Pam Angkutan Laut Lebaran, TNI AL Pinrang Siaga di Pelabuhan Nusantara Parepare
SUARATA, PAREPARE — Personel Pos TNI AL Pinrang melaksanakan pengamanan angkutan laut arus balik Lebaran H+4 tahun 2026 di Pelabuhan Nusantara Parepare, Kamis (26/3/2026), dengan jumlah penumpang embarkasi mencapai 3.790 orang. Pengamanan dilakukan bersama unsur gabungan guna memastikan arus penumpang tetap aman, tertib, dan lancar.
Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WITA di Pelabuhan Nusantara Parepare, Jalan Andi Cammi, Kelurahan Mallusetasi, Kecamatan Ujung, Kota Parepare. Pengamanan dipimpin langsung oleh Komandan Posal Pinrang, Letda Laut (P) Walno.

Turut terlibat dalam kegiatan tersebut Serda Bah Ariq Bagus Zakaria (Babinpotmar Posal Pinrang) dan Serda Bah Sabaruddin Amin (Ur Binpotmar Posal Pinrang), bersama 3 personel Pos Pol Air Suppa, 5 personel KSOP Kelas III Parepare, 8 personel Polsek KPN, serta 2 personel Basarnas Parepare.
Personel gabungan melakukan pengamanan terhadap proses embarkasi penumpang dari sejumlah kapal yang sandar, yakni KM Swarna Bahtera, KM Pantokrator, KM Prince Soya, dan KM Catalya Express.
Sementara kapal yang diberangkatkan (lego) antara lain KM Thalia, KM Aditiya, dan KM Queen Soya dengan tujuan Nunukan, Balikpapan, Bontang, dan Samarinda.
Pada pukul 10.30 WITA, petugas melakukan penyekatan dan pengaturan arus penumpang di pintu masuk dermaga guna mencegah penumpukan. Pemeriksaan barang bawaan melalui X-ray juga dilakukan untuk mengantisipasi masuknya barang terlarang seperti narkoba, senjata tajam, dan bahan peledak.
Data Posko Angkutan Laut Lebaran mencatat tidak ada penumpang turun (debarkasi) pada hari tersebut. Sementara jumlah penumpang naik (embarkasi) mencapai 3.790 orang.
Dari jumlah tersebut, 3.348 merupakan penumpang dewasa, 429 anak-anak, dan 13 bayi. Pada pukul 12.00 WITA, kondisi pelabuhan terpantau padat, namun arus penumpang tetap berjalan lancar hingga kegiatan berakhir pukul 15.30 WITA.
Komandan Posal Pinrang Letda Laut (P) Walno menegaskan bahwa pengamanan difokuskan pada potensi kerawanan selama arus balik Lebaran.
“Kami mengantisipasi praktik percaloan, tindak kriminalitas seperti copet, serta potensi overcapacity kapal yang dapat membahayakan keselamatan penumpang,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan pengamanan berjalan aman, tertib, dan terkendali tanpa ditemukan adanya penyelundupan barang ilegal maupun kecelakaan laut.
Kehadiran TNI AL bersama unsur gabungan dinilai efektif memberikan efek pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan di kawasan pelabuhan yang menjadi salah satu titik vital arus mudik dan balik di Sulawesi Selatan.
Ke depan, pengawasan diperkirakan akan terus ditingkatkan terutama pada puncak arus balik berikutnya, seiring tingginya mobilitas penumpang dan potensi kepadatan di Pelabuhan Nusantara Parepare. (***)

