Bukannya Merangkul, Warek III Diduga Remehkan 3 Prodi di IAIN Parepare

Bukannya Merangkul, Warek III Diduga Remehkan 3 Prodi di IAIN Parepare

Dia menilai, Warek III yang bertanggung jawab atas bidang Kemahasiswaan, seharusnya tidak menampilkan data Prodi yang mahasiswa yang dianggap tidak memiliki prestasi.

“Wisuda saja tidak ada itu momen disampaikan mahasiswa yang IPK nya paling rendah, atau mahasiswa terburuk. Makanya kami heran, apa maksudnya Pak Warek seperti itu, untuk apa beliau menampilkan hal yang tentu saja secara tindak langsung, ia menjatuhkan mental kami sebagai mahasiswa prodi yang ia remehkan, dan mental adik-adik kami yang baru bergabung di Prodi Jurnalistik Islam,” terangnya.

Sendana dengan Mikola, salah seorang mahasiswa Prodi Jurnalistik Islam Tifani Putra Noris turut mengungkapkan kekecewaannya, atas tindakan diskriminatif dari Warek III IAIN Parepare.

“Harusnya jangan ditampilkan di depan mahasiswa baru (Maba). Apa lagi pas PBAK, ribuan maba yang lihat. Seharusnya Pak Warek membangun semangat maba, bukan mematahkan dengan label Jurusan Tidak Berprestasi,” ungkapnya.

“Pasti maba yang lihat itu lemah mi motivasinya, terutama mahasiswa yang pilih program studi yang dicap nol prestasi. Kedepannya hal ini dapat memicu stigma yang tidak sehat di lingkungan akademik. Kalau pemimpin kampus saja sudah merendahkan, bagaimana mahasiswa bisa bangga dengan jurusan atau prodinya,” imbuh Tifani.

Sementara, Ketua HM-PS Pengembangan Masyarakat Islam Dwi Anugrah Husni, mengatakan, tindakan Warek III yang menampilkan prodi dengan label Nol Prestasi di depan ribuan mahasiswa baru, adalah langkah yang keliru, dan tidak seharusnya dilakukan oleh seorang dosen atau Wakil Rektor.

Alih-alih membangkitkan motivasi, menurut Dwi, itu justru berpotensi mematikan semangat dan menumbuhkan stigma tidak sehat di lingkungan akademik.

“Pertanyaannya, apakah prestasi mahasiswa hanya semata-mata diukur dari juara lomba dalam setahun terakhir. Karena faktanya, banyak mahasiswa di prodi yang dicap “tidak berprestasi” justru berkiprah langsung di masyarakat, sebagai bentuk kontribusi nyata yang tak kalah penting. Hanya saja tidak masuk dalam definisi sempit prestasi versi lomba 1–3 besar,” jelasnya.

Bagikan: