Pendataan TKA di PT BLG Suppa, TNI AL–Kesbangpol–BINDA Perkuat Deteksi Dini
SUARATA, PINRANG – Aparat gabungan TNI AL, Kesbangpol, dan BINDA Kabupaten Pinrang melaksanakan silaturahmi sekaligus pendataan Tenaga Kerja Asing (TKA) di PT Biota Laut Ganggang (BLG), Kecamatan Suppa, Jumat (9/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan legalitas WNA serta menjaga stabilitas keamanan wilayah pesisir Pinrang.
Kegiatan silaturahmi dan pendataan tersebut berlangsung di Kantor PT BLG, Dusun Bela Belawa, Desa Polewali, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, mulai pukul 13.30 Wita hingga 14.40 Wita, dalam situasi aman dan tertib.

Rombongan dipimpin langsung oleh Komandan Pos TNI AL (Danpos) Pinrang, Letda Laut (P) Walno, didampingi personel Posal. Hadir pula Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pinrang, A. Khairil Amril, Korwil BINDA Pinrang Ferdi, serta manajemen PT BLG.
Dalam sesi tanya jawab, Kepala Kesbangpol Kabupaten Pinrang menanyakan jumlah pasti TKA yang aktif bekerja, asal negara, jabatan, serta kelengkapan dokumen keimigrasian seperti KITAS dan IMTA.
Pihak manajemen PT BLG menjelaskan bahwa saat ini terdapat sejumlah Warga Negara Asing (WNA), mayoritas berasal dari Tiongkok, yang bekerja sebagai tenaga ahli mesin produksi dan pengawas mutu. Seluruh dokumen keimigrasian disebut telah lengkap dan dilaporkan secara berkala kepada Dinas Tenaga Kerja serta pihak Imigrasi.
“Perusahaan berkomitmen kooperatif terhadap pendataan Tim Pengawasan Orang Asing (PORA),” ujar perwakilan manajemen PT BLG dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, Danpos TNI AL Pinrang menanyakan detail alur produksi serta jenis produk yang dihasilkan PT BLG. Manajemen perusahaan menjelaskan bahwa PT BLG bergerak di bidang pengolahan rumput laut menjadi produk bernilai tinggi.
Produk utama yang dihasilkan antara lain Semi-Refined Carrageenan (SRC) dan Refined Carrageenan, yang banyak digunakan sebagai bahan pengental di industri makanan, kosmetik, dan farmasi.
Sebanyak 90 persen hasil produksi PT BLG ditujukan untuk pasar ekspor, meliputi China, Eropa, dan Amerika Serikat, sementara sisanya diserap untuk kebutuhan industri dalam negeri.
Korwil BINDA Pinrang turut menyoroti dampak keberadaan WNA terhadap keamanan lingkungan dan hubungan sosial dengan masyarakat sekitar. Pihak PT BLG menyampaikan bahwa sejauh ini interaksi antara pekerja asing dan warga lokal berlangsung kondusif.
Perusahaan juga menerapkan aturan ketat bagi WNA, termasuk pembatasan aktivitas di luar area mess pada jam-jam tertentu, guna mencegah potensi gesekan sosial.
Kegiatan silaturahmi dan pendataan ini menjadi langkah preventif dalam deteksi dini terhadap keberadaan orang asing di wilayah pesisir Kabupaten Pinrang. Ke depan, koordinasi lintas instansi dan pemantauan berkala dinilai penting untuk memastikan aktivitas WNA tetap sesuai dengan aturan serta menjaga stabilitas keamanan di sekitar objek vital ekonomi seperti PT BLG.

