Trauma Healing Polda Sulbar Pulihkan Senyum Anak Korban Kebakaran Polman

Trauma Healing Polda Sulbar Pulihkan Senyum Anak Korban Kebakaran Polman

SUARATA || Mamuju, 10 Maret 2026 – Tim Trauma Healing dari Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sulawesi Barat turun langsung ke lokasi kebakaran di Desa Galung Tulu, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), untuk memulihkan trauma anak-anak korban musibah. Selama tiga hari, tim psikologi menggelar sesi play terapi dengan permainan edukatif guna mengalihkan trauma akibat peristiwa kebakaran.

Kegiatan ini dilakukan setelah tim mendapatkan izin dari masyarakat setempat. Pendekatan psikologis melalui permainan dipilih untuk membantu anak-anak melupakan memori buruk sekaligus menciptakan suasana yang lebih ceria di tengah situasi pasca bencana.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengikuti berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk merangsang produksi hormon kebahagiaan. Metode play terapi ini diharapkan dapat meredam rasa cemas dan ketakutan yang muncul setelah musibah kebakaran melanda permukiman warga.

Kabag Psikologi SDM Polda Sulbar A. Sirajuddin yang memimpin kegiatan menjelaskan bahwa trauma healing dilakukan untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak, agar mampu mengurangi rasa takut dan sedih akibat peristiwa yang mereka alami.

“Melalui kegiatan ini kami berupaya memberikan dukungan psikologis, menumbuhkan kembali rasa aman, serta menghadirkan suasana yang lebih ceria dan menenangkan, khususnya bagi anak-anak,” ujarnya.

Menurut A. Sirajuddin, kesehatan mental anak harus menjadi perhatian utama setelah terjadinya bencana atau musibah. Tanpa penanganan yang tepat, trauma dapat memengaruhi tumbuh kembang anak di masa depan.

“Harapan kami, para korban kebakaran tidak merasa sendiri karena banyak pihak yang peduli dan siap membantu. Semoga kegiatan ini dapat memberikan semangat baru, terutama bagi anak-anak, agar tetap optimis menjalani kehidupan ke depan,” tuturnya.

Selain pendampingan psikologis, tim juga memberikan motivasi agar anak-anak segera kembali bersekolah serta memberikan dukungan moral kepada keluarga korban kebakaran.

Sebagai bentuk kepedulian, kegiatan trauma healing ini juga diakhiri dengan penyerahan Al-Qur’an kepada anak-anak yang rumahnya terdampak kebakaran.

Langkah yang dilakukan Polda Sulbar mendapat apresiasi dari warga Desa Galung Tulu. Masyarakat menilai kehadiran tim trauma healing tidak hanya membantu pemulihan mental anak-anak, tetapi juga memberikan semangat bagi keluarga korban yang sedang berupaya bangkit setelah musibah.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu membantu anak-anak kembali menjalani aktivitas normal, termasuk melanjutkan pendidikan, sekaligus mempercepat proses pemulihan sosial masyarakat pasca kebakaran. (***)

Bagikan: