08230 23 111 88 infoiwans@gmail.com

Tips Bahagia ini hanyalah sebuah catatan kecil yang mungkin saja jadi pengingat sebagai pertanda kenaifan manusia yang lupa untuk senantiasa bahagia. Kenaifan kita yang merasa bahwa terkadang banyak hal yang sering kita temukan dan membuat kita kurang bahagia. Kenaifan kita yang kadang hanya mempertahankan ego dan membuat kita merasa semakin tidak nyaman dan tidak bahagia.

tips bahagia

Mengapa bahagia jadi begitu penting? Karena bahagia adalah salah satu hal yang paling dicari dalam kehidupan. Masing-masing dari setiap orang pasti mencari kebahagiaan dari setiap perjuangan yang dia lakukan. Apapun yang sedang dia perjuangkan, dia sebenarnya mencari satu hal, tak lain adalah kebahagiaan.

Setiap manusia secara fitrah harus bahagia

Pada kesempatan ini, izinkan kami mengingatkan kembali sedikit tentang tips bahagia yang sering terlupakan, dan ini adalah tips paling dasar dan paling pokok versi suarata.com. Yuk baca!

Tips Bahagia Paling Dasar Yang Sering Terlupakan

Berikut ulasannya dan mungkin bisa jadi sedikit pengingat untuk kita;

Landasan Tips Bahagia

Tahap pertama dan yang paling utama dan sering terlupakan  dan merupakan tips bahagia paling pokok adalah untuk senantiasa bersyukur. Bersyukur sering terlupakan karena mungkin masalah yang sedang mendera kita. Sebagai seorang manusia yang sering khilaf, tentu hal ini menjadi kewajaran yang sering kita alami. Akan tetapi, sebenarnya dengan bersyukurlah, kita akan bisa merasakan kebahagiaan tanpa syarat.

Manusia secara teknis melihat dan mempertimbangkan segala sesuatunya dari pikirannya. Dan secara sunnatullah, pikiran didesain fokus pada satu hal. Apa yang dia fokuskan, maka itulah yang akan sering muncul. Apa yang dia pikirkan, maka hal apa saja yang berkaitan dengan objek yang sering dia pikirkan akan muncul juga.

Pikiran Laksana Mesin Pencari

Jika anda pernah menggunakan mesin pencari Google, tentu anda pernah mengetikkan sesuatu. Kata kunci yang Anda ketikkan itulah yang nanti akan muncul di layar dekstop Anda. Semua yang anda di database google, baik yang Anda inginkan atau tidak akan dimunculkan untuk Anda. Tak peduli apakah jumlahnya ratusan, ribuan, atau bahkan puluhan juta. Semua disajikan untuk Anda. Tak peduli Anda suka atau tidak.

Kata Kunci dan Kesan Pikiran

Begitu juga, saat kita mengetikkan keyword “bersyukur” dalam diri, maka yang muncul dalam database pikiran kita adalah sinonim dan kata terdekat yang konteksnya berkaitan dengan “bersyukur” akan muncul ke permukaan. Seperti bahagia, nikmat, berkelimpahan, senang, tenang, nyaman, khusyuk, dan sejenisnya. Dalam kondisi seperti ini, turunan keyword bersyukur pun akan mulai muncul, seperti munculnya ide dan kreatifitas karena kita tenang, mudah dalam mengambil keputusan karena kita tenang, menilai secara objektif karena kita tenang dan khusyuk, dan seterusnya.

Kata kunci apa yang diketik, kata kunci sejenis yang muncul

Mungkin pernah satu saat kita mengalami, saat kita merasa bersyukur dan menikmatinya, ada saja hal kecil yang datang dan membuat kita bahagia, membuat kita senang, dan membuat kita semakin bahagia. Semakin banyak hal yang membuat kita bahagia. Dan itu berjalan sepanjang hari.

Namun di satu saat yang lainnya, pernah kita merasa jengkel dan kita mempertahankannya, tak terasa semakin banyak hal yang datang dan membuat kita semakin jengkel. Bisa jadi, semisal saat kita jengkel dan kita mempertahankan pola pikir ini tanpa peduli, dan semakin lama waktunya, maka yang terjadi biasanya, semakin banyak hal yang muncul ke pikiran kita akan kejelekan dan sifat negatif dari orang tersebut. Seolah, kebaikannya tidak ada. Seolah dia hampir tidak pernah melakukan kebaikan.

Inilah kesan pikiran dan bahayanya. Pikiran cenderung mengambil kesan terbaru. Dan bias kesan terbaru itulah yang seringkali muncul ke permukaan. Jika kesan yang kita pertahankan positif, maka proyeksi gambar yang muncul juga positif. Jika kesan yang kita pertahankan negatif, proyeksi negatif pula yang akan muncul. Kita bisa memilih, kesan mana yang akan kita munculkan. Semua ada di dalam diri kita.

Sebuah Pilihan

Bersyukur pun demikian. Bersyukur adalah satu keputusan yang kita buat untuk senantiasa fokus dan mempertahankan kesan-kesan berkelimpahan nikmat. Keputusan kita untuk mempertahankan kesan-kesan berkelimpahan nikmat dan mengurangi kesan-kesan kekurangan. Dengan mempertahankan kesan-kesan positif dan mengurangi kesan-kesan negatif, in shaa Allah semakin banyak hal positif yang bisa kita lihat dan temukan.

tips bahagia

Dengan kesengajaan kita untuk memutuskan diri untuk mempertahankan kesan berkelimpahan nikmat dan Allah yang Maha Pengasih. Kita akan merasakan kehadiran Allah di setiap saat, merasakan betapa murahnya Allah membagikan kenikmatan kepada kita. Merasakan bahwa kita layak untuk senantiasa bersyukur dan terus bersyukur. Dari sini, kita jadinya berharap untuk menjadikan syukur ini sebagai tabiat kita. Dan in shaa Allah, teman-teman “bersyukur” akan diundang datang dan memenuhi kehidupan kita, dan kita pun akan semakin bahagia.

Bersyukur secara lebih sengaja

Keluasan Pikiran

Seoarang setelah baya mencari Abu Nawas di Kedai Teh dimana biasanya dia ada. Ia mengeluh tidak menemukan solusi dari semua permasalahannya. Kebetulan Abu Nawas sedang tidak ada di sana saat itu. Salah seorang teman Abu Nawas ingin mencoba membantu mengatasi masalahnya,

“Cobalah sampaikan kepadaku kesulitanmu, mungkin saja aku bisa.” kata teman Abu Nawas.

“Baiklah. Aku punya tempat tinggal yang menurutku begitu sempit. Sedangkan aku di sana tinggal dengan istri dan kedelapan putra putriku. Rumah itu terasa begitu sempit, kami benar-benar merasa kurang merasa bahagia.” kata orang itu.
Kawan Abu Nawas tidak mampu memberikan jawaban atas kesulitan yang diungkapkannya. Mereka pun menyarankan agar langsung saja menemui Abu Nawas di rumahnya.

Sesuai saran, orang itu pun pergi menuju ke rumah Abu Nawas. Kebetulan Abu Nawas sedang membaca al-Qur\’an. Setelah menyampaikan dan mengutarakan kesulitan yang dialami, Abu Nawas bertanya;
“Apakah engkau punya seekor domba?”
“Tidak! tetapi aku bisa membelinya.” jawab orang itu.
“Baiklah, sekarang belilah seekor dan tempatkan di dalam rumahmu domba yang kamu beli itu.” Abu Nawas menyarankan.

Orang itu menuruti saran Abu Nawas. Ia pun membeli seekor domba seperti yang disarankan. Beberapa hari kemudian, dia datang lagi menemui Abu Nawas.

“Wahai Abu Nawas, saranmu telah aku laksanakan, tapi rumahku rasanya bertambah sesak. Aku dan keluargaku merasakan bahwa segala sesuatu terasa menjadi lebih buruk dibandingkan sebelum ada domba itu.” kata orang itu.

