Tim Gabungan Siaga Cegah Kebakaran Lahan Anreapi Meluas
POLMAN — Personel Polsek Polewali bersama Polsubsektor Anreapi, TNI, petugas pemadam kebakaran, BPBD Kabupaten Polewali Mandar, dan masyarakat berjibaku menangani kebakaran lahan di Dusun Leppan, Desa Kelapa Dua, dan Dusun Balla, Desa Pappandangan, Kecamatan Anreapi, Polewali Mandar, Rabu (14/10/2026).
Kebakaran yang diketahui sekitar pukul 14.20 WITA tersebut menghanguskan lahan perkebunan milik warga dengan luas diperkirakan mencapai 10 hektare. Sejumlah tanaman produktif seperti cokelat, durian, cengkeh, dan langsat turut terdampak.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp80 juta.
Tim Gabungan Cegah Api Mendekati Permukiman
Menindaklanjuti laporan kebakaran, personel Polsek Polewali yang dipimpin Ps. Kanit Intelkam Polsek Polewali Ali Imran, S.H., bersama Bhabinkamtibmas Desa Pappandangan Brigpol Amril Nuangsa dan Bhabinkamtibmas Desa Kelapa Dua Aipda Nurholis langsung mendatangi lokasi.
Berdasarkan keterangan seorang petani setempat, titik api diduga bermula dari salah satu kebun warga di Dusun Leppan, Desa Kelapa Dua.
Kondisi tumbuhan dan pepohonan yang kering, ditambah angin kencang, membuat api cepat menjalar hingga memasuki wilayah Dusun Balla, Desa Pappandangan.
Dalam penanganannya, personel gabungan bersama warga melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun, akses jalan menuju titik api yang sulit dilalui kendaraan menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.
Damkar dan BPBD Disiagakan di Lokasi
Untuk mengantisipasi api menjalar ke permukiman warga, dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil BPBD Kabupaten Polewali Mandar disiagakan di sekitar lokasi.
Kapolsek Polewali IPTU Syahrul, S.H., M.H., mengatakan personel bersama seluruh unsur terkait terus melakukan pemadaman dan pemantauan untuk mencegah api meluas ke area lainnya.
“Kami bersama personel gabungan dari TNI, Damkar, BPBD, dan masyarakat terus berupaya melakukan pemadaman meskipun menghadapi kendala akses jalan menuju titik api,” ujar IPTU Syahrul.
Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama ketika kondisi cuaca panas dan angin kencang.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau petugas terkait agar dapat ditangani secepat mungkin,” katanya.
Hingga berita ini dibuat, upaya pemadaman dan pemantauan masih berlangsung. Kepolisian juga masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Masyarakat diimbau ikut menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap potensi kebakaran lahan guna mencegah api meluas serta meminimalkan kerugian. (*)

