Maulid MAN Pinrang, Kakan Kemenag Tekankan Makna Keikhlasan

Maulid MAN Pinrang, Kakan Kemenag Tekankan Makna Keikhlasan

PINRANG — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, H. Muhammad Idris Usman, mengajak keluarga besar MAN Pinrang memaknai keteladanan Rasulullah SAW melalui keikhlasan dan cinta yang dibuktikan dalam tindakan nyata.

Pesan tersebut disampaikan saat memberikan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan MAN Pinrang, Kamis (15/10/2026). Kegiatan mengusung tema “Meneladani Rasulullah Muhammad SAW Menuju Indonesia Emas 2045”.

Dalam hikmahnya, H. Muhammad Idris Usman menyoroti makna Surah Al-Ikhlas yang mengajarkan kemurnian tauhid kepada Allah SWT. Nilai tersebut kemudian dikaitkan dengan keikhlasan dalam menjalankan tugas dan memberikan pengabdian kepada masyarakat.

“Ikhlas itu tidak perlu diucapkan, tetapi yang penting pembuktiannya,” ungkapnya di hadapan undangan dan keluarga besar MAN Pinrang.

Menurutnya, keikhlasan memiliki rumus yang sama dengan cinta. Keduanya tidak cukup hanya diungkapkan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan perbuatan.

“Rumus ikhlas itu sama dengan rumus cinta. Cinta itu tidak perlu diucapkan, tetapi dibuktikan. Cinta dan ikhlas itu perlu pembuktian,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Keteladanan Rasulullah perlu dihidupkan melalui akhlak dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Kejujuran, amanah, kepedulian, serta kesungguhan dalam menjalankan tanggung jawab menjadi bagian dari wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Nilai-nilai tersebut diharapkan tumbuh di lingkungan madrasah, sehingga para pendidik mampu menjadi teladan bagi peserta didik dan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam iman dan berakhlak mulia.

Pada kesempatan tersebut, Kakan Kemenag Pinrang juga berpesan agar MAN Pinrang senantiasa menjaga dan melanjutkan jejak-jejak kebaikan yang telah dirintis para pimpinan terdahulu.

Menurutnya, kemajuan sebuah lembaga tidak terlepas dari kontribusi, perjuangan, dan pengabdian para pendahulunya. Karena itu, capaian yang telah diraih perlu dirawat dan dikembangkan agar MAN Pinrang terus tumbuh menjadi madrasah yang berkualitas, berprestasi, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Semangat melanjutkan kebaikan tersebut sejalan dengan tema Maulid yang diangkat. Dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, madrasah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, religius, serta mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai moral dan spiritual.

Peringatan Maulid tersebut turut dihadiri jajaran pejabat pengawas Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, di antaranya Kasubbag Tata Usaha Ramli Alias, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam H. Imran Achmad, Kasi Pendidikan Agama Islam Hj. Megawati, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Marwan Djalil, serta Penyelenggara Zakat dan Wakaf Wahyuddin.

Hadir pula Kasubbag Tata Usaha Kementerian Haji dan Umrah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kepala KUA Paleteang, perwakilan BAZNAS Pinrang, para kepala madrasah negeri dan swasta, Ketua Komite MAN Pinrang, serta para purnabakti kepala MAN Pinrang.

Kehadiran para tokoh dan pemangku kepentingan tersebut menunjukkan sinergi dalam mendukung kemajuan pendidikan madrasah sekaligus menjaga kesinambungan pengabdian lintas generasi.

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, keluarga besar MAN Pinrang diharapkan semakin memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan meneladani akhlak dan perjuangan beliau. Generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup dibangun dengan kecerdasan, tetapi juga membutuhkan keikhlasan dalam pengabdian, ketulusan dalam mencintai, dan kesungguhan membuktikan setiap kebaikan melalui tindakan nyata. (*)

Bagikan: