Kisruh Dapur MBG Cempa Viral, DPRD Pinrang Mediasi Yayasan dan Supplier

Kisruh Dapur MBG Cempa Viral, DPRD Pinrang Mediasi Yayasan dan Supplier

SUARATA, PINRANG — Komisi II DPRD Kabupaten Pinrang memediasi Yayasan Insan Karya Putra dan pihak supplier dapur yang berselisih dalam pengelolaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Cempa. Mediasi dilakukan setelah kasus ini viral di media sosial akibat pembongkaran fasilitas dapur MBG di Desa Mangki oleh investor, yang menyebabkan ribuan siswa tidak menerima MBG selama beberapa hari.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) berlangsung di Kantor DPRD Pinrang pada Rabu (3/12/2025), dengan menghadirkan semua pihak, termasuk yayasan, supplier, dan perwakilan pengelola dapur.

Wakil Ketua DPRD Pinrang, Syamsuri, menegaskan bahwa program MBG harus dikelola dengan baik dan sesuai standar. “Jika tidak akan merusak nama baik Kabupaten Pinrang,” ujarnya.

Insiden pembongkaran peralatan dapur tersebut terjadi saat tim dapur hendak memulai proses memasak. Seluruh perabot dapur diangkut oleh pihak investor karena adanya perselisihan internal, sehingga dapur lumpuh total.

Dari pemaparan dalam RDP, diketahui bahwa penarikan peralatan dapur dilakukan karena ketidaksepahaman antara yayasan dan investor terkait pembagian keuntungan atau bagi hasil. Konflik ini berdampak langsung pada tidak beroperasinya dapur MBG, sehingga ribuan siswa di Kecamatan Cempa tidak menerima makanan selama beberapa hari.

Kepala Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) Pinrang Mangki, Rasnawati, membenarkan bahwa persoalan tersebut murni masalah kemitraan antara kedua pihak. Ia menegaskan bahwa tugas SPPG hanya sebagai penyalur insentif, bukan penanggung jawab kontrak kerja sama.

Anggota Komisi II DPRD Pinrang, P. Baharuddin Pasi, menilai permasalahan ini terjadi karena lemahnya dokumen kerja sama. “Seharusnya antara yayasan dengan suplayer dilengkapi dengan MoU, sehingga ada ikatan kerjasama yang kuat. Termasuk soal harga jika ada yang fluktuatif,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tanpa dasar hukum yang jelas, potensi konflik sangat besar dan berdampak langsung kepada layanan untuk siswa penerima manfaat.

Setelah sempat terhenti hampir sepekan, operasional dapur MBG Cempa kini kembali berjalan. Rasnawati memastikan bahwa mulai Senin (1/12/2025), yayasan telah melengkapi kembali peralatan dapur secara mandiri dan kembali mendistribusikan makanan kepada 3.095 siswa penerima manfaat.

“Sejak Senin ini, distribusi makanan kepada ribuan siswa telah berjalan seperti sediakala,” ungkapnya.

DPRD Pinrang diperkirakan akan merumuskan rekomendasi resmi untuk memperkuat tata kelola program MBG, terutama dalam hal kemitraan dan standar operasional. Diharapkan langkah ini mencegah terulangnya konflik internal yang dapat mengganggu hak siswa atas layanan makanan bergizi. (***)

Bagikan: