Jadi Penyumbang Inflasi Tertinggi di Sulsel, Ada Apa Parepare ?
Terpisah, Kepala BPS Parepare Suparno Pani mengungkapkan, angka Inflasi meningkat diakibatkan adanya kenaikan harga yang diatur pemerintah setempat.
“Kenaikan harga tersebut seperti tarif parkir dan tarif rumah sakit, serta emas perhiasan,” beber Suparno, Kamis 5 September 2024.

Ia menjelaskan, pengaruh kenaikan inflasi juga karena Parepare bukan merupakan daerah produsen. Seperti penghasil beras dan cabai rawit.
“Sebagian kebutuhan masyarakat didatangkan dari luar Parepare. Walaupun demikian angka kita masih berada di posisi antara 2,5 + – 1 yaitu antara 1,5 s/d 3,5 di tahun 2024 sesuai dengan PMK no 101/PMK 010/2021 tanggal 28 Juli 2021,” jelasnya.
Sekadar diketahui, inflasi diakibatkan sejumlah kelompok pengeluaran. Adapun kelompok pengeluaran yoy di Parepare yakni;
Pertama, penyediaan makanan dan minuman/restoran: inflasi 4,92 persen dan andil inflasi sebesar 0,53 persen.
Transportasi: inflasi 4,58 persen dan andil inflasinya 0,49
Makanan, minuman, dan tembakau: inflasi 2,23 persen dan andil inlasi 0,69 persen
Perawatan pribadi dan jasa lainnya: inflasi 3,81 persen, dan andil inflasi 0,30 persen
Kesehatan inflasi 6,83 persen, dan andil inflasi 0,16 persen.
Pakaian dan alas kaki: inflasi 0,75 persen dan andil inflasi 0,05 persen.
Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: inflasi 0,69 persen dan andil inflasi 0,08 persen.
Rekreasi, olahraga, dan budaya: inflasi 0,59 persen, dan andil inflasi 0,01
Pendidikan: inflasi 0,45 persen, dan andil inflasi 0,01 persen
Informasi, komunikasi dan jasa keuangan: inflasi -0,68, dan andil inflasi -0,05 persen
perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga, inflasi -0,86 persen, dan andil inflasi -0,05 persen.(*)