“Kalau begitu, belilah beberapa ekor unggas dan tempatkan unggas-unggas itu di dalam rumahmu.” kata Abu Nawas.

Orang itu tidak membantah. Ia langsung saja membeli beberapa ekor unggas sesuai saran dan memasukkannya ke dalam rumahnya. Beberapa hari kemudian, dia datang lagi ke rumah Abu Nawas.

“Wahai Abu Nawas, Aku telah melaksanakan semua saran-saranmu dengan menambah beberapa ekor unggas. Namun Kami bertambah merasa tersiksa ” kata orang itu. Ia semakin muram.

tips bahagia

“Kalau begitu, belilah lagi seekor anak unta dan peliharalah di dalam rumahmu juga.” kata Abu Nawas menyarankan. Orang itu menuruti saran Abu Nawas. Ia langsung membeli  anak unta untuk dipelihara dan dimasukkan di dalam rumahnya. Beberapa hari kemudian dia datang lagi, menemui Abu Nawas. Ia berkata,

“Wahai Abu Nawas, tahukah engkau? keadaan rumahku sekarang hampir seperti neraka. Semuanya berubah lebih mengerikan daripada sebelumnya. Kami sudah tidak tahan tinggal bersama  binatang-binatang itu.” ucap orang itu putus asa.

“Baiklah, kalau begitu juallah anak unta itu.” kata Abu Nawas. Ia langsung menjualnya. Beberapa hari kemudian Abu Nawas pergi bersilaturahmi ke rumah orang itu.

“Bagaimana kalian sekarang?” Abu Nawas bertanya.

“Sekarang lebih baik karena anak unta itu sudah tidak ada” kata orang itu tersenyum.

“Baiklah, kalau begitu juallah unggas-unggasmu.” kata Abu Nawas.

Ia pun menjual unggas-unggasnya. Beberapa hari kemudian Abu Nawas kembali mengunjungi rumah orang itu.

“Bagaimana kalian sekarang ?” Abu Nawas bertanya.

“Sekarang lebih menyenangkan! Unggas-unggas itu sudah tidak  bersama kami.” kata orang itu ceria.

“Sekarang juallah domba itu.” kata Abu Nawas. Orang itu menuruti. Dengan senang hati ia pun menjual dombanya.

Selang beberapa hari, Abu Nawas bertamu kembali ke rumah orang itu.

Ia bertanya, “Bagaimana keadaan sekarang ?”

“Kami merasakan rumah kami bertambah luas. Kami sekarang merasa lebih berbahagia. Kami sampiakan terima kasih yang tak terhingga kepadamu hai Abu Nawas.” kata orang itu berseri-seri.

“Sebenarnya batas sempit dan luas itu tertancap dalam pikiranmu. Kalau engkau selalu bersyukur atas nikmat dari Tuhan, maka Tuhan akan mencabut kesempitan dalam hati dan pikiranmu.” kata Abu Nawas menjelaskan.

Sebenarnya batas sempit dan luas itu tertancap dalam pikiranmu

Dan sebelum Abu Nawas pulang, ia bertanya kepada orang itu, “Apakah engkau sering memanjatkan doa kepada Allah?”
“Ya.” jawab orang itu.
Ketahuilah bahwa do\’a seorang hamba tidak mesti diterima oleh Allah karena manakala Allah membuka pintu pemahaman kepada engkau ketika Dia tidak memberi engkau, maka ketiadaan pemberian itu merupakan pemberian yang sebenarnya.” [humorsufi]

Kesimpulan Tips Bahagia

Sebagai kesimpulan tips bahagia, ini adalah langkah awal yang bisa kita jangkau dan ada dalam diri kita. Setiap saat bisa kita akses dan kita lakukan. Semua tergantung dalam keputusan yang kita ambil. Semoga kita senantiasa selalu bersyukur tanpa membutuhkan alasan apapun untuk bersyukur. Bersyukur menjadi karakter, bersyukur menjadi kebiasaan, dan bersyukur menjadi jalan bahagia lahir batin, dunia dan akhirat. Amiin

%d bloggers like this: