Perkuat Ketahanan Pangan, Bulog Parepare Kini Miliki 105.000 Ton Stok Setara Beras
SUARATA.Com,PAREPARE–Perum Bulog Cabang Parepare komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional. Kamis (26/6/2025).
Diketahui pasca panen raya padi tahap I tahun 2025, kini Bulog Cabang Parepare berhasil mengumpulkan seratus lima ribu ton stok setara beras, di Gudang Bulog Lapanna Kota Parepare, Sulawesi Selatan.
“Kami komitmen untuk mendukung program ketahanan pangan. Makanya dalam panen raya tahap I kemarin, kita maksimalkan menyerap gabah hasil panen petani,” kata Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Parepare, Mohammad Junaedy kepada Suarata.com.
Junaedy menambahkan, berkat kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak. Bulog Parepare berhasil menduduki posisi kedua tertinggi dalam penyerapan hasil panen di tingkat regional.
“Meski tak punya penggilingan, kita tetap bisa menjadi yang kedua tertinggi dalam optimalisasi penyerapan gabah petani. Yah tentu kami tetap bangga,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dalam penyerapan hasil panen petani semester pertama tahun 2025. Bulog Parepare mengumpulkan sebanyak 67 ribu ton setara beras.
“Rinciannya itu, 67 ribu ton hasil penyerapan panen semester satu, ditambah stok yang masih ada tahun 2024. Jadi total keseluruhan stok setara beras yang ada gudang itu 105.000 Ton,” ungkapnya.
Sekadar diketahui, dalam upaya mendukung dan menjaga stabilitas pasokan pangan, Bulog Parepare tidak hanya melakukan penyerapan di wilayah kerja Kota Parepare dan Kabupaten Barru.
Namun, Bulog Parepare juga masif menyerap hasil panen petani di beberapa wilayah. Seperti Sidrap, Pinrang, Wajo, Bone, Pangkep, Maros, Polman Sulbar, Luwu raya, bahkan sampai Palopo.
“Hal ini menjadi bukti keseriusan kami dalam mendukung dan menjaga stabilitas pasokan pangan. Stok 105.000 Ton setara beras yang kita miliki ini yang paling tinggi di wilayah Indonesia Timur,” pungkasnya.
“Syukurnya kita di Parepare didukung dengan kapasitas gudang terbesar ketiga di Indonesia, ini cukup untuk menampung beras dengan stok yang terbilang banyak itu,” tandasnya. (*)

