08230 23 111 88 infoiwans@gmail.com

Terus belajar adalah sebuah keniscayaan. Sebuah keharusan dan kebutuhan bagi setiap orang. Tak peduli apakah orang itu besar, kecil, ataupun kah tua atau muda. Belajar adalah proses yang sebenarnya dijalani setiap orang, namun kadang ada yang menyadari, kadang juga tidak. Ada yang melakukannya secara sengaja, ada juga yang tidak. Proses belajar memang bisa dilakukan kapanpun dan dengan siapapun. Bahkan mungkin dari tayangan TV, majalah, atau sobekan lembaran koran. Bisa juga saat jalan-jalan, makan-makan, atau bahkan saat kita beristirahat.

Terus Belajar Dari Jalinan Pertemanan

Terus Belajar Dari Jalinan Pertemanan

Tanpa Sadar Terus Belajar

Saat kuliah dulu, kami pernah mengikuti sebuah multi level marketing. Dengan semangat kami mengikuti beberapa kali pertemuan yang diadakan. Di sana kami berbagi pengalaman, menceritakan proses, belajar menemukan alur, belajar mengenal produk, dan lainnya. Namun, ada satu hal yang sampai saat ini berkesan di dalam diri. Sebuah ungkapan yang menyebutkan bahwa ada tiga hal yang mempengaruhi masa depan seseorang; siapa temannya, buku apa yang dia baca, dan apa target dan cita-citanya.

Sebuah simbol interaksi yang sering kita lakukan, namun tak terasa ada proses besar terjadi di sana. Tanpa disadari, kita pun terus belajar di sana. Melalukan sebuah proses memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri.

Teman, di mana kita sering ketemu. Akan ada pertukaran pemikiran, pertukaran ide, pertukaran karakter, bahkan pertukaran uang. 😀 Dalam interaksi dengan teman, kita akan cenderung membuka diri atas pemikiran, saran, perspektif yang disampaikan tanpa sempat mengritisi secara utuh. Mengapa? kita sudah percaya, kita sudah klik, kita sudah oke, dan kita sudah yakin pemikiran teman kita ini baik. Apalagi jika teman yang memberikan saran misalnya, teman akrab yang sering bertemu dan berbagi. Ini ada manfaat dan bahayanya.

Proses Masuknya Gagasan

Jika anda pernah belajar hypnotherapy, Anda akan menemukan satu konsep yang disebut leading. Leading ini dimaksudkan agar kita bisa menggiring klien yang akan diterapi akan mudah menerima gagasan kita, menerima saran kita, dan menerima sugesti kita. Biasanya mereka akan mencoba dengan menyamakan gerakan, bersapa dan senyum, pertanyaan yang mendekatkan secara emosional, dan lainnya. Itupun harus melalui jalan yang kadang cukup panjang. Bagaimana hal dengan gagasan dari seorang teman?

Gagasan seorang teman cenderung tidak demikian. Lahir dengan kenyamanan dan keterbukaan. Mudah diterima meski sambil guyonan lalu. Ini uniknya. Makanya, sistem RAS (Reticular Activating System) yang bertugas menyaring gagasan yang masuk ke dalam diri kita menjadi sedikit longgar. Ibarat sebuah sistem keamanan. Jika sistem itu mendeteksi aktivitas biasa atau orang itu tidak menunjukkan tanda-tanda asing, radar tidak mendeteksi kecurigaan dan meloloskan.orang yang melaluinya.

Teman sudah kita anggap sebagai hal baik. Otomatis diri kita akan jauh lebih terbuka akan saran-sarannya, meski hal ini kadang tidak sengajar. Kadangkalanya, kita hanya berlalu dalam sebuah candaan, namun isi dari apa yang disampaikannya tiba-tiba masuk ke dalam diri kita. Yah, meskipun ini juga dipengaruhi karakter dan mindset masing-masing orang yang berbeda. Ada yang terbuka, ada yang setengah terbuka, atau benar-benar tertutup.

Implikasi Positif

Jika kebetulan teman kita bagus, maka kita pun akan berkembang dengan lebih baik. Namun jika sebaliknya yang terjadi adalah buruk, maka kita pun akan mengalaminya. Sedikit atau banyak. Meski dalam kondisi normal kita tidak seperti sedang belajar, berdekatan dengan teman adalah proses belajar juga. Terus belajar mengenal pola yang terbaik dari orang-orang terbaik di sekitar kita bisa menjadi salah satu cara kita berkembang lebih baik.

Sebuah ungkapan jika kita berdekatan dengan pandai besi, kita pun akan merasakan bau bekas asap pembakaran. Saat kita dekat dengan penjual minyak wangi, kita pun akan merasakan wanginya juga.

Terus Belajar Dari Jalinan Pertemanan

Cara Mengetahui Karakter Seseorang

Sebuah syair Arab yang menjelaskan siapa kita dan bagaimana cara mengetahui karakter seseorang menyebutkan, “jika engkau ingin mengetahui karakter seseorang, janganlah kamu bertanya kepadanya. Namun, lihatlah siapa temannya, karena seorang teman akan mengikuti siapa temannya”.

Nah, kembali ke kita? Siapa teman terbaik dan terdekat kita saat ini!

Terus Belajar Pada Perintah Pertama

Perintah agar kita terus belajar bisa kita lihat dari surat al-a’alaq ayat pertama. Sebuah keajaiban tatkala ayat pertama turun dengan perintah bacalah. Sebuah perintah yang menunjukkan pandangan visioner dari ajaran-ajaran Islam akan masa depan, kemajuan umat dan peradaban. Bagaimana tidak? tatkala 1400 tahun yang lalu, orang-orang masih tenggelam dalam kegelapan (kebodohan), Islam datang menyerukan perintah agar kita menjadi masyarakat yang maju dan berkembang. Penuh dengan ilmu pengetahuan, akhlaq dan kebudayaan tinggi.

Tak ayal lagi.Saat kita berteman dengan seseorang yang baik, atau bahkan Alim. Maka ini adalah sebuah proses yang baik, proses yang nantinya akan mampu mengantarkan kita menuju pola pikir, akhlaq, dan kebiasaan yang baik. Di sini kita pun secara tidak langsung sudah mengamalkan perintah untuk belajar, perintah untuk mencari ilmu, dan perintah untuk bertafakkur atas ilmu-Nya yang bertebaran di alam ini. Dan berteman dengan teman terbaik adalah proses pembelajaran terbaik yang sering terlupakan.

Inilah alasan kenapa sebuah pesantren membuat sebuah wadah khusus dimana santri santri berkembang dan tergembleng dengan kebiasaan-kebiasaan positif. Dari kebiasaan baik yang setiap hari terjadi, setiap hari bersinggungan, akan muncul muncul satu kebiasaan utuh yang mengakar menjadi karakter.

Mungkin pada awalnya beberapa yang berbeda karakter satu dengan lainnya, namun dengan lama-lama dengan proses disiplin, karakter bawaan awal akan mengelupas seperti halnya butir-butir padi pada mesin selep, yang akhirnya justru membuat benih pada itu bisa dimakan dan muncul kebaikan serta manfaatnya.

Teori ini bisa dipakai seorang BK untuk menemukan akar masalah, memecahkan alur masalah, atau bahkan menemukan serta memberikan solusi akan masalah seorang murid. Inilah kekuatan dalam jalinan pertemanan!

Kriteria Terbaik Yang Simpel

Siapakah teman terbaik? Lagi-lagi sebuah ungkapan menyebutkan, “sebaik-baik teman adalah yang menunjukkan kepadamu kebaikan”.

Langkah Terbaik Menjadi Teman Terbaik

Lazimnya dalam pertemanan ada baik dan buruk, namun apakah hal buruk juga benar-benar membuatkan kita buruk? Buruk adalah buruk, dan baik adalah baik.

Meski demikian, baik dan buruk adalah sebuah pembanding. Keduanya bersandingan. Baik dan buruk akan masing-masing membuat satu sama lainnya terlihat. Dan dari keduanya, akan menjadi nyata bahwa kebaikan adalah pilihan terbaik bagi kita. Terus belajar adalah upaya terbaik memperbaiki diri.

Dengan memperbaiki diri, kita sedang memperbaiki lingkungan kita. Dengan memperbaiki diri, kita sedang memperbaiki pertemanan kita. Kita belajar menjadi berkah bagi teman dan lingkungan kita. Kita belajar menjadi manfaat bagi lingkungan. Kita belajar menjadi sebaik-baik manusia.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaqnya dan paling bermanfaat bagi sesamanya”. (al-Hadits).

Wallaahu ‘alamu bi al-Shawaab

%d bloggers like this: