Podcast Lentera MAN Pinrang Angkat Aksi Nyata SMPN 1 Pinrang Tanamkan Nilai Keagamaan
PINRANG, SUARATA.COM – Upaya menanamkan nilai keagamaan di lingkungan sekolah menjadi perhatian dalam Podcast Lentera MAN Pinrang. Melalui episode bertajuk “Menanamkan Nilai Keagamaan di Lingkungan Sekolah: Aksi Nyata dari UPT SMP 1 Pinrang”, Lentera mengangkat praktik pembinaan keagamaan yang dikembangkan UPT SMP Negeri 1 Pinrang.
Podcast tersebut menghadirkan Wakil Kepala Sekolah UPT SMP Negeri 1 Pinrang, Nasrun Jamain, yang berbagi pengalaman mengenai berbagai program keagamaan di sekolah. Kehadirannya dalam podcast berlangsung bersamaan dengan kunjungan Genesis Media SMP Negeri 1 Pinrang ke MAN Pinrang untuk melakukan studi tiru ke Lentera.
Dalam perbincangan bersama pembawa acara Nursalsabila Balqis, Nasrun menjelaskan bahwa UPT SMP Negeri 1 Pinrang memiliki sejumlah kegiatan yang dikembangkan untuk mendukung pembentukan karakter peserta didik. Salah satu yang menjadi perhatian khusus adalah program keagamaan yang berada dalam tanggung jawabnya.
Menurut Nasrun, penguatan program keagamaan semakin mendapat perhatian setelah muncul informasi bahwa terdapat lulusan SMP Negeri 1 Pinrang yang belum memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik. Informasi tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk mengetahui kondisi kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik secara lebih terukur.
Sekolah kemudian melakukan pemetaan terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an siswa. Peserta didik dikelompokkan berdasarkan kemampuan, mulai dari yang sudah lancar, kurang lancar, hingga yang belum mampu membaca Al-Qur’an. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar sekolah dalam menentukan pola pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Program pembinaan kemudian diperkuat saat penerimaan peserta didik baru. Setiap siswa baru beragama Islam mengikuti tes membaca Al-Qur’an sehingga sekolah memiliki data mengenai kemampuan masing-masing siswa. Mereka yang belum mampu membaca Al-Qur’an kemudian mendapatkan pembinaan secara khusus.
Pembinaan dilakukan secara rutin dengan menggunakan metode dan bahan pembelajaran yang disesuaikan. Nasrun menyebut, pada tahun pertama sekolah menggunakan buku Iqra, sementara pada tahun kedua menggunakan buku Wafa. Menurutnya, program tersebut menunjukkan perkembangan positif setelah berjalan selama sekitar dua tahun.
“Banyak sekali perubahan dari anak-anak yang bahkan tidak tahu,” ujar Nasrun saat menjelaskan perkembangan peserta didik setelah mengikuti program pembelajaran membaca Al-Qur’an. Ia mengungkapkan, terdapat siswa yang sebelumnya bahkan belum mengenal dan membedakan huruf, namun mulai menunjukkan perkembangan setelah mengikuti pembinaan secara rutin.
Pelaksanaan program tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Nasrun menyebut dukungan orang tua, Dinas Pendidikan, dan tokoh masyarakat menjadi bagian penting yang membuat program tersebut dapat terus dilanjutkan.
Dalam pelaksanaannya, sekolah juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah menghadapi siswa yang belum memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dan belum terbiasa mengikuti pembelajaran secara rutin. Untuk mengatasi persoalan tersebut, sekolah menerapkan metode tutor sebaya, dengan melibatkan siswa yang memiliki kemampuan membaca lebih baik untuk membantu teman-temannya.
Program pembinaan tersebut juga diintegrasikan dengan kegiatan salat duha. Ketika sebagian besar siswa melaksanakan salat duha secara bersama-sama, siswa yang mengikuti pembinaan membaca Al-Qur’an diarahkan ke masjid untuk mendapatkan bimbingan. Dengan pola tersebut, kegiatan pembinaan dapat berjalan tanpa mengganggu rangkaian kegiatan sekolah lainnya.
Selain pembelajaran membaca Al-Qur’an, UPT SMP Negeri 1 Pinrang juga memiliki program tilawah. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan KUA Kecamatan Watang Sawitto yang turut memberikan pembinaan kepada siswa. Kegiatan tilawah dilaksanakan setiap Jumat bagi siswa yang memiliki minat untuk mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan lebih baik dan indah.
Nasrun menjelaskan, pembelajaran membaca Al-Qur’an dilakukan beberapa kali dalam sepekan karena membutuhkan pembiasaan dan pendampingan yang konsisten. Sementara program tilawah bersama pembina dari KUA dilaksanakan sekali dalam sepekan.
Menutup perbincangan, Nasrun berharap penguatan nilai keagamaan tidak hanya menjadi program sekolah, tetapi menjadi bekal bagi generasi muda dalam menjalani kehidupan dan kelak mengambil peran di tengah masyarakat.
Ia berharap generasi yang sedang dipersiapkan melalui pendidikan dapat tumbuh menjadi calon pemimpin dan tokoh masyarakat yang tetap memiliki landasan agama. Menurutnya, nilai keagamaan penting agar generasi mendatang tidak melupakan agama ketika kelak mengambil peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bagi Lentera MAN Pinrang, pengangkatan tema tersebut menunjukkan bahwa media pelajar tidak hanya berfungsi sebagai sarana dokumentasi kegiatan madrasah. Podcast menjadi ruang untuk menghadirkan praktik baik dari satuan pendidikan lain sekaligus membuka kesempatan bagi pelajar untuk belajar mengemas isu pendidikan menjadi konten yang informatif dan edukatif.
Kehadiran Genesis Media SMP Negeri 1 Pinrang dalam rangka studi tiru ke Lentera semakin memperkuat ruang pertukaran pengalaman tersebut. Dari studio Lentera, pengalaman pengelolaan media dan praktik baik pendidikan dapat dipertemukan dalam satu ruang dialog yang melibatkan pelajar dan pendidik.
Melalui podcast ini, Lentera MAN Pinrang kembali memperlihatkan perannya sebagai media pelajar yang membuka ruang berbagi bagi lingkungan pendidikan di Kabupaten Pinrang. Tidak hanya memberitakan kegiatan, Lentera turut mengangkat gagasan, pengalaman, dan praktik baik yang dapat menjadi inspirasi bagi sekolah dan madrasah lainnya. (*)

