Banjir dan Pembangunan Berwawasan Lingkungan
*Perspektif Maqashid Syariah*
Dalam konteks lingkungan, Maqashid Syariah dapat menjadi landasan etis dan spiritual untuk mengatasi masalah banjir dan kerusakan lingkungan. Menurut Imam Al-Ghazali dan Asy-Syatibi, Maqashid Syariah bertumpu pada lima prinsip utama yaitu hifzh ad-din (menjaga agama), hifzh an-nafs (menjaga jiwa), hifzh al-aql (menjaga akal), hifzh an-nasl (menjaga keturunan), dan hifzh al-mal (menjaga harta).

Banjir seringkali mengancam keselamatan jiwa manusia,kerugian materi yang besar, seperti kerusakan rumah, infrastruktur, dan lahan pertanian. Oleh karena itu, segala bentuk pembangunan yang mengabaikan keselamatan masyarakat, seperti pembangunan di daerah rawan banjir atau penggundulan hutan, bertentangan dengan prinsip Maqashid Syariah. Pembangunan berwawasan lingkungan harus memastikan bahwa keselamatan jiwa manusia menjadi prioritas. Islam mengajarkan untuk menjaga harta sebagai salah satu tujuan syariat. Oleh karena itu, pembangunan harus dilakukan dengan meminimalkan risiko kerusakan lingkungan yang dapat mengancam harta benda masyarakat.
Meskipun tidak secara eksplisit disebutkan dalam lima prinsip utama Maqashid Syariah, menjaga lingkungan (hifzh al-bi’ah) merupakan bagian integral dari kemaslahatan manusia. Kerusakan lingkungan, seperti penggundulan hutan dan pencemaran sungai, bertentangan dengan prinsip Islam yang mengajarkan manusia sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi untuk menjaga kelestarian alam.
Maqashid Syariah juga menekankan pentingnya keadilan dan keseimbangan dalam segala aspek kehidupan. Pembangunan yang tidak memperhatikan lingkungan hanya menguntungkan segelintir pihak, sementara masyarakat luas menanggung dampaknya. Hal ini bertentangan dengan prinsip keadilan dalam Islam.
Sehingga menurut penulis, Perspektif Maqashid Syariah telah menegaskan bahwa pembangunan berwawasan lingkungan bukan hanya tanggung jawab hukum, tetapi juga tanggung jawab moral dan spiritual. Dengan menggabungkan pendekatan hukum dan nilai-nilai agama, kita dapat menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta mengurangi risiko banjir untuk generasi mendatang.
Banjir bukanlah masalah yang bisa diselesaikan dalam semalam. Namun, dengan pembangunan berwawasan lingkungan, kita dapat mengurangi dampaknya dan menciptakan kehidupan yang lebih harmonis antara manusia dan alam. Sudah saatnya kita berpikir panjang dan bertindak bijak untuk masa depan yang lebih baik.

