Dr Mas’ud Badolo Tekankan Pentingnya Asesmen Kokurikuler bagi Guru Madrasah di Pinrang

Dr Mas’ud Badolo Tekankan Pentingnya Asesmen Kokurikuler bagi Guru Madrasah di Pinrang

SUARATA || Lero, Pinrang – Puluhan tenaga pendidik MA Biharul Ulum Ma’arif mengikuti pelatihan intensif bertajuk “Penyusunan Perencanaan, Pelaksanaan, dan Asesmen Kokurikuler” guna meningkatkan kualitas lulusan yang berintegritas di Lero, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan strategis ini menghadirkan pakar pendidikan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Parepare (FKIP UMPAR) sebagai motor penggerak transformasi kurikulum di tingkat madrasah.

​Pelatihan ini menyoroti pergeseran paradigma dalam dunia pendidikan, di mana kegiatan kokurikuler kini diposisikan sebagai bagian integral dari proses belajar, bukan lagi sekadar aktivitas tambahan. Pemateri utama, Dr. H. Mas’ud Badolo, M.Pd. dari Tim FKIP-UMPAR, memaparkan bahwa penguatan karakter harus dilakukan secara terstruktur melalui pendalaman materi intrakurikuler yang dikemas dalam pengalaman belajar bermakna.

​”Kokurikuler adalah instrumen penguatan yang sangat vital dalam rangka pengembangan karakter dan kompetensi murid secara nyata dan kontekstual,” tegas Dr. H. Mas’ud B., M.Pd. di hadapan para peserta pelatihan.

​Dalam sesi teknis, narasumber membedah mekanisme penyusunan program berdasarkan Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 yang mengarah pada penguatan delapan dimensi profil lulusan. Fokus utama mencakup aspek keimanan dan ketaqwaan kepada TYME, kesehatan, kemandirian, hingga kemampuan kolaborasi siswa dalam memecahkan masalah.

​Kepala MA Biharul Ulum Ma’arif, Arifuddin, menekankan pentingnya penguasaan teknologi dan metode baru bagi para guru agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Ia menyatakan bahwa pelatihan ini adalah titik awal bagi madrasah untuk melakukan lonjakan mutu melalui sistem perencanaan dan asesmen yang lebih presisi.

​Materi pelatihan juga mendalami strategi implementasi melalui dua jalur utama: pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu dan Gerakan 7 KAIH. Model ini memungkinkan integrasi mata pelajaran seperti Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia ke dalam satu tema proyek pengamatan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

​Selain itu, aspek pembiasaan karakter diperkuat melalui aktivitas rutin seperti hadir tepat waktu, ibadah bersama, olahraga pagi, kampanye makan bergizi, literasi harian, hingga gotong royong di lingkungan sekolah. Langkah ini diambil untuk memastikan siswa tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki kedisiplinan dan kepedulian sosial yang tinggi.

​Kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim FKIP-UMPAR bersama jajaran guru MA Biharul Ulum Ma’arif ini diharapkan mampu segera melahirkan modul kokurikuler baru yang siap diimplementasikan. Langkah lanjutan pascapelatihan adalah sinkronisasi jadwal madrasah untuk mengakomodasi alokasi waktu fleksibel bagi proyek-proyek kolaboratif pada tahun ajaran mendatang. (***)

Bagikan: