Lagi-lagi Damkar! Jalin Kolaborasi Mitigasi Banjir di Parepare

Lagi-lagi Damkar! Jalin Kolaborasi Mitigasi Banjir di Parepare

SUARATA.Com,PAREPARE–Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Parepare, kolaborasi Tim Pemeliharaan Jalan, dari Balai Jalan Nasional melakukan aksi penyemprotan dan pengerukan sedimen.

Kegiatan dilakukan di salah satu titik rawan banjir di depan Masjid Agung, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Minggu (25/5/2025).

Diketahui, kegiatan ini merupakan sikap sigap Damkar Kota Parepare menangani keluhan masyarakat, terkait genangan hingga banjir yang kerap terjadi saat hujan deras titik tersebut.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Parepare, Jenamar Aslan, didampingi Kepala Bidang Penanggulangan dan Penyelamatan Damkar Kota Parepare Frans berharap agar langkah kolaboratif ini dapat menjadi solusi yang berkesinambungan. Agar titik duiker yang tersumbat kembali lancar untuk mengantisipasi terjadinya genangan air yang naik ke badan jalan.

“Bersama tim dari Balai Jalan Nasional, kami melakukan penyemprotan dan pengerukan untuk membuka kembali saluran duiker yang tersumbat. Ini langkah awal kami untuk mengurangi potensi banjir, terutama menjelang musim hujan,” ujar Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Parepare, Jenamar Aslan.

Sementara, Kepala Bidang Penanggulangan dan Penyelamatan Damkar Kota Parepare, Frans mengatakan, penyebab utama banjir di lokasi tersebut adalah tersumbatnya saluran duiker akibat penumpukan sampah dan sedimen.

“Sumbatan ini menghambat aliran air dalam saluran drainase utama, sehingga air meluap ke badan jalan, dikarenakan duikernya masih buatan zaman penjajahan dengan model duiker cincin yang berdiemeter 50 Cm,” jelasnya.

Melalui Sekertaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Parepare, Jenamar Aslan mengimbau, Pemerintah Kota Parepare mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam saluran air, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

“Aksi penyemprotan dan pengerukan sedimen ini untuk mengantisipasi banjir, dan juga mendukung program Walikota Parepare (Tasming Hamid) yakni bebas banjir. Selain itu, kalau boleh saran untuk balai jalan nasional, duikernya bisa di perlebar, mengingat kondisi debit air pada saat hujan sudah tidak mampu menampung air deras nya air pada duiker buatan yang masih sejak zaman penjajahan,”tutupnya. (*)

Bagikan: