Sembilan Perahu Sandeq Ramaikan HUT ke-81 RI di Sendana
SUARATA.COM || MAJENE – Sebanyak sembilan perahu sandeq berlaga dalam lomba Segitiga Perahu Sandeq di pesisir Pantai Lingkungan Labuang, Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Minggu (16/8/2026).
Lomba tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menghadirkan atraksi budaya bahari yang menarik perhatian masyarakat.
Warga memadati kawasan pesisir untuk menyaksikan langsung para peserta mengarungi perairan dengan perahu tradisional khas Mandar.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan dan menjaga keberadaan sandeq sebagai salah satu warisan budaya bahari masyarakat Mandar.
Antusiasme warga terlihat dari ramainya kawasan sekitar lokasi perlombaan. Masyarakat dari berbagai kalangan hadir menyaksikan jalannya perlombaan sekaligus menikmati suasana perayaan kemerdekaan di pesisir Labuang.
Di tengah ramainya kegiatan, personel Polsek Sendana melakukan pengamanan di sekitar lokasi perlombaan. Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan berlangsung tertib sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan kepadatan masyarakat.
Personel kepolisian juga berkoordinasi dengan unsur terkait selama kegiatan berlangsung.
Kanit Binmas Polsek Sendana, Ipda Ismail, mengatakan kehadiran personel merupakan bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian lomba Segitiga Perahu Sandeq berjalan aman, tertib dan kondusif. Kami juga mengimbau masyarakat yang hadir untuk tetap menjaga ketertiban serta keselamatan selama menyaksikan perlombaan,” ujar Ipda Ismail.
Menurutnya, kegiatan seperti lomba sandeq memiliki nilai positif karena selain memeriahkan HUT RI, juga mempertemukan masyarakat dalam suasana kebersamaan sekaligus menjaga budaya bahari Mandar.
Sandeq Jadi Bagian dari Perayaan Kemerdekaan
Lomba tersebut turut dihadiri Camat Sendana Nardi, S.Pd., Kanit Binmas Polsek Sendana Ipda Ismail, Bhabinsa, Lurah Mosso, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para peserta lomba, serta masyarakat setempat.
Dengan dukungan berbagai pihak, lomba Segitiga Perahu Sandeq berlangsung aman dan lancar. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan juga dapat menjadi ruang untuk menjaga tradisi dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi berikutnya. (*)

