Razia Masif dan Transparansi Anggaran, Lapas Parepare Paparkan Kinerja Sepanjang 2025
SUARATA, PAREPARE — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare menggelar kegiatan Evaluasi dan Refleksi Akhir Tahun 2025 pada Rabu, (31/12/ 2025), sebagai upaya menilai kinerja, meningkatkan transparansi, serta memperkuat pelayanan dan keamanan pemasyarakatan.
Kegiatan yang berlangsung di Lapas Kelas IIA Parepare ini dihadiri jajaran pimpinan dan pegawai, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Parepare Patahuddin, awak media, serta perwakilan Kementerian Agama Kota Parepare sebagai bentuk sinergi lintas instansi.

Lapas Kelas IIA Parepare mencatat realisasi anggaran hingga akhir tahun 2025 mencapai 99,78 persen. Dari total pagu anggaran sekitar Rp13,2 miliar, anggaran yang terealisasi mencapai kurang lebih Rp12,7 miliar.
Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H.,, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran dalam mendukung pelaksanaan pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan.
“Realisasi anggaran ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran dalam mendukung pelaksanaan pembinaan dan pelayanan kepada warga binaan,” ujar Marten.
Dalam forum evaluasi tersebut, Marten juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai kekurangan dalam penyelenggaraan tugas pemasyarakatan, termasuk munculnya persepsi negatif terkait keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
“Kami menyadari Lapas Parepare belum sepenuhnya sempurna dan masih terdapat berbagai kekurangan, termasuk persepsi negatif yang berkembang di tengah masyarakat. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi kami,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kritik publik menjadi pengingat sekaligus dorongan untuk terus melakukan pembenahan, terutama dalam pengawasan internal dan pencegahan pelanggaran.
“Tahun 2026 kami berkomitmen memperkuat pengawasan, meningkatkan integritas petugas, serta memastikan lapas benar-benar bersih dari praktik-praktik yang mencederai kepercayaan publik,” tegasnya.
Selain realisasi anggaran dan penguatan keamanan, Lapas Kelas IIA Parepare juga memaparkan data registrasi warga binaan pemasyarakatan (WBP) sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data per 1 Januari 2025, jumlah WBP tercatat sebanyak 602 orang, terdiri dari 93 tahanan dan 509 narapidana. Sepanjang tahun berjalan, Lapas Parepare menerima penitipan 196 orang tahanan dari aparat penegak hukum, serta menerima 48 orang WBP pindahan dari lapas atau rumah tahanan lain.
Data tersebut menjadi bahan evaluasi dalam pengelolaan hunian, pelaksanaan pembinaan, serta penguatan sistem keamanan dan pengawasan internal.
Hingga akhir 2025, jumlah pegawai Lapas Kelas IIA Parepare tercatat sebanyak 82 orang, terdiri dari 68 pegawai pria dan 14 pegawai wanita. Dari jumlah tersebut, 32 orang tergabung dalam regu pengamanan yang terbagi dalam empat regu jaga.
Struktur jabatan meliputi satu pejabat eselon IIIa, lima pejabat eselon IVa, dan delapan pejabat eselon V. Untuk mendukung layanan kesehatan warga binaan, lapas didukung oleh empat tenaga kesehatan, yakni satu dokter dan tiga perawat.
Di bidang keamanan dan ketertiban, sepanjang tahun 2025 Lapas Kelas IIA Parepare telah melaksanakan 74 kali penggeledahan atau razia kamar hunian. Dari kegiatan tersebut, petugas berhasil menyita dan memusnahkan 120 unit telepon genggam.
Pengamanan juga diperkuat melalui koordinasi rutin dengan TNI dan Polri, serta pelaksanaan empat kali razia gabungan yang melibatkan TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional. Selain itu, dilakukan pemeliharaan sarana keamanan seperti optimalisasi CCTV, penggantian gembok, penguatan Pos Pengawasan Internal, serta pemindahan warga binaan berisiko tinggi.
Dengan dukungan pengelolaan anggaran yang optimal, sumber daya manusia yang memadai, serta penguatan sistem keamanan, Lapas Kelas IIA Parepare menjadikan capaian kinerja 2025 sebagai pijakan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengamanan pada tahun 2026.

