Ditetapkan Sebagai Lokasi Dampingan, Pemkot Parepare Dukung Penyusunan RKT USAID IUWASH Pasar

Ditetapkan Sebagai Lokasi Dampingan, Pemkot Parepare Dukung Penyusunan RKT USAID IUWASH Pasar

Husni juga menyinggung tentang mengoptimalkan kelembagaan dalam
pengelolaan air limbah domestik, pengelolaan sampah, dan air minum.

Selain itu peran masyarakat perlu
ditingkatkan dalam pengelolaan sanitasi
dan air minum yang mandiri terutama
yang dikelola langsung oleh masyarakat.

“Dan keterbatasan pendanaan APBD Kota
menjadi salah satu isu strategis, oleh
karena itu harus memanfaatkan peluang
pendanaan seperti APBN, DAK, APBD
Provinsi, APBDesa, dunia usaha, dana ZIS
dan donor,” ungkap Husni.

Di penghujung sambutan, Husni berharap agar program ini dapat berjalan dengan baik.

“Karena untuk mengukur keberhasikan suatu program dapat dilihat pada saat program itu berakhir,” tegas Husni.

Sementara Chief of Party (COP) USAID IUWASH Pasar, Anna Juliastuti dalam laporannya mengatakan, kegiatan RKT USAID IUWASH Pasar ini menindaklanjuti telah ditetapkannya Parepare sebagai lokasi dampingan program USAID IUWASH Pasar melalui Surat Direktur Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian PPN/Bappenas RI. Dan telah disusunnya Annual Work Plan (AWP) USAID IUWASH Pasar bersama seluruh Kementerian tim teknis.

“Penyusunan Rencana Kegiatan Tahunan ini sebagai acuan rencana pelaksanaan kegiatan program USAID IUWASH Pasar di Kota Parepare. Selain Parepare, lokasi dampingan lainnya adalah Kabupaten Wajo dan Sidrap,” terang Anna.

Kegiatan dihadiri perwakilan Direktur Perumahan dan Kawasan Permukiman Bappenas, beserta jajaran SKPD teknis terkait Pemkot Parepare, termasuk PAM Tirta Karajae, serta para stakeholder.

Di antaranya Kepala Bappeda Parepare Zulkarnaen Nasrun beserta jajaran, Kepala Dinas Tenaga Kerja Basuki Busrah, Dinas PUPR, Dinas Perkimtan, DLH, Dinas Kominfo, BKD, Dinas PPKB, Dinas Perdagangan, Dinas PMPTSP, Kabag PBJ, Kepala UPTD PAL, Manajer Teknik PAM Tirta Karajae, serta Pokja PKP.

Bagikan: