08230 23 111 88 infoiwans@gmail.com

Status WA dan Memanfaatkan Daya Positif Di Baliknya

Status WA dan Memanfaatkan Daya Positif Di Baliknya

Status WA dan memanfaatkan daya positif di baliknya adalah tulisan yang saya harap bisa mengingatkan saya sendiri atau mungkin teman-teman yang membaca tulisan ini. Mungkin masih ada diantara kita yang karena lupa, menghiasi status di wa-nya dengan status yang barangkali berkonotasi negatif. Entah itu ditujukan kepada orang lain maupun hanya sekedar kesimpulan awal dari pemikirannya.

Sekedar Status WA

Barangkali dia mengalami kejadian yang kurang menyenangkan, kemudian membuat status di wa-nya yang isinya menyatakan keadaannya tersebut. Sebenarnya ini sah-sah saja dan boleh-boleh saja. Wong ini status WhatsApp saya sendiri. Apa Peduli orang lain dengan status WhatsApp kita. 😀

Mari kita sedikit mulai menelisik Apa arti dari status WhatsApp yang kita buat.

Saat kita membuat status WhatsApp biasanya seringkali bermuatan emosi positif maupun negatif. Dengan muatan emosi yang mengikuti proses menulis status tadi akan menjadikan kejadian atau pemikiran yang ada di dalam pikiran kita menjadi kuat kesannya di dalam diri. Dan seringkali setelah kita selesai membuat status WhatsApp, kita akan mengintip status WhatsApp kita, mengintip siapa saja yang membacanya. Dari sini kita kembali digiring tanpa sadar untuk membaca status WhatsApp kita dan kembali mengingatkan muatan emosi yang ada di dalam diri kita.

status wa

Kesan Status WA

Kebetulan saat kita membuat status itu dalam kondisi yang sangat bahagia, maka kita pun seperti diingatkan untuk kembali tersenyum sendiri. Tersenyum dan semakin kuat kesan kebahagiaan itu di dalam diri kita. Dan mungkin saja, setidaknya satu atau dua diantara kita, saat kita selesai membuat status kita akan sering melihatnya. Mengecek Siapa saja yang membaca status kita. Pada poin ini mungkin kita akan tersenyum sendiri. Bagaimana lucunya diri kita saat membuat status. Status yang kadang-kadang kurang berbobot saja kita mengintipnya berkali-kali. Ya barangkali ini rahasia umum. 😀

Okelah kembali ke soal kesan-kesan yang muncul di dalam diri kita. Jika mungkin anda pernah belajar hypnotherapy, anda akan mengerti bahwa sebenarnya yang diambil dari hypnotherapy salah satunya adalah kesan yang berada di dalam diri. Kesan itu dibahasakan dengan menggunakan sugesti positif yang kemudian terkadang diperkuat dengan visualisasi dengan meminta klien yang kita hipno untuk membayangkan kejadian yang termanifestasi seakan-akan sudah terjadi.

Visualisasi Yang Berkesan

Ketika kita ingin memberikan sugesti kepada klien kita agar dia merasa kebahagiaan di manapun berada dan lepas dari semua masalah masalahnya. Maka, yang pertama kita lakukan adalah memintanya untuk membayangkan masalah-masalahnya itu mungkin sebagai sebuah bola yang berwarna hitam. Bola ini mungkin kita minta bayangkan untuk kemudian secara sepenuh hati dan dengan niat sepenuh hati untuk diniatkan diserahkan sepenuhnya kepada Allah. Kemudian kita berbuat dia untuk membayangkan bahwa bola hitam itu melesat tiba-tiba menghilang dari hadapan mata. Kemudian kita memintanya kembali untuk merasakan bahwa dirinya benar-benar merasa sangat ringan dan sangat nyaman, karena masalah yang ada di dalam dirinya telah menghilang.

Kita sugesti dia untuk merasakan bahwa kenyamanan dan keringanan yang dirasakan karena hilangnya masalahnya ada di dalam dirinya meningkat rasanya menjadi sekian puluh kali lipat. Dan kita pun biasanya memintanya untuk meningkatkan dalam dirinya, untuk mengunci perasaan bahagianya ini dengan perasaan syukur kepada Allah. Dan  memintanya membaca Hamdalah dan berterima kasih kepada Allah sepenuh hati.

Dan kita memintanya kembali untuk membayangkan pada saat kondisi sepenuhnya sadar bisa menjadi sosok yang bahagia dalam kondisi apapun dan bisa melihat semua masalah dengan cara yang objektif, tenang, dan bisa mengambil keputusan dalam masalah dengan bijaksana. Kita pun kembali memintanya untuk meniatkan sugesti ini sepenuhnya di dalam hatinya dan berdoa sepenuhnya kepada Allah untuk menolongnya menjadikan dirinya jadi pribadi yang lebih baik, bijaksana, dan bersyukur.

Dalam statusmu ada kesan

Menginderakan Kesan

Inilah yang saya maksud dengan memanifestasikan visualisasi atau mungkin dengan beberapa istilah lain materialisasi, atau mungkin juga dengan kata lain mengindrakan sebuah sugesti ke dalam diri kita. Biasanya kesan-kesan terkuat yang biasa diperoleh dari proses hipnoterapi adalah kesan-kesan yang ada di dalam perasaan. Perasaan ini ibarat kunci yang bisa memberikan tanda bahwa sugesti kita sukses atau belum.

Lalu Apa kaitannya dengan status di WA? Terlalu sering membuat status yang mungkin bahagia akan membuat kita semakin bahagia. Kita sedang benar-benar mengindra kan dan mengingatkan pikiran kita untuk mengingat kembali memori memori yang berkaitan dengan kebahagiaan. Kita pun menjadi semakin semangat dan semakin kuat.

Orang yang sering melihat film motivasi akan semakin kuat dan semakin termotivasi dirinya. Menjadi pengingat dirinya untuk senantiasa berpikir positif dan lebih positif. Menjadi evaluasi bagi dirinya agar lebih termotivasi lagi. Kesan-kesan yang ada di film tadi kemudian menempel dan merasuk di dalam jiwa orang-orang yang melihatnya.

status wa

Muatan Energi

Status wa yang kita buat yang diiringi dengan muatan-muatan emosi yang positif akan bekerja pada diri kita sama seperti halnya dengan saat kita melihat film motivasi. Akan dengan mudah kita kemudian menjadi lebih semangat karenanya. Karena sebenarnya kita sering dan tidak menyadari bahwa apa yang kita lihat dan kita dengar seringkali membuat kita semangat saat apa yang kita lihat dan kita dengar tadi sesuai dengan harapan dan keinginan kita.

Semua hal adalah energi

Jika demikian halnya, bagaimana halnya jika prosesnya kita balik dengan sengaja. Dengan mulai membuat status, postingan, dan perkataan-perkataan yang positif. Secara lebih sengaja tentunya. Implikasinya pun akan sama, kita akan menjadi semakin semangat dan positif.

Langkah Kecil

Nilai positif yang kita lakukan menggunakan perkataan, status WA atau apapun itu adalah bentuk-bentuk energi yang kita keluarkan dari pikiran-pikiran kita. Semakin banyak energi positif yang kita keluarkan, maka semakin positif pula diri kita. Semakin banyak hal-hal positif yang bisa kita berikan, semakin positif pula yang kita dapatkan.

Berawal dari hal-hal kecil, kitapun akan mulai terbiasa untuk membiasakan hal-hal besar yang baik juga dan positif juga. Barangkali mungkin hanya status WA, tapi status WA ini adalah hal kecil yang juga bentuknya energi. Energi pikiran yang seharusnya kita kelola menjadi energi positif dan lebih baik. Barangkali dengan sedikit status WA kita akan membuat orang lain jauh lebih semangat dan jauh lebih baik dari pada sebelumnya.

Latihan positif? Yuk dari kecil dulu

Semoga bermanfaat

Terus Belajar Dari Jalinan Pertemanan

Terus Belajar Dari Jalinan Pertemanan

Terus belajar adalah sebuah keniscayaan. Sebuah keharusan dan kebutuhan bagi setiap orang. Tak peduli apakah orang itu besar, kecil, ataupun kah tua atau muda. Belajar adalah proses yang sebenarnya dijalani setiap orang, namun kadang ada yang menyadari, kadang juga tidak. Ada yang melakukannya secara sengaja, ada juga yang tidak. Proses belajar memang bisa dilakukan kapanpun dan dengan siapapun. Bahkan mungkin dari tayangan TV, majalah, atau sobekan lembaran koran. Bisa juga saat jalan-jalan, makan-makan, atau bahkan saat kita beristirahat.

Terus Belajar Dari Jalinan Pertemanan

Terus Belajar Dari Jalinan Pertemanan

Tanpa Sadar Terus Belajar

Saat kuliah dulu, kami pernah mengikuti sebuah multi level marketing. Dengan semangat kami mengikuti beberapa kali pertemuan yang diadakan. Di sana kami berbagi pengalaman, menceritakan proses, belajar menemukan alur, belajar mengenal produk, dan lainnya. Namun, ada satu hal yang sampai saat ini berkesan di dalam diri. Sebuah ungkapan yang menyebutkan bahwa ada tiga hal yang mempengaruhi masa depan seseorang; siapa temannya, buku apa yang dia baca, dan apa target dan cita-citanya.

Sebuah simbol interaksi yang sering kita lakukan, namun tak terasa ada proses besar terjadi di sana. Tanpa disadari, kita pun terus belajar di sana. Melalukan sebuah proses memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri.

Teman, di mana kita sering ketemu. Akan ada pertukaran pemikiran, pertukaran ide, pertukaran karakter, bahkan pertukaran uang. 😀 Dalam interaksi dengan teman, kita akan cenderung membuka diri atas pemikiran, saran, perspektif yang disampaikan tanpa sempat mengritisi secara utuh. Mengapa? kita sudah percaya, kita sudah klik, kita sudah oke, dan kita sudah yakin pemikiran teman kita ini baik. Apalagi jika teman yang memberikan saran misalnya, teman akrab yang sering bertemu dan berbagi. Ini ada manfaat dan bahayanya.

Proses Masuknya Gagasan

Jika anda pernah belajar hypnotherapy, Anda akan menemukan satu konsep yang disebut leading. Leading ini dimaksudkan agar kita bisa menggiring klien yang akan diterapi akan mudah menerima gagasan kita, menerima saran kita, dan menerima sugesti kita. Biasanya mereka akan mencoba dengan menyamakan gerakan, bersapa dan senyum, pertanyaan yang mendekatkan secara emosional, dan lainnya. Itupun harus melalui jalan yang kadang cukup panjang. Bagaimana hal dengan gagasan dari seorang teman?

Gagasan seorang teman cenderung tidak demikian. Lahir dengan kenyamanan dan keterbukaan. Mudah diterima meski sambil guyonan lalu. Ini uniknya. Makanya, sistem RAS (Reticular Activating System) yang bertugas menyaring gagasan yang masuk ke dalam diri kita menjadi sedikit longgar. Ibarat sebuah sistem keamanan. Jika sistem itu mendeteksi aktivitas biasa atau orang itu tidak menunjukkan tanda-tanda asing, radar tidak mendeteksi kecurigaan dan meloloskan.orang yang melaluinya.

Teman sudah kita anggap sebagai hal baik. Otomatis diri kita akan jauh lebih terbuka akan saran-sarannya, meski hal ini kadang tidak sengajar. Kadangkalanya, kita hanya berlalu dalam sebuah candaan, namun isi dari apa yang disampaikannya tiba-tiba masuk ke dalam diri kita. Yah, meskipun ini juga dipengaruhi karakter dan mindset masing-masing orang yang berbeda. Ada yang terbuka, ada yang setengah terbuka, atau benar-benar tertutup.

Implikasi Positif

Jika kebetulan teman kita bagus, maka kita pun akan berkembang dengan lebih baik. Namun jika sebaliknya yang terjadi adalah buruk, maka kita pun akan mengalaminya. Sedikit atau banyak. Meski dalam kondisi normal kita tidak seperti sedang belajar, berdekatan dengan teman adalah proses belajar juga. Terus belajar mengenal pola yang terbaik dari orang-orang terbaik di sekitar kita bisa menjadi salah satu cara kita berkembang lebih baik.

Sebuah ungkapan jika kita berdekatan dengan pandai besi, kita pun akan merasakan bau bekas asap pembakaran. Saat kita dekat dengan penjual minyak wangi, kita pun akan merasakan wanginya juga.

Terus Belajar Dari Jalinan Pertemanan

Cara Mengetahui Karakter Seseorang

Sebuah syair Arab yang menjelaskan siapa kita dan bagaimana cara mengetahui karakter seseorang menyebutkan, “jika engkau ingin mengetahui karakter seseorang, janganlah kamu bertanya kepadanya. Namun, lihatlah siapa temannya, karena seorang teman akan mengikuti siapa temannya”.

Nah, kembali ke kita? Siapa teman terbaik dan terdekat kita saat ini!

Terus Belajar Pada Perintah Pertama

Perintah agar kita terus belajar bisa kita lihat dari surat al-a’alaq ayat pertama. Sebuah keajaiban tatkala ayat pertama turun dengan perintah bacalah. Sebuah perintah yang menunjukkan pandangan visioner dari ajaran-ajaran Islam akan masa depan, kemajuan umat dan peradaban. Bagaimana tidak? tatkala 1400 tahun yang lalu, orang-orang masih tenggelam dalam kegelapan (kebodohan), Islam datang menyerukan perintah agar kita menjadi masyarakat yang maju dan berkembang. Penuh dengan ilmu pengetahuan, akhlaq dan kebudayaan tinggi.

Tak ayal lagi.Saat kita berteman dengan seseorang yang baik, atau bahkan Alim. Maka ini adalah sebuah proses yang baik, proses yang nantinya akan mampu mengantarkan kita menuju pola pikir, akhlaq, dan kebiasaan yang baik. Di sini kita pun secara tidak langsung sudah mengamalkan perintah untuk belajar, perintah untuk mencari ilmu, dan perintah untuk bertafakkur atas ilmu-Nya yang bertebaran di alam ini. Dan berteman dengan teman terbaik adalah proses pembelajaran terbaik yang sering terlupakan.

Inilah alasan kenapa sebuah pesantren membuat sebuah wadah khusus dimana santri santri berkembang dan tergembleng dengan kebiasaan-kebiasaan positif. Dari kebiasaan baik yang setiap hari terjadi, setiap hari bersinggungan, akan muncul muncul satu kebiasaan utuh yang mengakar menjadi karakter.

Mungkin pada awalnya beberapa yang berbeda karakter satu dengan lainnya, namun dengan lama-lama dengan proses disiplin, karakter bawaan awal akan mengelupas seperti halnya butir-butir padi pada mesin selep, yang akhirnya justru membuat benih pada itu bisa dimakan dan muncul kebaikan serta manfaatnya.

Teori ini bisa dipakai seorang BK untuk menemukan akar masalah, memecahkan alur masalah, atau bahkan menemukan serta memberikan solusi akan masalah seorang murid. Inilah kekuatan dalam jalinan pertemanan!

Kriteria Terbaik Yang Simpel

Siapakah teman terbaik? Lagi-lagi sebuah ungkapan menyebutkan, “sebaik-baik teman adalah yang menunjukkan kepadamu kebaikan”.

Langkah Terbaik Menjadi Teman Terbaik

Lazimnya dalam pertemanan ada baik dan buruk, namun apakah hal buruk juga benar-benar membuatkan kita buruk? Buruk adalah buruk, dan baik adalah baik.

Meski demikian, baik dan buruk adalah sebuah pembanding. Keduanya bersandingan. Baik dan buruk akan masing-masing membuat satu sama lainnya terlihat. Dan dari keduanya, akan menjadi nyata bahwa kebaikan adalah pilihan terbaik bagi kita. Terus belajar adalah upaya terbaik memperbaiki diri.

Dengan memperbaiki diri, kita sedang memperbaiki lingkungan kita. Dengan memperbaiki diri, kita sedang memperbaiki pertemanan kita. Kita belajar menjadi berkah bagi teman dan lingkungan kita. Kita belajar menjadi manfaat bagi lingkungan. Kita belajar menjadi sebaik-baik manusia.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaqnya dan paling bermanfaat bagi sesamanya”. (al-Hadits).

Wallaahu ‘alamu bi al-Shawaab

Transformasi Diri Dengan Catatan Kecil

Transformasi Diri Dengan Catatan Kecil

Catatan Kecil Yang Ampuh

Dari Mindset Menuju Karakter

Catatan Kecil Jadikanmu Lebih Berdaya. Mengubah fokus seringkali akan sulit dilakukan apabila kita memiliki kebiasaan-kebiasaan yang memang kurang berdaya. Kebiasaan-kebiasaan ini sering kali dibentuk dalam waktu yang cukup lama sehingga kemudian pelan-pelan membentuk dan menjadi karakter kita. Hasil dari karakter ini kita kemudian menjadi sosok tertentu yang kemudian pelan-pelan karakter ini mewujud dalam kehidupan sehari-hari kita, pelan-pelan  mempengaruhi dan mengubah nasib kita.

Catatan Kecil Jadikanmu Lebih Berdaya

Murid Yang Menikmati Belajarnya

Seseorang murid yang memiliki pola pikir yang bagus akan dirinya sendiri dan yakin bahwa dia bisa belajar dengan baik, memiliki keyakinan bahwa belajar itu mudah dan menyenangkan, seringkali menjadikan murid tersebut akan sangat enjoy dan menikmati proses belajarnya.

Ketika karakter ini terus melekat dalam dirinya dan pola pikirnya tidak pernah berubah, karakter bahwa dia seorang pembelajar yang baik pun mulai muncul dalam dirinya. Nilainya pun menjadi semakin baik dan dia pun menjadi semakin bertambah ilmunya karena dia sangat menikmati proses belajarnya. Walhasil prestasinya pun menjadi jauh lebih baik daripada teman-temannya. Dia pun semakin disukai oleh gurunya. Berbagai macam perlombaan pun mulai dia bisa ikuti. Dan satu persatu biasanya juara demi kejuaraan pun bisa diraihnya.

Logika pola pikir yang bagus, menjadi kebiasaan, dan berakhir pada terbentuknya karakter, yang terakhir terjadinya perubahan nasib, dapat kita lihat pada kasus di atas.

Nilai Tambah dan Layanan Terbaik

Seorang pedagang yang memiliki cukup ilmu dan motivasi cara berdagang yang baik. Seringkali dia akan cenderung berfokus memberikan pelayanan terbaik dan nilai tambah pada produk yang dia jual. Ketika fokus untuk memberikan nilai tambah dan produk terbaik pada jualannya, dan dia terus melakukannya dan menjadi bagian dari karakternya, maka dia pun pelan-pelan akan dikenal sebagai pedagang yang baik. Dari sini logikanya sudah bisa kita tebak, pelan-pelan dia pun akan menjadi semakin dikenal dan semakin banyak pelanggannya.

Catatan Kecil Jadikanmu Lebih Berdaya

Sebenarnya kasus ini sudah dicontohkan oleh Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam saat beliau menjadi pedagang. Yang beliau terapkan pada saat itu prinsip kejujuran. Jadi barang apapun dengan segala kelebihan dan kekurangannya beliau sampaikan apa adanya. Walhasil dagangnya pun laris. Beliau dikenal sebagai seorang yang jujur dan dapat dipercaya. Bahkan orang yang bukan Islam pun mengenal beliau dengan kedua karakter tersebut. Ini benar-benar luar biasa. Yang pada akhirnya, kedua karakter ini membantu beliau dalam perjuangan dakwah islam nya.

Lagi-lagi kita menemukan kesimpulan bahwa ketika seseorang memiliki mindset dan pola pikir yang bagus, kemudian mempertahankannya sehingga menjadi karakter dan kebiasaan dirinya, nasibnya pun mulai berubah karena sebab berkah dari karakter baik yang senantiasa dia pakai.

Memulai Dengan Catatan Kecil

Lalu bagaimana sebuah catatan kecil bisa membantu kita untuk bisa lebih berdaya dan membuat dari kita memiliki karakter yang bagus?

Metode ini dulu sering saya pakai pada saat saya masih sekolah. Dengan memiliki Catatan Kecil berupa isian dan daftar di mana saya harus melakukan apa Kapan dan bagaimana. Catatan ini lebih tepatnya adalah sebuah catatan yang berisi daftar kegiatan harian yang harus saya lakukan. Apa yang harus saya lakukan, mana yang harus saya dahulukan, dan kapan Saya melakukannya.

Ketika salah satu dari daftar kegiatan yang ada di dalam buku catatan tersebut sudah saya lakukan, sabun mencontreng nya. Dan beralih pada kegiatan yang lain yang belum saya lakukan. Dan ternyata kegiatan ini, seringkali justru selalu bertambah daftarnya dari pada berkurangnya.

Batasan Fokus Pikiran

Begitu banyak yang ada di dalam pikiran seseorang. Sehingga ketika pikiran tidak diberikan batasan-batasan tertentu yang membuatnya lebih mudah untuk memilih mana yang harus difokuskan dan mana yang harus tidak difokuskan. Seringnya fikiran akan lari kemana-mana dan tidak fokus kepada satu tujuan dan kegiatan-kegiatan yang harus diprioritaskan. Kegiatan-kegiatan yang harus didahulukan menjadi terlupakan atau bahkan tidak dilakukan, sementara kegiatan kecil lainnya yang justru tidak penting sering dilakukan.

Segudang Manfaat Catatan Kecil

Sebenarnya secara logika Catatan Kecil ini akan membantu kita untuk lebih fokus Bagaimana memaksimalkan potensi diri untuk bisa melakukan kegiatan kegiatan sehari-hari cara yang lebih efektif. Artinya disini kita dipaksa untuk fokus pada hal hal utama yang harus kita lakukan. Ajakan untuk melakukan kegiatan yang seharusnya dilaksanakan dan diprioritaskan. Kita di bangsa untuk terbiasa memikirkan hal-hal penting dan lebih positif ketimbang yang tidak penting dan tidak positif.

Catatan ini juga memaksa kita dan melatih kita bagaimana untuk menghargai waktu dan mengisinya dengan hal-hal yang positif. Catatan ini juga membuat kita untuk selalu ingat bahwa penting untuk mengisi waktu daripada hanya menyia-nyiakannya tanpa ada nilainya. Catatan ini juga akan melatih kita menjaga karakter diri tetap positif, karena fokus untuk selalu berkarya dan berbuat dan Mengisi waktu dengan kebaikan kebaikan.

Pertahankan 21 Hari

Jika karakter ini mampu kita pertahankan minimal 21 hari. Seperti yang diungkapkan para psikolog kalau kita ingin membuat 1 karakter baru maka kita harus mempertahankannya selama kurang lebih 21 hari. Jadi selama 21 hari kedepan setidaknya kita harus memiliki catatan catatan kegiatan harian yang harus kita lakukan. Kemudian mempertahankannya untuk tetap fokus disana dan memprioritaskan mana yang harus diprioritaskan.

Karakter Baru Nan Positif

Jika kita bisa melakukannya Maka insya Allah nanti ke depan kita akan memiliki karakter baru. Karakter seseorang yang menghargai waktu, karakter orang yang fokus untuk hal-hal yang prioritas, karakter seseorang yang tidak mau tinggal diam, karakter orang yang kreatif menciptakan kegiatan-kegiatan di setiap waktunya.

Dan mungkin bisa ditebak ketika karakter tersebut diatas akan muncul di dalam diri kita. Akan semakin banyak hal positif yang akan muncul dan mendekati diri kita. Pekerjaan yang semakin tertata, pola pikir yang semakin bagus, fokus diri yang semakin positif, diri yang selalu bersyukur dan menghargai waktu, dan karakter positif lain yang tentunya akan muncul seiring dengan karakter yang lain.

