08230 23 111 88 infoiwans@gmail.com

Melepas Beban Emosi

Melepas Bebas Emosi. Salah satu film yang sangat menginspirasi adalah Taichi. Film yang diperankan oleh Jet Lee. Disuguhkan dalam reka adegan dua orang sahabat dalam satu perguruan yang sama. Jet lee memerankan sebagai tokoh utama, Junbao.

Dikisahkan dalam perjalanan keduanya di kuil, mereka hampir tidak pernah berpisah. Seluruh kegiatan mereka hampir-hampir dilakukan bersama. Sehingga pada saat lulus, keduanya berkomitmen untuk bisa saling menjaga satu sama lainnya.

Namun komitmen mereka terpecah dengan diawalinya teman Junbao yang mengabdikan diri sebagai tentara kerajaan. Sikapnya begitu arogan dan sombong. Sampai akhirnya sikap ini benar-benar membuat hatinya terpukul dan bahkan sampai dibuat stress karenanya.

Akhir dari sakitnya ini adalah saat dia diajak teman-temannya berjalan ke perkebunan dan melihat tumbuhnya tunas dari pohon yang sudah tumbang. Dia kemudian mengerti, bahwa kehidupan harus terus berlanjut. Jangan sampai berhenti pada satu titik. Bahkan pohon yang tumbang dan lapuk pun masih menyisakan kehidupan. Semangat harus dipupuk bagaimanapun keadaannya.

Kejadian lainnya yang dilihatnya adalah saat ada seorang pencari kayu bakar yang keberatan membawa bebannya. Bahkan saat dikabarkan kepadanya, jika istrinya melahirkan. Dia masih saja membawa beban itu, padahal kondisinya mendesak dan mengharuskannya segera pulang. Saudaranya menjadi geram, dan mengatakan kepadanya, “Free your self!” (bebaskan dirimu!). Kejadian ditutup dengan cepatnya dia berlari melebihi saudaranya karena beban dalam dirinya sudah dibuang.

Lihat cuplikan adegannya;

Melepas Bebas Emosi Seperti Menghapus Folder Temp Komputer

Pikiran manusia laksana komputer. Komputer memiliki bagian penting dalam sistem yang berperan untuk menampung semua file sampah yang telah dihapus. Bagian ini disebut folder temp. Bagian tak terpisahkan dari sistem. Jika ada file tidak penting yang dihapus, maka bagian ini yang akan menampungnya. Namun efeknya, semakin banyak file sampah yang dihapus, semakin menumpuk pula sampah yang ada pada sistem. Semakin besar pula kapasitas filenya. Bahkan terkadang justru memberatkan sistem jika tidak dihapus juga.

Melepas Emosi Negatif Untuk Hidup Lebih Baik

Selain folder temp, ada juga bagian sistem komputer yang merekam semua aktifitas komputer, dan semua log aktifitas itu berkumpul dalam satu cache. Semakin banyak aktifitas yang dilakukan, semakin besar pula cache-nya.

Dalam browser juga demikian, semakin banyak histori pencarian yang dilakukan, semakin berat juga jadinya browser itu. Walhasil, saat browsing, yang terjadi terasa semakin lambat dan lebih lambat lagi.

Manusia juga demikian, seperti halnya komputer. Ada banyak kegiatan yang dilakukan. Tak hanya kegiatan, namun aktifitas hati dan pikiran yang terus menerus dilakukan setiap hari. Semua inti kegiatan ini adalah energi. Energi dirupakan dalam dua jenis, positif dan negatif.

Endapan Energi

Jika energi endapan yang dihasilkan positif, akan membuat kita semakin positif jadinya. Jika endapannya negatif, maka semakin berat jadinya.

Endapan-endapan emosi negatif yang sering kali dilalui dan dialami setiap hari terus mengendap dan semakin banyak. Layaknya folder sampah yang ada dalam sistem komputer, bawah sadar kita juga akan menampung semua file sampah dari aktivitas hati dan pikiran kita. Jika semakin banyak dan semakin banyak lagi namun tidak pernah dihapus, endapan endapan sampah ini mungkin akan semakin menumpuk dan berefek negatif pada diri kita.

Tidak sedikit orang-orang yang kemudian mengalami trauma masa lalu karena masa lalunya Dia pernah mengalami hal yang kurang menyenangkan, namun sampai dewasa peristiwa itu belum dia ikhlaskan, belum bisa dia lupakan, dan belum bisa diterima. Sehingga pada akhirnya pikirannya pun mengambil sebuah konklusi yang salah apa yang sudah terjadi. Sehingga tidak sedikit orang yang kemudian mengambil langkah yang berbeda sama sekali dengan orang pada umumnya karena trauma masa lalunya.

Ketika seseorang pernah dibohongi dalam bisnis yang dia tekuni, dari peristiwa itu dia belum bisa melupakan dan menerimanya. Ia dibuat tertekan karenanya. Ke depannya mungin hal ini akan membuat dia tidak ingin berbisnis lagi.

Seorang yang pernah mengalami rasa sakit hati, kecewa bisa jadi akan mengalami sulit “move on”. Tak lain sebabnya kecuali karena dirinya belum bisa menerima kenyataan yang ada dan belum mengikhlaskan. Dengan mengikhlaskan, energi negatif yang mengendap dalam dirinya akan berpindah dan terkonversi menjadi positif, menjadi sebuah pelajaran dan pembelajaran.

Seorang siswa yang kemudian pernah mengalami ejekan dari teman-temannya, gara-gara dia tidak bisa menghafal atau mengerjakan sebuah PR, kemudian dia belum bisa melupakannya, bisa jadi dari situ dia akan malas ke sekolah. Dan Bahkan dia mengenakan membenci yang ada kaitanya dengan proses belajar dan mengajar.

File-file sampah ini begitu membahayakan jika kemudian tidak segera dibersihkan atau dikurangi. Karena kita dalam keseharian tidak pernah berhenti dalam olah berpikir dan merasakan. Dan ini akan terus bertambah dan semakin banyak adanya.

File-file sampah yang tidak berguna sebisanya dibersihkan dari dalam hati. Dengan membersihkannya, kita akan bisa melepas emosi negatif. Jika memang tidak lagi digunakan, pengalaman masa lalu yang kurang menyenangkan haruslah dikonversikan menjadi pengalaman kehidupan yang nantinya justru bisa menjadi kacamata kehidupan. Untuk lebih berhati-hati. Belajar lebih hati-hati dalam mengambil tindakan, atau bahkan hanya sekedar ucapan.

Melepas Emosi Negatif Untuk Hidup Lebih Baik

Dzikir Berkesadaran Untuk Melepas Emosi Negatif

Cara membersihkan diri bisa dimulai dengan berdzikir. Salah satunya adalah dengan berdzikir. Dzikir yang berkesadaran. Dzikir ini sebenarnya diawali dari kesadaran diri dan kesiapan diri untuk “move on”. Kesiapan ini menjadi sangat penting. Metode ini tak lain hanya sebuah instrumen. Instrumen tidak akan maksimal jika subjek yang memiliki peran lebih dari 90% tidak siap untuk berubah. Langkah berikut ini akan sangat efektif apabila dilaksanakan bersamaan dengan EFT (emotional fredoom technique). Mungkin di lain kesempatan kita bahas.

Yang bisa membuat positif adalah diri kita sendiri. Bukan orang lain.

Basmallaah

Sepenuh kesadaran memohon pertolongan Allah untuk bisa melepaskan diri dari energi negatif yang mengendap dalam diri. Pada sesi ini, peristiwa yang membuat kita sedih harus kita terima. Diterima dulu. Jika sikap menerima ini belum muncul, cukup niatkan saja dulu. Hati dan pikiran disiapkan untuk itu.

Tasbih

Sepenuh hati menyadari hanya Allah yang Maha Suci. Dari sini kita memohon kepada Allah untuk membersihkan diri dari ego, ketidak terimaan hati, belum ikhlasnya diri, dosa, sikap yang salah dan semuanya. Termasuk rasa sakit dari peristiwa masa lalu yang pernah dialami.

Sambil menenangkan diri. Lakukan visualisasi bahwa energi negatif dalam wujud awan hitam dalam diri, melenyap atas izin Allah. Lakukan beberapa kali.

Hamdallah

Bersyukur sepenuh hati atas semua nikmat yang telah diterima. Sepenuh hati menyakini bahwa rasa sakit dari peristiwa yang sudah dialami misalnya, tidak ada apa-apanya dibanding nikmat Allah yang telah diterima. Yakin Allah sudah mencabutnya dan menggantinya dengan energi yang jauh lebih positif.

Takbir

Yakin, atas kekuasaan dan kebesaran Allah, semua bisa terjadi dengan kun fayakun-Nya.

Lakukan ini berulang-ulang seusai shalat atau tiap pagi dan sore beberapa kali. Insya Allah, energi negatif dalam diri pelan-pelan akan berkurang dan semakin terurai. Sehingga diripun semakin ringan dan semakin bahagia, Insya Allah.

Reframing

Langkah selanjutkan untuk membangun diri lebih positif adalah dengan reframing. Reframing bisa berarti mengulang masa lalu dalam pikiran, mengingat kembali masa itu, dan merekayasa ulang kejadian yang terjadi, kemudian melihatnya dari sisi yang lebih positif.

Ketika Thomas Alva Edison mengalami kebakaran pada labolatoriumnya, kebanyakan orang kemudian menghampirinya dan ikut menyesalkan atas kejadian yang terjadi. Akan tetapi Thomas Alva Edison justru menimpali dengan jawaban yang sama sekali tidak sama dengan apa yang dipikirkan kebanyakan orang. “Nggak apa-apa. Dengan terbakarnya lab-ku maka, segala kesalahan dan kekeliruan saya juga dibakar. Saya punya kesempatan untuk memikirkan ulang dengan cara yang lebih baik”. 

Kesadaran untuk melihat dari sisi yang lebih baik inilah yang penting. Untuk kemudian bisa mereduksi kejadian yang terjadi dengan kesimpulan dan cara yang lebih positif. Kelihatannya mudah, namun proses reframing untuk melepas beban emosi harus terus dilatih.

Ada satu pepatah inggris yang sangat bagus. Peranan terbesarnya adalah pikiran kita dan cara mereduksinya. “There’s no good and bad event, but your mind make it” (Nggak ada kejadian baik dan buruk, tetapi pikiranmu itulah yang membuatnya begitu).

“There’s no good and bad event, but your mind make it”

%d bloggers like this: