Pelajar SMAN 2 Parepare Diajak Kritis Hadapi Narasi Provokatif
PAREPARE, SUARATA.COM — Kemampuan menyaring informasi menjadi bagian penting bagi pelajar di tengah derasnya arus informasi digital. Hal itu menjadi salah satu pembahasan saat puluhan peserta didik kelas 11 dan 12 SMA Negeri 2 Parepare mengikuti edukasi mengenai peran generasi muda dalam menghadapi radikalisme, Sabtu (26/9/2026).
Kasat Binmas Polres Parepare AKP Anwar, S.H., yang menjadi narasumber, mengajak pelajar melihat secara kritis informasi yang mereka temui di internet, terutama konten yang memuat intoleransi, kebencian atau narasi yang berpotensi memecah hubungan sosial.
Anwar mengatakan generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga lingkungan sosial di tengah derasnya arus informasi digital.
“Generasi muda sekarang ini berperan penting dalam menjaga lingkungan sosial tetap aman dan harmonis. Karena itu, setiap informasi yang diterima perlu disikapi secara kritis dan tidak langsung dipercaya atau disebarkan,” kata Anwar.
Menurutnya, kemampuan menggunakan teknologi perlu berjalan bersama dengan kemampuan menyaring informasi. Pelajar perlu membiasakan diri memeriksa sumber dan konteks sebuah informasi sebelum mempercayai atau membagikannya.
Kritis Sebelum Membagikan Informasi
Ruang digital memungkinkan informasi menyebar dengan cepat. Konten yang dikemas secara provokatif juga dapat menarik perhatian ketika pengguna hanya melihat judul atau potongan informasi tanpa memeriksa keseluruhan isinya.
Karena itu, literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat atau media sosial. Kemampuan berpikir kritis, menghargai perbedaan dan tidak mudah terpancing provokasi juga menjadi bagian dari kecakapan digital.
Dalam sesi diskusi, dua peserta didik mengajukan pertanyaan kepada Anwar. Tanya jawab tersebut membahas persoalan yang berkaitan dengan peran generasi muda dalam menghadapi radikalisme di era digital.
Anwar juga mengingatkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal positif. Pelajar dapat menggunakannya untuk belajar, mencari pengetahuan, mengembangkan kreativitas hingga membangun komunikasi yang lebih luas.
Namun, penggunaan teknologi tetap membutuhkan tanggung jawab. Menyaring informasi sebelum menyebarkannya menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan pengguna media sosial, termasuk pelajar.
Pembahasan mengenai radikalisme juga dikaitkan dengan sikap toleran dan kemampuan menghargai perbedaan. Sikap tersebut dinilai penting dalam membangun lingkungan sosial yang tidak mudah terpecah oleh provokasi. (*)