Manfaat Lain

Manfaat lainnya dari catatan kecil ini adalah agar kita terhindar dari pola pikir dan sikap mengeluh. Bagaimana bisa itu terjadi? Sekali lagi Ketika pikiran kita kita fokuskan untuk melihat dan memperhatikan pada batasan-batasan tertentu yang sudah kita tetapkan, pikiran pun akan melihatnya dan berfokus kepadanya. Ketika kita fokus pada hal-hal yang positif maka otomatis energi kita akan akan fokus dan mengeluarkan yang positif saja. Hasil dalam diri energi negatif pun akan semakin berkurang dominasinya. Pikiran mengeluh, pikiran-pikiran bingung, pikiran yang tidak berdaya lainnya pun akan mulai berkurang kekuatannya. Karena kita secara sadar dan berniat memaksimalkan potensi diri dan jiwa positif yang dimunculkan dalam diri dalam kegiatan sehari-hari.

Catatan Kecil ini akan membantu kita untuk lebih berdaya dan menjalani kehidupan secara lebih optimis dan lebih efektif. Badan kecil ini juga akan membantu kita bagaimana untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Coba Catatan Kecil Yuk!

Lalu bagaimana kita mempraktekkannya?

Tentu saja Anda harus memiliki buku catatan dan pena, atau Anda juga bisa memanfaatkan fitur reminder atau mungkin fitur not yang ada di dalam smartphone anda. Mana yang paling efektif itu Saya kira Anda yang paling tahu. Ketika kita sudah bersiap untuk berproses dengan catatan kecil ini, ada baiknya kita memilih dalam minimal dua kategori kegiatan prioritas dan yang tidak prioritas.

Dari kegiatan prioritas nanti kita kasih daftar apa saja kegiatannya. Begitu juga kegiatan yang tidak prioritas. Tentu saja dalam pelaksanaannya berarti yang kita lakukan lebih dulu ada yang lebih prioritas. Dan kemudian baru menyusul yang tidak prioritas.

Sesuai dengan yang saya ceritakan sebelumnya, jika kegiatannya sudah selesai berarti nanti kita kasih centang. Sambil mungkin nanti memberikan tambahan catatan lain yang mungkin akan kita laksanakan besok besoknya tak mungkin kegiatan yang mendadak tiba-tiba muncul dan diberikan kepada kita.

Berdaya dengan catatan kecil segera layak untuk kita coba. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam Bishawab.

Transformasi Diri Lebih Baik dan Power Inside

Transformasi Diri Lebih Baik dan Power Inside

Transformasi Diri Lebih Baik Bermula

Transformasi Diri Lebih Baik. Tanpa disadari kebiasaan dan lingkungan begitu mempengaruhi pola pikir dan jiwa kita. Semakin positif lingkungan dan semakin positif kebiasaan yang kita buat, maka semakin positif jiwa dan pikiran seseorang. Upaya seseorang tidak akan berhasil secara lebih baik dan lebih maksimal, lingkungan dan kebiasaan yang tidak juga dirubah.

Transformasi Diri Lebih Baik

Energi Sekitar Untuk Transformasi Diri Lebih Baik

Lingkungan dan kebiasaan mengirimkan pesan-pesan dan energi yang tidak disadari oleh jiwa kita. Pelan tapi pasti jiwa dan pikiran kita menerima simulasi-simulasi energi muncul dari kebiasaan dan benda-benda yang ada di sekitar kita.

Jika lingkungan dan kebiasaan kita di saya dengan sedemikian positifnya, sedemikian bersihnya dan sedemikian rapinya, jiwa dan pikiran kita pun akan menerima pesan-pesan tersebut dengan baik. Dan begitu pula yang akan terjadi sebaliknya jika kebiasaan dan lingkungan yang ada di sekitar kita negatif adanya.

Rumah yang terbiasa kotor dan tidak rapi, tanpa disadari menyiratkan pesan-pesan kemalasan, menyiratkan pesan ketidaknyamanan, dan pesan agar kita tidak bersemangat jadinya. Meski mungkin mata kita bisa tertipu, namun hati kita yang secara Fitrah lembut adanya, akan tetap menangkap pesan-pesan tersebut, kemudian mengirimkan sinyalnya kepada otak kita.

Sinyal yang kemudian diterima oleh otak tadi kemudian dikirimkan secara berkelanjutan kepada seluruh anggota badan. Sehingga anggota badan pun bergerak aktif maupun tidak aktif dari perintah yang dikirimkan oleh otak tadi. Akhirnya kita menjadi semangat dan tidak semangat dalam beraktifitas. Begitu seterusnya rentetan pikiran dan kebiasaan berkaitan.

Power Inside

Meski sedemikian pentingnya lingkungan dan kebiasaan yang ada di sekitar kita, perlu kita mengerti bahwa inti dari perubahan-perubahan yang kita lakukan bukanlah pada lingkungan dan kebiasaan yang kita miliki. Akan tetapi apa yang ada di dalam diri kita. Kebiasaan dan lingkungan menjadi instrumen yang akan membantu kita lebih mudah melakukan perubahan perubahan. Mendukung apa yang kita lakukan untuk lebih baik dan lebih baik lagi.

Apa sebenarnya ada di dalam diri kita?

Yang ada di dalam diri kita adalah kesadaran. Kesadaran diwakili oleh dua hal yang ada dalam diri kita, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran sadar mewakili seluruh aktivitas yang secara sadar kita mengerti dan kita kontrol. Bawah sadar mewakili seluruh aktivitas yang tidak bisa kontak kita kontrol adanya, seperti aktivitas-aktivitas dan kebiasaan dan program bawah sadar.

Cara Ini Lebih Efektif

Keduanya sangat berperan dalam kehidupan kita. Namun yang berkaitan dengan kebiasaan adalah bahwa sadar. Peneliti bawah sadar memiliki kekuatan 9 kali lipat daripada otak sadar. Dengan demikian memberdayakan potensi bawah sadar dengan sebaik-baiknya akan mampu membuat kita melakukan perubahan-perubahan dengan cara yang lebih cepat dan lebih efektif.

Mungkin ini alasannya, kita menemukan banyak sekali para hipnoterapis melakukan dan memaksimalkan terapi pada bawah sadar untuk melakukan perubahan-perubahan dan memasukkan sugesti sugesti program yang lebih positif.

Perubahan Berawal

Lalu bagaimana kita kemudian melakukan perubahan-perubahan yang lebih positif kepada diri kita?

Untuk kemudian secara sadar dan aktif kita menanamkan program-program yang lebih positif ke dalam diri kita, ke dalam bawah sadar kita. Yaitu dengan cara memasukkan dan mengenalkan pikiran sadar untuk lebih mengerti Bagaimana kehidupan yang lebih baik. Salah satunya adalah dengan cara memperbanyak membaca.

Membaca disini berarti tidak hanya sekedar membaca buku dalam makna yang sebenarnya, akan tetapi juga upaya dan usaha usaha kita untuk kemudian lebih memiliki pengetahuan yang lebih luas, lebih banyak, cara berpikir yang lebih bagus, semua aktivitas yang nantinya mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran kita. Baik itu kesadaran diri sendiri, kesadaran akan lingkungan, kesadaran akan kemasyarakatan, kesadaran akan ilmu pengetahuan, dan semua kesadaran kesadaran yang lain.

Dari sini, nantinya semuanya akan berkumpul menjadi satu, menjadi sebuah pemahaman dan karakter, dan nantinya lahir satu kebiasaan yang jauh lebih positif jauh lebih berdaya. Kita pun akan bisa mendefinisikan semuanya dengan cara yang lebih baik dan lebih tepat.

Transformasi Diri Lebih Baik

Baca Dulu dan Lebih Baik

Dari sini kita bisa menyimpulkan, bahwa untuk bisa lebih berdaya dan lebih aktif menjadikan diri kita lebih baik dan lebih baik daripada sebelumnya, adalah memulainya dengan belajar dan memperbaiki apa yang ada dalam diri kita. Memperbaiki cara pandang kita dan juga cara berpikir kita.

Semakin bagus dan luas pengetahuan yang kita miliki, semakin bagus pula cara berpikir kita. Dan semakin bagus cara berpikir kita, semakin bagus pula tindakan yang kita ambil. Semakin bagus tindakan yang kita ambil, sebagian maksimal hasil yang kita peroleh.

Semakin bagus bawah sadar dan hati kita, semakin bagus perilaku dan kebiasaan kita. Semakin bagus perilaku dan kebiasaan kita, maka akan semakin bagus pula nasib dan rezeki yang kita peroleh.

Dan semakin bagus nasib dan rezeki yang kita peroleh, semakin beruntung kita di dunia dan di akhirat. Insya Allah. Amin.

Semangat Wahyu Pertama Untuk Transformasi Diri Lebih Baik

Maka tak salah jika kemudian Allah subhanahu wa taala dalam wahyu-Nya yang pertama, memerintahkan kepada umat-Nya untuk membaca. Membaca tak hanya slogan yang kemudian menjadi semangat kita untuk sekedar membaca saja, namun benar-benar mengembangkan pengetahuan tersebut untuk meningkatkan Kesadaran kita akan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Semakin luas pengetahuan kita jadinya, semakin luas pula Kesadaran kita akan adanya Allah dan kehadirannya dalam kehidupan. Semakin sadar kita akan kehadiran Allah dalam kehidupan, semakin sadar dan taqwa kita kepada-Nya.

Wallahualam bishowab. Wala haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim. Semoga bermanfaat amin.

Bangkit Dari Keterpurukan Adalah Keniscayaan

Bangkit Dari Keterpurukan Adalah Keniscayaan

Bangkit dari keterpurukan. Artikel ini saya posting dari tugas menulis KIS tahun 2013. Penulis Cahyati Afifah. Dengan sedikit sekali editing dan penyesuaian.

Pada hakikatnya semua manusia pasti ditakdirkan untuk bahagia.saya,anda, dan semua orang yang ada didekat kita pasti merasakan saat saat di mana kita terjatuh.tidak perlu sedih karena bahagia ada di depan mataa anda. Memang bukan sekarang, ada saatnya

Bangkit Dari Keterpurukan

Lihatlah orang disekitar kita adakah yang lebih terpuruk dari kita? lantas untuk apa kita bersedih berlarut larut? memang saat menangis kita merasakan ketenangan, tapi akan selesaikah masaklah itu jika kita hanya menangis?

Lakukan hal yang lebih bermanfaat dari pada menangis, mungkin terlalu banyak dosa yang kita buat? atau terlalu jauh hati dan diri kita dari Illahi Robbi?? mendekatlah padaNya ingatlah bahwa sejatinya kebahagiaan itu hanya berasal dariNya.

Bangkit Dari Keterpurukan Adalah Keniscayaan

Bahagia Itu Titipan

Ibaratkan kebahagiaan itu barang titipan yang harus kita jaga, Dan ketika Allah mengambilnya saat itulah kita harus memberikan dengan ikhlas barang titipan itu. Ada yang terbaik diantara yang terbaik Dan Allah akan slalu member yang terbaik untuk kita. Bersabarlah dalam panantian, mendekatlah, Dia juga akan dekatlah denganmu.

Ikhlaslah dengan segala ketentuan yang diberikan Allah pada kita. Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. Jagalah dengan baik yang telah Allah berikan pada kita. Jangan mencari apa yang tidak kita miliki.

Jadi yang lebih baik itu bukan yang punya segalanya, jadi yang lebih baik itu yang menjaga dengan baik apa yang telah Allah berikan. Ketika kita melakukan kesalahan, jadikan kesalahan itu motivasi untuk jadi yang lebih baik.

Orang yang hebat adalah orang yang berani bangkit dan mau berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik lagi saat terjatuh, Dan menghadapi masalah yang besar dengan tenang dan tetap merasa baik baik saja.

Ta’dib Nafs Dalam Masalah

Pada dasarnya masalah hadir bukan untuk membuat kita terpuruk, masalah hadir untuk kita jadikan motivasi menjadi yang lebih baik lagi. Memang sulit mengatakan “Aku Baik Baik Saja” ketika kita bersedih, tapi yang biasa kita dengar “Kata adalah Do’a”, jadikan kata kata yang keluar dari mulut kita adalah doa untuk kita menjadi yang lebih baik lagi.

“Semakin Pohon itu tingggi semakin kencang pula angin meniupnya” lantas anda akan bersikap seperti apa?? Berlarut larut dalam masalah dan tidak aka nada perubahan? Atau bangkit dan  menjadi yang lebih baik lagi.

Bangkitlah kawan, ketika masalah datang itu bukan saatnya kita berhenti, tapi saatnya kita menghadapi apa yang di depan kita untuk menjadi yang lebih baik lagi.:)

Pengingat Agar Segera Bangkit Dari Keterpurukan

Saat kita terjatuh, orang yang menbencimu akan tersenyum lebar, bahkan air matamu adalah tawa untuk mereka. Masihkah kamu ingin menangis masihkah kata kata “GALAU” itu ada dalam hatimu “SAY NO TO GALAU”  kata kata Galau yang yang keluar dari mulutmu yang akan semakin membuatmu semakin terpuruk.

Ketika kebahagiaan itu Allah ambil darimu, saat itulah kamu harus bermusahabah diri agar menjadi orang yang lebih baik lagi menjadi HambaNya yang lebih tunduk lagi pada Syariatnya.

Masalah datang agar kamu menjadi orang yang lebih dewasa lagi. Menjadi orang yang lebih tegar lagi dan kuat menghadapi cobaan. Allah tidak akan memberikan cobaan kepada HambaNya  melebihi kemampuan hamba-Nya.

Hidup itu indah, Hidup itu mudah saat kita selalu melakukan apa yang harus kita lakukan dan meninggalkan apa yang harus kita tinggalkan.

Sedikit Saran

Ketika masalah itu datang katakan “aku bisa melewati semua ini”. Jangan pergi seperti seorang pengecut yang hanya pergi dari masalah dan datang ketika semua sudah menjadi baik baik saja. Katakanlah “Masalah dari Allah, dari Allah pasti akan menyelesaikannya”

Tersenyumlah menghadapi hari Esok. Pada hakikatnya “Hidup di dunia ini mencari masalah” dan tugas kita adalah menyelesaikan masalah itu dengan baik. Keep Spirit.!

“I can do it !”