Kecelakaan Tunggal di Majene: Ribuan Ayam Mati Usai Truk Tabrak Tembok Rumah
Sebuah truk pengangkut 1.600 ayam potong mengalami kecelakaan tunggal dengan menabrak tembok rumah warga di Lingkungan Camba, Kabupaten Majene, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 04.00 WITA. Insiden diduga terjadi akibat sopir yang mengantuk dan kehilangan kendali setelah pergantian pengemudi di tengah perjalanan.
SUARATA, MAJENE – Kecelakaan tunggal melibatkan truk pengangkut ayam potong terjadi di jalan poros Majene-Mamuju, tepatnya di Lingkungan Camba, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu subuh (22/4/2026).

Truk yang mengangkut sekitar 1.600 ekor ayam dari Pinrang menuju Pasangkayu itu menghantam tembok rumah warga setelah diduga kehilangan kendali.
Benturan keras yang terjadi sekitar pukul 04.00 WITA mengejutkan warga sekitar yang masih terlelap.
“Warga langsung keluar semua pas dengar suara hantaman. Kaget sekali, apalagi masih gelap,” ujar salah satu saksi mata di lokasi kejadian.
Kecelakaan ini diduga dipicu oleh kondisi sopir utama, Parmin, yang mengalami kelelahan berat akibat kantuk saat berkendara.
Dalam upaya menghindari risiko, Parmin yang berasal dari Karossa memutuskan menyerahkan kemudi kepada kernetnya, Awi, pemuda asal Kecamatan Tasiu.
Namun, keputusan tersebut justru berujung petaka. Saat dikemudikan Awi, truk diduga oleng dan akhirnya menabrak tembok rumah warga dengan keras.
Akibat kecelakaan tersebut, bagian depan truk mengalami kerusakan parah. Sementara di bagian bak belakang, ribuan ayam ditemukan mati akibat benturan dan himpitan kerangkeng besi yang ringsek.
Sebagian ayam lainnya tampak masih hidup, namun dalam kondisi lemah di antara puing kendaraan.
Kerugian akibat insiden ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, mencakup kerusakan kendaraan, tembok rumah warga, serta matinya sebagian besar ayam yang diangkut.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Baik sopir maupun kernet dilaporkan selamat dari insiden tersebut.
Pihak kepolisian setempat telah turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi kendaraan serta mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat akibat kerumunan warga.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya mengemudi dalam kondisi mengantuk, yang kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas, terutama pada perjalanan jarak jauh di waktu rawan seperti dini hari.
Kecelakaan ini tidak hanya menyebabkan kerugian materiil besar, tetapi juga mengganggu distribusi logistik pangan ke daerah tujuan. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. (***)

