Lapas Parepare Gelar Bimbingan Program Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Bagi WBP

Lapas Parepare Gelar Bimbingan Program Pembelajaran Pendidikan Kesetaraan Bagi WBP

Ada beberapa metode kata Totok yang digunakan dalam bimbingan dan penyuluhan agama di Lapas Kelas IIA Parepare, yaitu, Ceramah (Tausiyah) yang mana pembinaan yang dilakukan dengan memberikan uraian secara lisan dengan bahasa sehari-hari sehingga mudah diterima oleh warga binaan. Metode Pembelajaran Al-Quran tujuan utamanya memberantas buta huruf Al-Quran. Metode Muhasabah dan Dzikir sebagai intropeksi diri narapidana bisa diperoleh melalui metode muhasabah. Aspek yang dituju dari metode muhasabah adalah hati.

Kemudian, Bagi warga binaan yang Nasrani wajib mengikuti kegiatan ibadah gereja secara tatap muka setiap hari Senin, Rabu, Sabtu dan Minggu. Dan ibadah secara virtual setiap hari Selasa, Kamis dan Jumat.

“Selain dari penyuluh agama pada Kantor Kemenag juga pelayanan ibadah gereja dari Forum Musyawarah Antar Gereja (FORMAG) Kota Parepare,” ungkapnya.

Pelaksanaan kegiatan pembinaan dan bimbingan keagamaan langsung dilakukan pengawasan dan pendampingan oleh Muchamad Zaenal Fanani selaku Kepala Seksi Bimnadik, Nur Alim selaku Kasubsi Bimkemaswat, Simung selaku pelaksana, Yudistira dan Dirga Ayu selaku Staf Bimkemaswat.

Bagikan: