Kakan Kemenag Pinrang: Masjid Harus Kembali Jadi Pusat Peradaban Umat

Kakan Kemenag Pinrang: Masjid Harus Kembali Jadi Pusat Peradaban Umat

SUARATA, PINRANG — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, H. Muhammad Idris Usman, menegaskan bahwa masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat salat, tetapi juga sebagai pusat spiritual, sosial, dan pendidikan umat.

Penegasan itu disampaikan saat menjadi khatib sekaligus imam Salat Jumat di Masjid Al-Amin Pallameang, Jumat (29/5/2026), dalam rangkaian kegiatan Safari Jumat Kementerian Agama Kabupaten Pinrang.

Kegiatan Safari Jumat tersebut dilaksanakan sebagai upaya memperkuat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan pembinaan umat secara langsung di masjid-masjid.

Dalam khutbahnya, H. Muhammad Idris Usman mengajak jamaah meneladani fungsi masjid pada masa Rasulullah SAW yang menjadi pusat pembinaan umat dan peradaban Islam.

“Masjid bukan hanya tempat bersujud, tetapi juga pusat pembinaan umat dan peradaban Islam,” tegasnya di hadapan jamaah.

H. Muhammad Idris Usman menjelaskan bahwa fungsi pertama masjid adalah sebagai pusat spiritual dan ibadah. Masjid menjadi tempat mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui salat, zikir, hingga iktikaf.

Ia mengutip Surah Al-Jin ayat 18 yang menegaskan bahwa masjid adalah milik Allah SWT dan harus dijaga kesuciannya.

Selain fungsi ibadah, ia juga menyoroti peran sosial masjid sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW pada masa awal Islam di Madinah. Saat itu, masjid menjadi pusat solidaritas umat dan tempat penyaluran bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Masjid yang makmur adalah masjid yang peduli terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Menurutnya, kemegahan bangunan masjid harus diimbangi dengan kepedulian terhadap kondisi ekonomi warga sekitar agar manfaat keberadaan masjid benar-benar dirasakan masyarakat.

Dalam khutbah tersebut, H. Muhammad Idris Usman juga menekankan pentingnya fungsi pendidikan masjid. Ia menyebut masjid sebagai “universitas pertama” dalam sejarah Islam yang melahirkan ulama dan generasi berkarakter.

Karena itu, ia mendorong pengurus masjid menghadirkan lingkungan yang ramah anak dan pemuda melalui pembinaan akhlak, kajian keislaman, serta pengembangan ilmu pengetahuan.

Menurutnya, revitalisasi fungsi masjid penting dilakukan di tengah tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi pusat ibadah ritual, tetapi juga mampu menjawab persoalan sosial dan moral masyarakat.

Melalui program Safari Jumat tersebut, Kemenag Pinrang juga terus mendorong penguatan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan keagamaan, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Khutbah tersebut mendapat perhatian jamaah karena menyoroti pentingnya mengembalikan peran strategis masjid sebagai pusat peradaban umat Islam.

Bagikan: