Nelayan di Tinambung Polman Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya

Nelayan di Tinambung Polman Ditemukan Tewas Gantung Diri di Rumahnya

SUARATA, POLMAN – Seorang nelayan berinisial R (46) ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di dalam rumahnya di Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 21.30 WITA. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban yang masih berusia tujuh tahun dan kemudian dilaporkan kepada keluarga.

Personel Polres Polewali Mandar bersama Polsek Tinambung langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sepupu korban, F (20), menjelaskan bahwa kejadian tersebut terungkap setelah anak korban melihat ayahnya dalam kondisi tergantung dengan tali melilit di leher.

Anak tersebut kemudian memberitahukan kepada anggota keluarga lainnya hingga akhirnya peristiwa itu diketahui oleh kerabat dan warga sekitar.

Saksi lainnya, ipar korban MAK (26), mengungkapkan bahwa korban diketahui memiliki sejumlah riwayat penyakit, seperti sakit kepala, asma, serta mengalami kesulitan tidur.

“Korban juga sering mengeluhkan sulit tidur sejak istrinya meninggal dunia sekitar empat tahun lalu,” ungkapnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Tinambung yang dipimpin oleh Ipda Muhammad Saleh segera menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.

Tidak lama kemudian, personel gabungan dari Polres Polewali Mandar bersama Tim Inafis Polres Polman turut tiba di lokasi guna melakukan olah TKP dan pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi.

Menurut pihak keluarga, korban sebelumnya juga pernah menyampaikan keinginan untuk mengakhiri hidupnya, namun selalu diingatkan serta dinasihati oleh keluarga agar tidak melakukan tindakan tersebut.

Pemeriksaan medis dilakukan oleh dr. Muh. Akbar Wahyudi dari Puskesmas Tinambung. Hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hanya ditemukan bekas lilitan tali pada bagian leher korban,” jelas dr. Muh. Akbar Wahyudi setelah melakukan pemeriksaan awal.

Saat ini jenazah korban telah disemayamkan di rumah orang tuanya di Desa Karama.

Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Penolakan tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Desa Karama, Ahmad Madanrang.

Peristiwa ini masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian, sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi insiden tersebut. (***)

Bagikan: