Jelang MTQ Sulsel, Kemenag Pinrang Tegaskan Disiplin ASN Saat WFH
SUARATA, PINRANG – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang menetapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN setiap Jumat dalam Rapat Koordinasi dan Halal Bihalal, Kamis (02/04/2026), di Aula Kemenag Pinrang. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global, khususnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pinrang resmi menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) satu kali dalam sepekan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini menjadi salah satu langkah adaptif dalam menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Kepala Kantor Kemenag Pinrang, H. Muhammad Idris Usman, menegaskan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam mengantisipasi dampak situasi internasional terhadap sektor pemerintahan dan pelayanan publik.
“Untuk Kementerian Agama, program WFH akan dilaksanakan satu kali dalam seminggu, tepatnya setiap hari Jumat,” ujarnya.
Diperkirakan, seluruh ASN lingkup Kemenag Pinrang akan menjalankan skema kerja ini secara bergilir dengan tetap mengedepankan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Muhammad Idris Usman menekankan bahwa WFH tidak boleh dimaknai sebagai hari libur. ASN tetap memiliki tanggung jawab penuh terhadap tugas kedinasan dan harus siap kapan pun dibutuhkan.
“WFH itu bukan libur. Meskipun bekerja dari rumah, semua ASN wajib tetap siap ketika dibutuhkan. Tetap stand by di rumah,” tegasnya.
Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga produktivitas ASN sekaligus menjadi bentuk kesiapsiagaan birokrasi dalam menghadapi potensi dampak lanjutan dari ketegangan geopolitik, termasuk pada sektor energi dan mobilitas global.
Dalam beberapa waktu terakhir, ketegangan di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap stabilitas global, termasuk potensi gangguan pada distribusi energi dan aktivitas ekonomi. Kondisi ini mendorong berbagai institusi, termasuk pemerintah daerah, untuk melakukan penyesuaian pola kerja yang lebih fleksibel dan adaptif.
Langkah Kemenag Pinrang ini menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko sekaligus menjaga kesinambungan layanan keagamaan kepada masyarakat tanpa mengurangi kualitas kinerja ASN.
Selain Rakor, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Halal Bihalal dalam suasana bulan Syawal. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan antar ASN.
Muhammad Idris Usman mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan semangat Ramadan sebagai landasan dalam bekerja dan berinteraksi.
“Di bulan suci Ramadan, dosa-dosa kita diampuni. Konsep al afuwwu mengajarkan kita untuk memaafkan sekaligus melupakan. Mari kita manfaatkan momen ini untuk saling memaafkan,” tuturnya.
Rakor juga membahas persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan digelar di Maros. Kesiapan teknis dan non-teknis menjadi fokus utama guna memastikan Kabupaten Pinrang mampu tampil maksimal.
Kepala Seksi Bimas Islam, H. Imran Achmad, memastikan bahwa kafilah Pinrang telah dipersiapkan secara optimal.
“Kami sudah menyiapkan kafilah dengan maksimal. InsyaAllah siap berkompetisi,” ujarnya.
Sejumlah peserta bahkan disebut telah menjalani pembinaan intensif sebagai bagian dari strategi meningkatkan peluang prestasi.
Kegiatan ini dihadiri para Kepala Kantor Urusan Agama, Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah Negeri, Ketua Kelompok Kerja Madrasah di semua tingkatan, serta pejabat pelaksana lingkup Kemenag Pinrang.
Ke depan, implementasi WFH akan menjadi indikator penting dalam mengukur efektivitas adaptasi birokrasi daerah terhadap dinamika global. Di sisi lain, kesiapan menghadapi MTQ Provinsi Sulawesi Selatan juga menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan keagamaan di Kabupaten Pinrang. (***)

