Sinergi TNI AL–Basarnas Berbuah Hasil, Korban Tenggelam di Pantai Lumpue Ditemukan

Sinergi TNI AL–Basarnas Berbuah Hasil, Korban Tenggelam di Pantai Lumpue Ditemukan

SUARATA, PAREPARE — Setelah tiga hari pencarian intensif, korban tenggelam di Pantai Lumpue, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (12/1/2026). Operasi SAR gabungan melibatkan TNI AL Posal Pinrang, Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan dan masyarakat setempat.

Korban diketahui bernama Muhammad Ikmar (17), seorang pelajar SMKN 2 Parepare, warga Kelurahan Tiro Sompe, Kecamatan Bacukiki Barat. Ia ditemukan pertama kali oleh nelayan setempat sekitar pukul 11.17 WITA, berjarak kurang lebih 500 meter dari titik awal kejadian, dalam posisi tengkurap di sela bebatuan karang di tepi Pantai Lumpue.

Setelah ditemukan, tim SAR gabungan segera melakukan proses evakuasi. Sekitar pukul 11.45 WITA, jenazah korban dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Andi Makkasau Parepare untuk menjalani pemeriksaan forensik sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu, 10 Januari 2026, sekitar pukul 13.15 WITA. Saat itu, korban bersama sejumlah rekannya berenang di Pantai Lumpue. Namun kondisi cuaca yang kurang bersahabat disertai ombak cukup kuat menyebabkan korban terseret arus hingga akhirnya tenggelam.

Upaya pencarian telah dilakukan sejak hari pertama dan hari kedua oleh tim SAR gabungan, namun belum membuahkan hasil. Operasi kemudian dilanjutkan pada hari ketiga dengan memperluas sektor pencarian, baik di wilayah darat, perairan laut, maupun pemantauan udara.

Pada hari ketiga operasi, seluruh unsur SAR gabungan menggelar apel pagi pukul 07.30 WITA di Posko SAR Pantai Lumpue untuk pembagian sektor pencarian. Selain penyisiran laut dan darat, tim SAR juga memanfaatkan drone milik Pos TNI AL Pinrang untuk memantau area perairan dangkal serta kawasan karang yang sulit dijangkau oleh personel.

Komandan Pos TNI AL Pinrang, Letda Laut (P) Walno, menyampaikan bahwa penggunaan drone sangat membantu efektivitas pencarian, khususnya di tengah kondisi ombak yang masih cukup tinggi serta medan pantai berbatu.

Operasi SAR ini melibatkan puluhan personel lintas instansi, di antaranya TNI AL, TNI AD, Polri, Basarnas, BPBD, Damkar, Tagana, Orari, relawan SAR, serta masyarakat setempat. Sejumlah pejabat dari unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah juga turut hadir untuk memantau langsung jalannya operasi.

Sekitar pukul 13.00 WITA, dilakukan apel penutupan Posko SAR yang dipimpin oleh Kalaksa BPBD Kota Parepare. Seluruh unsur SAR gabungan kemudian kembali ke satuan masing-masing.

Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR resmi ditutup. Sehubungan dengan kejadian tersebut, pihak terkait mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas di wilayah pesisir, mengingat saat ini perairan Parepare dan sekitarnya masih memasuki musim barat yang ditandai dengan gelombang laut relatif tinggi serta cuaca yang tidak menentu. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan, khususnya bagi pengunjung pantai dan nelayan tradisional.

Bagikan: