“Sayangilah yang di Bumi, Niscaya yang di Langit Menyayangimu”, Subair Wakamad Humas MAN Pinrang Teguhkan Deklarasi KBC
SUARATA, PINRANG – Pesan “Sayangilah yang di bumi, niscaya yang di langit menyayangimu” menjadi warna tersendiri dalam Penandatanganan Deklarasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pinrang. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan MAN Pinrang pada Selasa, (11/08/2026), setelah pelaksanaan apel tersebut menjadi simbol komitmen warga madrasah untuk menjadikan cinta, kasih sayang, dan kepedulian sebagai bagian dari kehidupan di lingkungan madrasah.
Penandatanganan deklarasi tersebut dilakukan oleh Wakamad Bidang Humas MAN Pinrang Subair, Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Deklarasi Implementasi KBC yang dilaksanakan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menerapkan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta secara nyata di lingkungan madrasah.
Pesan “Sayangilah yang di bumi, niscaya yang di langit menyayangimu” yang merupakan potongan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At Tirmidzi yaitu “irḥamū man fil-arḍi yarḥamkum man fis-samā’ ” menjadi salah satu bagian penting dalam deklarasi tersebut. Subair selaku Wakamad Bidang Humas MAN Pinrang menjelaskan bahwa pesan tersebut mengandung makna tentang pentingnya menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama manusia.
“Maksudnya, kalau kita menjaga hubungan harmonis dengan sesama manusia, maka Allah akan menyayangi kita,” jelasnya.
Menurutnya, hubungan harmonis dapat diwujudkan melalui sikap saling menghargai, menyayangi, mengingatkan, membantu, dan melindungi satu sama lain. Nilai-nilai tersebut, kata dia, perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta lingkungan madrasah yang nyaman, damai, dan penuh kepedulian.
Lebih lanjut, Subair menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya menekankan hubungan antarmanusia, tetapi memiliki cakupan nilai yang lebih luas melalui konsep Panca Cinta. Lima nilai tersebut meliputi cinta kepada Allah dan Rasul, cinta kepada ilmu, cinta kepada diri dan sesama, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada tanah air.
“KBC menekankan Panca Cinta, kepada Allah dan Rasul, ilmu, diri dan sesama, lingkungan, dan tanah air,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Panca Cinta harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Cinta kepada ilmu dapat ditunjukkan dengan kesungguhan dalam belajar, cinta kepada diri dan sesama melalui sikap saling menghormati dan membantu, cinta kepada lingkungan dengan menjaga kebersihan dan kelestarian madrasah, serta cinta kepada tanah air melalui sikap menjaga persatuan dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
Penandatanganan deklarasi tersebut diawali oleh Plt. Kepala MAN Pinrang H. Suharto, kemudian dilanjutkan oleh jajaran wakamad, guru dan staf, serta seluruh murid MAN Pinrang. Rangkaian tersebut menjadi simbol bahwa penerapan KBC merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan keterlibatan seluruh warga madrasah.
Komitmen tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan secara seremonial, tetapi dapat diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Nilai cinta diharapkan hadir dalam cara warga madrasah berinteraksi, belajar, menjaga lingkungan, serta menjalankan tanggung jawab masing-masing.
Melalui Deklarasi Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, MAN Pinrang terus berupaya membangun budaya madrasah yang religius, harmonis, peduli, dan berkarakter. Pesan “Sayangilah yang di bumi, niscaya yang di langit menyayangimu” diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh warga madrasah untuk senantiasa menebarkan kebaikan, menjaga hubungan dengan sesama, mencintai lingkungan, serta mengamalkan nilai-nilai Panca Cinta dalam kehidupan sehari-hari. (***)

