08230 23 111 88 infoiwans@gmail.com

Studi Kasus EFT. Setelah sekian lama menggunakan terapi emotional freedom technique (EFT), dan menerapkannya di beberapa kasus. Ternyata pemahaman yang saya dapatkan sebelumnya masih belum mencukupi untuk mengetahui sebenarnya apa yang terjadi pada proses pelepasan emosi. Ada beberapa catatan lagi yang ternyata perlu saya lebih pahami dalam konteks niat dan memutuskan rantai perasaan dalam sebuah ikatan emosional.

Studi Kasus EFT dan Pentingnya Set Up

Ini terjadi sebelum sharing EFT yang saya lakukan beberapa waktu yang lalu. Saya sempat melihat video pakar hypnoterapis Indonesia, Ary W Gunawan yang menjelaskan dengan gamblang EFT dan penerapannya. Perhatian saya tertuju pada proses set up yang dijelaskannya. Saya melihatnya justru sebagai inti EFT itu sendiri. Mirip leading dalam hypnoterapi. Beginilah kiranya pemikiran saya dalam hal ini;

Memori dan Emosi

Jika seseorang mengalami peristiwa yang cukup traumatik dalam kehidupannya, biasanya perasaannya akan tetap mengikuti dirinya seiringan dengan memori yang muncul dalam dirinya. Ketika dia mengingat peristiwa yang membuatnya mengalami trauma yang begitu hebat, perasaannya mengikutinya secara otomatis. Kekhawatiran, ketakutan, ketegangan, dan perasaan-perasaan lain tiba-tiba muncul kembali dan mengiringi.

Studi Kasus EFT dan Niat Melepaskan Emosi

Perasaan ini kemudian menjadi lebih kuat, tatkala pikirannya memutar kembali gambar-gambar yang berhubungan dengan peristiwa yang terjadi. Semakin sering dia mengingatnya, perasaan ini pun muncul semakin kuat. Seakan-akan, perasaan ini terikat kuat dengan memori memori masa lalu yang ada dalam pikirannya.

Memori Tak Terhapuskan Tapi Terlupakan

Lazimnya pikiran tidak akan bisa dihapus memorinya, sehingga seringkali sampai kapanpun peristiwa itu akan ada dalam dirinya. Peristiwa itu akan tetap diingatnya meskipun selama sekian tahun. Yang terjadi bukan lupa tapi seringkali Terlupakan. Terlupakan berarti tidak sengaja lupa. Atau fokusnya beralih dari peristiwa tadi ke kegiatan lain atau aktivitas lain yang membuatnya benar-benar lupa dan hilang fokus ke peristiwa sebelumnya.

Nah sampai di sini, sebenarnya pikiran tetap menyimpan memori memori masa lalu, begitu juga energinya. Keduanya masih terikat satu sama lain dengan kuat karena belum pernah dilepaskan. Keduanya akan sama-sama saling menguatkan ketika memori ini dimunculkan kembali dalam pikiran.

Maka mungkin pernah suatu saat terjadi, saat kita terlupakan peristiwa yang membuat kita trauma. Kemudian dengan sengaja kita mengingatnya kembali. Memunculkannya dengan sengaja gambar-gambarnya, dan juga mengingat peristiwa-peristiwa nya. Maka kemudian perasaan-perasaan yang mengiringinya pun akan kembali muncul.

Kaitan Memori dan Emosi

Pertanyaannya, sebenarnya yang bermasalah memorinya ataukah perasaannya?

Ketika kita tahu bahwa memori sebenarnya yang ada dalam pikiran kita tidak akan pernah bisa kita hapus, maka yang bisa kita lakukan adalah melepaskan ikatan perasaannya. Melepaskan energi perasaan yang mengitari memori-memori tersebut. Sehingga saat kita mengingat yang energi perasaan tidak lagi mengikuti nya.

Pentingnya Set Up

Dalam kasus yang terjadi pada pelepasan emosi emotional freedom technique (EFT), pada awal terapinya dilakukan set up. Nah pada proses set up ini ternyata memiliki peran yang luar biasa Untuk membukakan pintu terputusnya energi perasaan dengan memori tadi. Ibarat awal terapi hipnosis, set up ini semacam proses menggiring perasaan klien agar bisa dihipnotis. Sehingga apabila set up ini berhasil, maka Proses pelepasan emosi pada terapi emotional freedom technique (EFT) seringkali akan berhasil. Dan biasanya kadang mendekati skala 2 atau 1.

EFT itu Self Therapy

Keberhasilan set up ini ditentukan oleh bagaimana proses seseorang untuk benar-benar mengikuti proses terapinya. Karena sebenarnya tidak ada proses hipnosis yang dilakukan oleh seorang terapis kepada kliennya, kecuali self hypnosis itu sendiri.

Itu artinya tidak ada keberhasilan terapi yang dilakukan oleh seorang terapis kepada kliennya, kecuali 80% ditentukan oleh klien itu sendiri. Jika si klien siap mengikuti semua proses yang dilakukan oleh terapis, maka kebanyakan proses ini akan berhasil dengan baik. Meskipun beberapa faktor lain juga menentukan.

Sampai disini kita bisa mengerti pentingnya set up. Set up itu berisi niatan niatan tulus dan benar-benar secara sadar mau berproses menuju kesembuhan. Jika proses set up ini berhasil, akan memicu proses selanjutnya untuk lebih mudah dilakukan. Dan setup ini saja sebenarnya sudah cukup untuk memutuskan rantai ikatan emosional dan memori yang terjadi dalam diri seseorang.

Studi Kasus EFT dan Niat Melepaskan Emosi

Proses Set Up Dari Studi Kasus EFT

Lalu Bagaimanakah proses set up itu sendiri?

Dalam kasus pelepasan emosi pada terapi emotional freedom technique (EFT), set up bisa dilakukan dengan meletakkan dua jari pada dada sebelah kiri, dengan sedikit menekannya dan memutar searah jarum jam. Sambil meniatkan dalam diri untuk memutuskan rantai emosional yang mengikat dirinya, kemudian meniatkan dalam hati untuk menjalani kehidupan yang lebih positif. Sambil fokus merasakan perasaan perasaannya dan mengikhlaskannya. Dan Hal ini dilakukan dua sampai tiga kali.

Biasanya setelah setup ini dilakukan, skala perasaan sebelumnya akan turun mendekati 2 ataupun 1. Sehingga Proses pelepasan emosi yang dilakukan berikutnya tinggal sedikit saja. Tentunya ini lebih mudah dilakukan daripada proses hipnosis. Meski proses awalnya mungkin hampir sama, namun EFT ini menawarkan sedikit lebih mudah prosesnya ketimbang hypnosis. Maka inti dari proses terapi emotional freedom technique (EFT) terletak pada set-up ini. Semakin bagus dan matang set up nya, maka semakin berhasil proses terapinya.

Catatan Studi Kasus EFT

Jika anda kebetulan ingin menerapkan pelepasan emosi dengan menggunakan terapi emotional freedom technique (EFT), silakan memaksimalkan proses set up nya lebih dulu. Memaksimalkan proses setup Sama halnya dengan memaksimalkan proses berikutnya. Keberhasilan di awal menentukan keberhasilan di belakangnya. Setidaknya itu sedikit catatan saya dari Set Up pada Studi Kasus EFT yang mungkin bisa Anda pertimbangkan.

%d bloggers like this: