08230 23 111 88 infoiwans@gmail.com

Hizib Nashar. Menurut beberapa referensi hizib ini dibuat oleh salah satu sulthonul Auliya syekh Hasan As syadzili. Dibuatnya Hizib nashar ini dalam masa peperangan. Hizib ini barangkali ini dimaksudkan untuk jadi salah satu dzikir yang bisa digunakan percepatan datangnya pertolongan dari Allah. Dengan cepatnya pertolongan yang datang dari Allah diharapkan kemenangan kaum muslimin akan jauh lebih cepat.

Meskipun hizib Nashar ini diciptakan pada masa peperangan, akankah masih relevan pada masa sekarang? Mari kita lihat beberapa uraian berikut. Meski ini hanya sekedar pengalaman pribadi tanpa referensi yang jelas.

Catatan Keunikan-keunikan dari hizib Nashar

Dalam pengamalan Hizib nashor ini saya secara pribadi memiliki beberapa catatan yang mungkin akan berbeda dengan apa yang pembaca pahami. Beberapa catatan tersebut di antaranya adalah:

Berwasilah dengan nama-nama Allah yang Agung

Hizib nashar meskipun didesain dengan beberapa ramuan lafadz-lafadz pujian dan ayat, namun cenderung berisi doa-doa peperangan, doa yang bersifat menyerang. Tak hanya itu, hizib ini juga diramu dengan berbagai macam nama-nama Allah yang baik, diramu dengan nama-nama Allah yang agung. Beberapa bagian diantaranya disebutkan wasilah wasilah kebesaran Allah terutama di bagian awal hizib nashor ini. Seakan mengajarkan kita untuk merenungkan sifat-sifat Allah tersebut dan menjadikannya sebagai wasilah.

Ikhlas dan Murni Beribadah kepada Allah

Hizib nashor ini sebenarnya mengajarkan kepada kita untuk benar ikhlas dalam berdoa. Bagaimana tidak? Ketika seseorang yang membaca Hizib nashor ini lafadz-lafadz yang bernuansa peperangan, namun di sisi lain dia harus memurnikan niatnya. Jika ada yang membaca Hizib nashor ini, maka niat utamanya adalah untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Jika saja seseorang saat membacanya terlalu dominan hatinya untuk membenci, untuk melawan atau tidak suka pada seseorang, tentu saja hatinya akan cenderung untuk menyerang orang-orang yang tidak disukainya. Akan tetapi bagi orang yang murni hatinya, ikhlas dalam tujuan untuk beribadah kepada Allah, tentu saja dia tidak akan memperhatikan lafadz-lafadz nya, namun justru dia hanya fokus untuk lebih sambungkan hatinya, terkoneksi artinya kepada Allah.

Dia tidak akan memperhatikan detil detil lafadz peperangan yang ada di dalamnya. Dia hanya akan fokus pada nama-nama Allah yang agung yang ada di dalamnya. Dia hanya akan merenungkan lafadz yang cenderung memuji Allah daripada sekedar memenuhi nafsunya untuk menyerang seseorang.

Hizib Nashar Dan Keunikan-keunikan Di Dalamnya

Uji Nyali Ketulusan Hati dan Niat

Salah satu kelebihan yang dialami dan diterima oleh pengamal Hizib nashor ini adalah latihan hati yang luar biasa. Dia kemudian diuji hatinya, diuji niatnya, dan diuji ketulusan hatinya, bahwa ketika dia membaca Hizib nashor benar-benar Tujuannya adalah untuk mendapatkan ridho Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Latihan ini Tentunya ada pada lafadz lafadz yang ada di dalamnya. Karena setiap orang rata-rata memiliki masalah dengan orang lain, orang yang tidak disukainya. Uji ketulusannya adalah, bagaimana ketika dia membaca doa-doa yang sifatnya menyerang secara lisan dan lafadz-lafadz nya, akan tetapi hatinya tulus dan murni untuk mendekatkan diri kepada Allah. Latihan ini akan seringkali diuji, karena hampir sebagian besar hizib nashor ini berisi lafadz-lafadz yang menyerang. Jika anda ingin menguji ketulusan hati anda, antara menuruti hawa nafsu dan juga ikhlas beribadah kepadanya, mengamalkan Hizib nashor bisa jadi salah satu pilihannya.

Ajakan merenungkan perjuangan para Nabi

Hizib nashar juga mengajarkan kepada kita, untuk mengingat kembali betapa perjuangan perjuangan para rasul Allah yang kemudian dijabarkan oleh Allah akan doa-doanya. Jika kita memperhatikan beberapa bagian setelah bagian awal hizib nashr ini, kita akan menemukan beberapa nabi-nabi yang kemudian disebutkan nama-namanya. Seperti Nabi Yunus, nabi Yusuf, nabi Yakub, nabi Nuh, nabi Ibrahim, nabi Ayub dan Nabi Khidir, yang kesemuanya memiliki peristiwa-peristiwa yang menandakan Allah menurunkan pertolongan-Nya. Rentetan nabi-nabi yang disebutkan tadi, rata-rata memiliki pengalaman-pengalaman berdoa diijabah doanya oleh Allah. Mengajarkan hati ini untuk yakin, untuk optimis, akan datangnya pertolongan dan ijabahnya doa oleh Allah.

Himbauan Yakin akan pertolongan Allah

Hizib nashor ini juga mengajarkan kepada kita agar kita senantiasa yakin akan kuasa dan pertolongan Allah. Yakin akan perlindungan-Nya. Desain Hizib nashor ini lebih tepat mirip doa perlindungan, yang nantinya ini menjadi sebuah permohonan murni dari hati kita, agar Allah melindungi kita dari segala marabahaya. Baik yang datangnya dari luar maupun dari dalam diri kita sendiri. Dilindungi dari segala kejahatan yang disadari atau tidak kita sadari.

Tawassul dan Tafakur Pertolongan Allah kepada Para Kekasih-Nya

Desain Hizib nashor ini, juga mengajarkan kepada kita untuk bertawasul dengan wasilah hamba-hamba Allah yang sholeh, seperti para nabi dan para rasul. Mengingat kembali pengalaman-pengalaman beliau saat mengalami kesusahan, kemudian dengan sepenuh hati berdoa kepada Allah, dan akhirnya diijabah oleh Allah.

Seperti pengalaman Nabi Nuh, yang saat itu ditentang oleh kaumnya, kemudian Allah menunjukkan kebesaran-Nya dengan diciptakannya banjir yang begitu besar, dan Allah menyelamatkan Nabi Nuh beserta pengikutnya.

Nabi Ayub yang mengalami sakit yang luar biasa, bahkan pada saat itu keluarganya juga meninggalkannya. Dalam keikhlasan dan perjuangannya, akhirnya Allah pun menyembuhkan Nabi Ayub. Doanya diijabah sehingga keluarganya pun dikembalikan.

Nabi Yunus yang ditentang kaumnya dan sempat ditelan oleh ikan Nun. Dalam tasbihnya dan dalam penyesalannya, Allah akan menolongnya dengan mengeluarkannya dari perut ikan tersebut.

Nabi Ibrahim yang dibakar oleh kaumnya karena memperjuangkan tauhid. Dalam ketidakberdayaannya ketika dibakar, Allah menurunkan pertolongan-Nya dengan menjadikan api yang mengitarinya menjadi dingin. Sehingga efeknya tidak membahayakan pada diri Ibrahim. Dan beliau pun diselamatkan oleh Allah.

Keberadaan nabi Khidir dengan pengetahuan yang luar biasa, Allah hendak menjadikan Nabi Musa memiliki pengalaman-pengalaman yang luar biasa. Dengan kasih sayang-Nya Allah mengajarkan kepada beliau ilmu ilmu yang jarang dipahami oleh orang lain. Nabi Musa pun kewalahan menghadapinya.

Optimis akan Pertolongan Allah

Hizib nashor ini juga mengajarkan kepada kita datangnya pertolongan dari Allah. Di beberapa bagian akhir, ada beberapa syair yang kemudian disebutkan. Yang pada intinya menyebutkan, bahwa semua harapan itu datangnya dari Allah. Dan tidak ada orang-orang yang kemudian terputus ketika yakin datangnya rahmat Allah. Segala harapan dan tumpuan haruslah disandarkan kepada Allah.

Allah akan menolong selama kita benar

Dan ketika seseorang telah meyakini bahwa Pertolongan Allah itu dekat dan tidak ada orang yang dirugikan ketika berharap kepada Allah, maka Allah pun akan menunjukkan  tanda-tanda kebesaran-Nya. Memberikan pertolongan-Nya. Dan jika kita dalam kondisi benar, maka Allah akan memberikan kemenangan dan pertolongan dari orang-orang yang zalim kepada kita.

Barangkali ini hanya sedikit catatan yang bisa kita sampaikan. Yakin dan saya yakin yakin yakin bahwa masih banyak sekali rahasia yang Allah sembunyikan pada doa-doa yang telah disusun oleh Aulia Aulia seperti ini. Rahasia-rahasia yang nantinya justru menyadarkan kita dan menjadikan kita sadar bagan sifat-sifat Allah dan kuasa kuasa-Nya. Menjadikan kita semakin dekat dan lebih dekat lagi kepada-Nya. Bukan menjadikan hizib seperti ini menjadi alat-alat yang membahayakan, namun justru membawa rahmat bagi alam semesta.

Wallaahu a’lam bi al shawaab. Walaa haula walaa quwwata illaa billaah

%d bloggers like this: