08230 23 111 88 infoiwans@gmail.com

Kisah Pembuka Untuk Konseling Dengan Spiritual

Konseling Dengan Spiritual. Perjalanan pagi ini, diawali dengan salah seorang teman yang sharing sekaligus ingin bantu memecahkan masalah muridnya. Muridnya yang kini duduk di kelas 2 sepertinya punya masalah dengan dirinya. Berpindahnya dan pulangnya dia dari asrama, orang tuanya merasakan perbedaan perubahan sikap pada dirinya. Perubahan sikap itu begitu mencolok dan janggal menurut kedua orang tuanya.

Memadukan Antara Konseling Dengan Spiritual

Terlebih ketika dia tahu putrinya sekarang menjadi pendiam dan tidak suka berbicara atau bergaul dengan orang lain. Keanehan ini semakin meningkat tatkala wali kelasnya merasa aneh dengan anak tersebut yang tidak pernah hadir pada pelajaran yang diampu. Terlebih ketika tahu bahwa anak ini hanya tidak hadir pada pelajarannya saja dan hadir pada pelajaran yang lain.

Semaking Berkembang

Orang tuanya pun semakin heran ketika anaknya ini pulang dari asrama justru tidak mau bertemu dengan siapa-siapa. Ketika di SD sudah pernah mengajar di TPA, namun pada saat dia sudah kelas 2 dan kembali dari asrama justru tidak mau. Sering marah-marah dan cenderung tidak bisa mengontrol emosinya.

Setelah panjang lebar ngobrol dan mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi baik di rumah maupun di sekolah sebelumnya, kami sementara berasumsi bahwa si anak sedang mengalami degradasi kepercayaan diri. 

Kenapa kami berasumsi demikian? Karena dalam perjalanannya selama di asrama dia merasa dan pernah bercerita kepada orang tuanya, bahwa teman-temannya sering mengucilkan nya. Beberapa temannya yang memiliki kemampuan bisa melihat hal-hal gaib, sering menakut-nakutinya dengan sosok yang dibilang mengikutinya, ada di sampingnya dan sebagainya.

Imbas Berikutnya

Kondisinya yang sering ditakut-takuti, kemudian juga mengalami perasaan bahwa dia dikucilkan. Barangkali itulah yang membuatnya semakin tertekan dan lebih tertekan lagi. Sehingga kondisinya sekarang cenderung pendiam, tidak suka bergaul, dan temperamen.

Karakter lain yang kemudian muncul dalam dirinya adalah kesukaan anak ini untuk browsing dan mencari informasi terkait hal-hal yang sifatnya ghoib melalui internet. Barangkali kemampuan teman-temannya lah yang kemudian membuatnya ingin menunjukkan dirinya bahwa dia juga bisa melakukannya. Di samping sisi lain dirinya, yang sebelumnya merasa tertekan kini mencari pelampiasan untuk memunculkan karakternya yang selama ini ditakut-takuti oleh teman-temannya.

Sampai saat ini kasus ini masih kita pelajari dan masih kita coba dalami kenapa dan bagaimana anak ini tiba-tiba berubah sedemikian besarnya. Bapaknya bahkan mengatakan kalau anaknya telah berubah sifatnya 180°.

Konseling Dengan Spiritual Saling Terpadukan

Menutup pertemuan saya dengan orang tuanya, kami menyampaikan beberapa hal yang mungkin dan ada kaitanya dengan anak tersebut. Kami sampaikan ini dengan harapan agar Konseling Dengan Spiritual bisa saling mengisi dan terpadukan. Hasilnya pun diharapkan lebih maksimal.

Pendekatan Natural

Pertama, menghindari untuk terlalu menginterogasi anaknya sekarang ini. Jika memang kondisinya hubungannya dengan anaknya (yang kami maksud bapaknya), juga sementara ini yang dekat dan bisa mengerti adalah ibunya. Semakin ditekan si anak ini dengan banyak pertanyaan, maka semakin anak ini akan membentuk proteksi diri. Dia akan semakin membela dirinya dan menyatakan bahwa dirinya tidak ada masalah. Meskipun orang lain mengatakan bahwa kondisi ini adalah berubah.

Mengoreksi informasi dari anak semacam ini harus orang lain yang anak ini bisa menerimanya dengan baik ketika berkomunikasi. Itu pun harus menggunakan durasi dan waktu tertentu yang memungkinkan.

Letting Go

Kedua, mengurangi Sisi emosional yang barangkali ada rasa marah, jengkel, dari sebelum-sebelumnya. Rasa marah yang mungkin dialami ketika si anak bolos sekolah. Rasa marah ketika membenci anak berani kepada orang tua. Rasa marah ketika Si anak berubah sikapnya, dan seterusnya. 

Dengan mengurangi porsi marahnya, mencoba mengikhlaskannya, minimal orang tuanya akan mampu mengurangi memori dalam dirinya yang akan mudah terpancing membuatnya marah, saat berhadapan dengan si anak, yang sikapnya mungkin membuatnya marah.

Memori-memori yang diikat dengan energi negatif berupa kemarahan sebelumnya, sangat cepat memancing kemarahan yang lainnya. Mengkondisikan diri untuk kemudian setidaknya mengikhlaskan kenakalan-kenakalan anaknya akan membantunya untuk melihat sesuatunya lebih objektif.

Hadiah Fatihah

Ketiga, mengupayakan diri untuk selalu terhubung dengan anaknya melalui doa dan hadiah Fatihah. Aktivitas ini akan membantu orang tua untuk bisa mengingat anaknya dalam kondisi khusyuk, dalam kondisi tenang, dan dalam kondisi tanpa emosi.

Dalam kondisi yang seperti ini orang tua akan mampu mentransfer energinya secara lebih maksimal meskipun dia tidak menyadarinya. Energi apa yang dia kirim? Energi prasangka dan doanya yang yakin bahwa anaknya akan berubah sebagaimana yang dia inginkan. Energi prasangka dan doa yang kemudian transformasi menjadi sikap-sikap yang jauh lebih objektif, sikap yang lebih tenang, dan sikap yang lebih memaafkan.

Hadiah Fatihah yang selalu dilakukan secara rutin, di waktu pagi maupun sore, mengingatkan diri untuk selalu ingat dan terhubung secara batiniah dengan anaknya. Dari sini orang tua akan terbiasa untuk lebih berempati, dimengerti dan lebih memahami. Sehingga hubungannya semakin baik dan lebih baik lagi.

Memadukan Antara Konseling Dengan Spiritual

Catatan Kecil

Meski masalah ini masih kita dalami namun setidaknya kita bisa mengambil beberapa kesimpulan.

Pertama, melepaskan emosi untuk mengambil tindakan yang lebih baik adalah pilihan yang lebih baik.

Kedua, terus belajar untuk lebih objektif dalam melihat segala sesuatu dan kemungkinan-kemungkinannya.

Ketiga, mengambil konklusi serta kesimpulan dari sebuah peristiwa dengan cara yang benar dan cara melihat yang tepat

Keempat, senantiasa bersinergi dengan orang-orang yang ada disekitar kita untuk menyelesaikan masalah.

Kelima, senantiasa mengiringi ikhtiar dan usaha kita dengan doa. Mempersenjatai nya dengan pengetahuan, dan melandasinya dengan kasih sayang.

Keenam, mamadukan berbagai macam ilmu dalam melihat sebuah masalah adalah salah satu cara yang tepat. Seperti memadukan antara Ilmu konseling dengan spiritual.

Semoga catatan diatas bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita. Wallahu a’lamu bish-shawab.

%d bloggers like this: