Tanggapi Polemik Isu Tayangan yang Mendiskreditkan Pesantren, Kepala MAN Pinrang Angkat Bicara

Tanggapi Polemik Isu Tayangan yang Mendiskreditkan Pesantren, Kepala MAN Pinrang Angkat Bicara

“Kita harus sadari bahwa pesantren sekarang tidak hanya mendidik hafalan dan ibadah. Pesantren mendidik karakter, menanamkan etika, mengajarkan kemandirian, dan membentuk generasi yang tahan banting. Inilah keunggulan pesantren yang tidak dimiliki lembaga lain,” ungkapnya.

Sebagai solusi terhadap polemik ini, Ansyar mengajak semua pihak  baik pemerintah, media, maupun masyarakat untuk bersinergi membangun narasi positif tentang pesantren. Menurutnya, sudah saatnya publik mengenal pesantren dari dekat, melihat bagaimana para santri hidup dalam kesederhanaan tetapi kaya akan nilai spiritual dan intelektual.

“Solusi terbaik adalah membangun komunikasi yang sehat. Media mestinya menjadi jembatan pengetahuan, bukan alat provokasi. Mari datang ke pesantren, lihat prosesnya, dan buktikan bahwa lembaga ini adalah aset bangsa yang perlu dilindungi dan diberdayakan,” serunya.

Ia juga mendorong agar lembaga pendidikan Islam memperkuat program literasi digital di pesantren agar santri dan guru mampu menghadapi tantangan media modern, serta bisa memproduksi konten positif tentang dunia pesantren.

“Pesantren harus melek digital. Santri dan guru perlu didorong untuk menulis, berdakwah, dan berkarya di ruang digital agar citra pesantren semakin kuat dan tidak mudah disudutkan oleh isu-isu menyesatkan,” jelasnya.

Ansyar menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh tayangan yang tidak berdasar dan mengandung unsur fitnah terhadap lembaga pendidikan Islam. Ia berharap polemik ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat solidaritas antar lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

“Mari jadikan polemik ini sebagai cambuk untuk memperkuat ukhuwah dan mempertegas bahwa pesantren adalah bagian penting dari perjalanan bangsa. Kita rawat bersama lembaga ini agar terus melahirkan generasi beriman, cerdas, dan cinta tanah air,” pungkasnya penuh harap.

Dengan suara tenang namun tegas, Ketua Tanfidziyah NU Pinrang yang juga Pengurus Daerah Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Kabupaten Pinrang itu menegaskan bahwa pesantren bukan masa lalu melainkan masa depan bangsa. Ia mengingatkan bahwa selama pesantren tetap teguh menjaga nilai-nilai keikhlasan, keilmuan, dan kebangsaan, maka Indonesia akan tetap kokoh di atas fondasi moral yang kuat.

(MR/Lentera)

Bagikan: