiwa atau kejadian dan pekerjaan yang ada di depan kita. Namun jarang kita melatihnya untuk bisa lebih efektif menggunakannya.

Orang-orang Jawa dulu begitu terkenal mampu mengolah rasa mereka. Memadukan antara kebijaksanaan lokal dan keterampilan hati, untuk bisa melihat dan merasakan Setiap peristiwa yang terjadi dengan dari sudut yang jauh lebih tinggi. Peristiwa yang terjadi dari sudut pandang hati dan kebijaksanaan yang jauh lebih tinggi. Mereka terbiasa untuk tidak selalu mendahulukan emosional mereka.

Uniknya kemampuan orang jawa ini sudah menjadi kultur yang telah melekat dalam diri mereka. Sehingga seakan-akan keterampilan hati ini tidak sekedar teori yang mungkin sering kita temukan di buku-buku dan modul modul pembelajaran dan pengembangan diri. Namun benar-benar menjadi karakter yang melekat dalam diri mereka.

Sing Sabar Subur

Seperti halnya falsafah Sabar Subur. Falsafah ini mungkin bagi beberapa orang yang cenderung membuat seseorang tidak berdaya. Barangkali beberapa orang falsafah ini juga akan membuat dirinya akan mudah ditekan oleh orang lain. Membuat diri tidak berdaya. Dan mungkin akan di manfaatkan oleh orang lain,

Namun seperti yang kita lihat bahwa orang Jawa begitu kuat memegang falsafah sabar subur ini. Falsafah yang cenderung memiliki makna apabila seseorang ketika menghadapi segala sesuatu, dia menyikapinya dengan cara yang sabar. Sabar berarti menerima peristiwa tadi. Sabar berarti tidak tinggal diam, akan tetapi sikap menerima dari peristiwa yang sudah ada di depannya. Dan ketika seseorang sudah mampu melakukannya, cenderung kemudian mendapatkan solusi dari setiap masalahnya. Dan itulah makna subur.

Sing Kutah Wutuh

Falsafah lainnya seperti sing kutah wutuh. Sebuah falsafah dan ajaran agar kita mau berbagi kepada orang lain. Falsafah yang mengajarkan kita ketika seseorang mau berbagi dengan orang yang lainnya, maka dia tidak akan mengalami kekurangan dan justru akan dicukupi kebutuhannya.

Falsafah falsafah tadi begitu erat kaitannya dengan keterampilan hati dan olah rasa. Jika dulu falsafah falsafah ini kental karena begitu kuat dipegang secara kultur masyarakat Jawa, namun sekarang kecenderungannya hanya menjadi sebuah teori. Sehingga falsafah tersebut tidak memiliki energi, dan hanya sekedar berputar di kepala.

Alangkah baiknya jika kemudian kita bisa belajar untuk melakukan olah rasa. Belajar untuk bisa memaksimalkan dua potensi besar kita pikiran dan rasa.

Gergaji Yang Aus

Alkisah diceritakan ada seorang tukang gergaji. Setiap hari dia mampu memotong pohon dengan gergaji nya. Hari hari pertama dia mampu memotong dengan cukup banyak pohon. Dan seiring dengan itu, banyak pohon yang mampu Dia tebang setiap hari mulai berkurang. Dia mulai heran karena kondisi fisiknya juga baik-baik saja. Kondisi fisiknya juga ber energi.

Lama dia memikirkan masalah itu. Hingga kemudian dia bertemu dengan salah satu pemilik perusahaan yang diikuti.

Pertanyaan yang kemudian terlontar dari pemilik perusahaan tersebut hanya simple, ” kapan kamu terakhir mengasah gergaji?”.

Ternyata tukang kayu tadi lupa untuk mengasah gergaji nya. Dalam pikirannya dia hanya ingin menyelesaikan pekerjaannya semakin cepat dan lebih cepat. Dia berpikir bahwa mengasah gergaji hanya buang-buang waktu saja dan memperlambat pekerjaannya. Dia berpikir dengan mengasah gergaji dia akan kehilangan waktunya. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Efektifitas dalam pekerjaannya pun semakin berkurang karena gergajinya tidak pernah diasah.

Pikiran dan perasaan seperti halnya gergaji. Mengajarinya dan mengasahnya setiap saat untuk bisa memaksimalkan kinerja hanya akan mampu meningkatkan efektivitas kehidupan kita. Menjadikan pola pikir kita jauh lebih positif dan menjadikan kita jauh lebih berdaya.

Mengasah dan mengajari pikiran kita dengan banyak pengetahuan dan menyerap berbagai macam pengalaman. Mengajari perasaan kita dengan mengajarinya bagaimana merasakan gelombang alfa. Dengan mengajarinya bagaimana kita tetap dalam kondisi meditatif dan tenang.

Mengasah gergaji, menyisihkan sedikit waktu untuk membuat kita jauh lebih berdaya.

Wallahu A’lam Bishawab

Studi Kasus EFT dan Niat Melepaskan Emosi

Studi Kasus EFT dan Niat Melepaskan Emosi

Studi Kasus EFT. Setelah sekian lama menggunakan terapi emotional freedom technique (EFT), dan menerapkannya di beberapa kasus. Ternyata pemahaman yang saya dapatkan sebelumnya masih belum mencukupi untuk mengetahui sebenarnya apa yang terjadi pada proses pelepasan emosi. Ada beberapa catatan lagi yang ternyata perlu saya lebih pahami dalam konteks niat dan memutuskan rantai perasaan dalam sebuah ikatan emosional.

Studi Kasus EFT dan Pentingnya Set Up

Ini terjadi sebelum sharing EFT yang saya lakukan beberapa waktu yang lalu. Saya sempat melihat video pakar hypnoterapis Indonesia, Ary W Gunawan yang menjelaskan dengan gamblang EFT dan penerapannya. Perhatian saya tertuju pada proses set up yang dijelaskannya. Saya melihatnya justru sebagai inti EFT itu sendiri. Mirip leading dalam hypnoterapi. Beginilah kiranya pemikiran saya dalam hal ini;

Memori dan Emosi

Jika seseorang mengalami peristiwa yang cukup traumatik dalam kehidupannya, biasanya perasaannya akan tetap mengikuti dirinya seiringan dengan memori yang muncul dalam dirinya. Ketika dia mengingat peristiwa yang membuatnya mengalami trauma yang begitu hebat, perasaannya mengikutinya secara otomatis. Kekhawatiran, ketakutan, ketegangan, dan perasaan-perasaan lain tiba-tiba muncul kembali dan mengiringi.

Studi Kasus EFT dan Niat Melepaskan Emosi

Perasaan ini kemudian menjadi lebih kuat, tatkala pikirannya memutar kembali gambar-gambar yang berhubungan dengan peristiwa yang terjadi. Semakin sering dia mengingatnya, perasaan ini pun muncul semakin kuat. Seakan-akan, perasaan ini terikat kuat dengan memori memori masa lalu yang ada dalam pikirannya.

Memori Tak Terhapuskan Tapi Terlupakan

Lazimnya pikiran tidak akan bisa dihapus memorinya, sehingga seringkali sampai kapanpun peristiwa itu akan ada dalam dirinya. Peristiwa itu akan tetap diingatnya meskipun selama sekian tahun. Yang terjadi bukan lupa tapi seringkali Terlupakan. Terlupakan berarti tidak sengaja lupa. Atau fokusnya beralih dari peristiwa tadi ke kegiatan lain atau aktivitas lain yang membuatnya benar-benar lupa dan hilang fokus ke peristiwa sebelumnya.

Nah sampai di sini, sebenarnya pikiran tetap menyimpan memori memori masa lalu, begitu juga energinya. Keduanya masih terikat satu sama lain dengan kuat karena belum pernah dilepaskan. Keduanya akan sama-sama saling menguatkan ketika memori ini dimunculkan kembali dalam pikiran.

Maka mungkin pernah suatu saat terjadi, saat kita terlupakan peristiwa yang membuat kita trauma. Kemudian dengan sengaja kita mengingatnya kembali. Memunculkannya dengan sengaja gambar-gambarnya, dan juga mengingat peristiwa-peristiwa nya. Maka kemudian perasaan-perasaan yang mengiringinya pun akan kembali muncul.

Kaitan Memori dan Emosi

Pertanyaannya, sebenarnya yang bermasalah memorinya ataukah perasaannya?

Ketika kita tahu bahwa memori sebenarnya yang ada dalam pikiran kita tidak akan pernah bisa kita hapus, maka yang bisa kita lakukan adalah melepaskan ikatan perasaannya. Melepaskan energi perasaan yang mengitari memori-memori tersebut. Sehingga saat kita mengingat yang energi perasaan tidak lagi mengikuti nya.

Pentingnya Set Up

Dalam kasus yang terjadi pada pelepasan emosi emotional freedom technique (EFT), pada awal terapinya dilakukan set up. Nah pada proses set up ini ternyata memiliki peran yang luar biasa Untuk membukakan pintu terputusnya energi perasaan dengan memori tadi. Ibarat awal terapi hipnosis, set up ini semacam proses menggiring perasaan klien agar bisa dihipnotis. Sehingga apabila set up ini berhasil, maka Proses pelepasan emosi pada terapi emotional freedom technique (EFT) seringkali akan berhasil. Dan biasanya kadang mendekati skala 2 atau 1.

EFT itu Self Therapy

Keberhasilan set up ini ditentukan oleh bagaimana proses seseorang untuk benar-benar mengikuti proses terapinya. Karena sebenarnya tidak ada proses hipnosis yang dilakukan oleh seorang terapis kepada kliennya, kecuali self hypnosis itu sendiri.

Itu artinya tidak ada keberhasilan terapi yang dilakukan oleh seorang terapis kepada kliennya, kecuali 80% ditentukan oleh klien itu sendiri. Jika si klien siap mengikuti semua proses yang dilakukan oleh terapis, maka kebanyakan proses ini akan berhasil dengan baik. Meskipun beberapa faktor lain juga menentukan.

Sampai disini kita bisa mengerti pentingnya set up. Set up itu berisi niatan niatan tulus dan benar-benar secara sadar mau berproses menuju kesembuhan. Jika proses set up ini berhasil, akan memicu proses selanjutnya untuk lebih mudah dilakukan. Dan setup ini saja sebenarnya sudah cukup untuk memutuskan rantai ikatan emosional dan memori yang terjadi dalam diri seseorang.

Studi Kasus EFT dan Niat Melepaskan Emosi

Proses Set Up Dari Studi Kasus EFT

Lalu Bagaimanakah proses set up itu sendiri?

Dalam kasus pelepasan emosi pada terapi emotional freedom technique (EFT), set up bisa dilakukan dengan meletakkan dua jari pada dada sebelah kiri, dengan sedikit menekannya dan memutar searah jarum jam. Sambil meniatkan dalam diri untuk memutuskan rantai emosional yang mengikat dirinya, kemudian meniatkan dalam hati untuk menjalani kehidupan yang lebih positif. Sambil fokus merasakan perasaan perasaannya dan mengikhlaskannya. Dan Hal ini dilakukan dua sampai tiga kali.

Biasanya setelah setup ini dilakukan, skala perasaan sebelumnya akan turun mendekati 2 ataupun 1. Sehingga Proses pelepasan emosi yang dilakukan berikutnya tinggal sedikit saja. Tentunya ini lebih mudah dilakukan daripada proses hipnosis. Meski proses awalnya mungkin hampir sama, namun EFT ini menawarkan sedikit lebih mudah prosesnya ketimbang hypnosis. Maka inti dari proses terapi emotional freedom technique (EFT) terletak pada set-up ini. Semakin bagus dan matang set up nya, maka semakin berhasil proses terapinya.

Catatan Studi Kasus EFT

Jika anda kebetulan ingin menerapkan pelepasan emosi dengan menggunakan terapi emotional freedom technique (EFT), silakan memaksimalkan proses set up nya lebih dulu. Memaksimalkan proses setup Sama halnya dengan memaksimalkan proses berikutnya. Keberhasilan di awal menentukan keberhasilan di belakangnya. Setidaknya itu sedikit catatan saya dari Set Up pada Studi Kasus EFT yang mungkin bisa Anda pertimbangkan.