08230 23 111 88 infoiwans@gmail.com

Kosong adalah berisi dan berisi adalah kosong

Kosong adalah berisi dan berisi adalah kosong. Kalimat ini dulu seringkali diucapkan oleh guru Kera Sakti. Sebuah ungkapan yang cukup filosofis dan untuk memahaminya tidak cukup hanya melihat sekilas saja. Yang aneh saya sendiri baru memahaminya beberapa menit yang lalu.

Apa sih kaitannya ungkapan kosong adalah isi dan isi adalah kosong dengan dzikir yang sedang kita pelajari?

Untuk memahami kalimat tersebut marilah kita sejenak menggambarkan dalam pikiran kita masing-masing sebuah wadah. Anggap saja di depan Anda sedang ada sebuah gelas kosong. Kemudian saya bertanya kepada anda, apakah Gelas itu kosong?

Kosong Adalah Berisi, dan Berisi Adalah Kosong

Gelas Kosong I’tibar Kosong Adalah Berisi

Maka tentu saja Anda akan menjawab bahwa gelas itu kosong karena memang tidak ada isinya apa-apa. Kenyataannya anda tidak melihat apa-apa di dalamnya. Dan ketika Anda menyatakan bahwa Gelas itu kosong itu juga benar adanya. Secara kasat mata memang penglihatan kita tidak melihat apapun ada di dalam gelas itu.

Mengapa kita tidak melihat sesuatu yang lain? Karena kesadaran kita menetapkan bahwa rata-rata benda yang ada di dalam gelas adalah air, atau jika benda itu bukan air, benda itu bisa kita lihat secara kasat mata.

Membenarkan Tak Sekedar Karena Terlihat

Kebenaran yang seringkali kita lihat, buru-buru kita klaim bahwa itu benar karena kita melihatnya. Kadang kita kemudian dengan cepat bisa menyalahkan karena kita tidak melihatnya (memahaminya).

Kembali ke soal gelas kosong. Setelah saya mendeskripsikan beberapa hal di atas, kemudian saya bertanya kembali kepada anda, apakah gelas itu benar-benar kosong? Mungkin jawaban anda sekarang akan lain. Anda sudah menemukan bahwa ada kenyataan benda lain yang memang meskipun secara kasat mata tidak terlihat, ada wujudnya dan kita menyadari keberadaannya.

Bisa jadi anda akan mengatakan bahwa gelas itu berisi udara. Gunakan mengatakan sekarang Bahwa Gelas itu penuh. Penuh berisi dengan udara yang memenuhi seluruh bagian ruangan yang ada pada gelas tersebut.

Pernyataan, kosong adalah berisi dan berisi adalah kosong juga berlaku tidak hanya pada benda namun juga pada diri kita sebagai seorang manusia.

Kosong dan Isi Dari Allah

Ketika seseorang kosong dirinya dari sadar dan ingat akan Allah, maka sebenarnya dirinya tidaklah kosong namun berisi. Diri yang kosong dari kesadaran akan Allah, sebenarnya berisi hal lain selain Allah. Bisa jadi pekerjaannya, bisa jadi kesibukannya, keluarganya, atau kekasihnya.

Ketika seseorang merasa dirinya penuh diisi dengan kesadaran Allah, maka Sebenarnya dia juga sedang kosong. Kosong dari hal lain selain Allah.

Ketika seorang yang dipenuhi energi positif, maka Sebenarnya dia juga sedang kosong. Kosong dari energi negatif.

Ketika seseorang dipenuhi energi negatif, sebenarnya dia juga sedang kosong dari adanya energi positif.

Alam dengan energinya memiliki keseimbangan yang luar biasa. Ketika seseorang mengosongkan dirinya dari energi negatif, maka secara otomatis alam ini akan menyeimbangkan diri kita dengan mengisinya energi positif. Alam dengan kecerdasannya, dengan sunnatullah yang sudah ada, akan melihat rongga-rongga dalam diri kita yang kosong.

Jika dalam diri kita ada energi negatif, kemudian kita mengosongkannya, melepaskannya dan mengikhlaskannya, maka atas izin Allah energi positif akan mengalir dengan sendirinya memenuhi seluruh diri kita. Menggantikan energi negatif yang sudah kita lepaskan.

Sebaliknya jika kita bersikap yang negatif, berarti kita sedang memenuhi diri kita dengan energi energi negatif. Hal itu terjadi pada diri kita, berarti kita sedang mengosongkan energi positif dalam diri. Maka yang terjadi gantilah energi negatif kemudian memenuhi diri kita.

Kosong adalah berisi dan berisi adalah kosong.

Kosongkan Yang Negatif

Untuk membuat kita penuh dengan energi positif, kita harus mulai mengosongkan diri kita dari energi-energi negatif. Ketika kita mengeluarkan seluruh energi negatif. Menghilangkan seluruh sekat-sekat energi negatif dalam diri, maka secara otomatis energi positif ganti mengalir memenuhi diri kita.

Ketika kita memenuhi diri kita pergaulan yang positif, menghilangkan sekat-sekat pergaulan yang negatif, maka otomatis rata-rata pergaulan kita pun akan dipenuhi yang positif. Ketika kita mengosongkan diri dari pergaulan pergaulan positif, maka diri kita pun akan didekati dengan pergaulan pergaulan yang sifatnya negatif.

Kosong Adalah Berisi, dan Berisi Adalah Kosong

Wadah Terbuka Yin Yang

Diri kita ibarat sebuah wadah yang terus terbuka, mengalir keseimbangan energi Yin dan Yang. Terus begitu setiap saat berubah dan dinamis, begitu seterusnya setiap saat. Dan untuk memenuhi diri kita dengan energi positif, langkah pertama yang kita lakukan adalah mengeluarkan energi negatif dalam diri. Ketika kita menghilangkan sikap-sikap pola pikir yang negatif dalam diri kita, otomatis diri kita akan dipenuhi dengan energi positif.

Wallahu A’lam Bishawab.

%d bloggers like this: