Di Tengah Rehabilitasi Gedung, MAN Pinrang Pastikan Pembelajaran Tetap Berjalan

Di Tengah Rehabilitasi Gedung, MAN Pinrang Pastikan Pembelajaran Tetap Berjalan

SUARATA, PINRANG – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pinrang mendapatkan bantuan rehabilitasi gedung dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2026. Program ini menjadi angin segar bagi peningkatan sarana dan prasarana madrasah yang selama bertahun-tahun belum tersentuh rehabilitasi besar-besaran.

Seiring pelaksanaan rehabilitasi tersebut, MAN Pinrang menerapkan sistem pembelajaran hibrid, yakni mengombinasikan pembelajaran tatap muka (offline) dan daring (online). Kebijakan ini diambil untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan optimal meskipun sebagian besar gedung sedang dalam tahap perbaikan.

Pembelajaran offline diperuntukkan khusus bagi siswa kelas XII (dua belas), sementara siswa kelas XI (sebelas) dan kelas X (sepuluh) mengikuti pembelajaran secara online dari rumah masing-masing. Sistem ini mulai diterapkan sejak awal semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026.

Wakil Kepala MAN Pinrang Bidang Kurikulum H. Suharto yang dikonfirmasi pada Senin, (12/1/2026) menjelaskan bahwa rehabilitasi yang dilakukan tahun ini mencakup sekitar 70 persen gedung dan sarana pembelajaran lainnya. Kondisi tersebut secara langsung berdampak pada keterbatasan ruang belajar yang dapat digunakan.

“Kurang lebih 10 sampai 20 tahun MAN Pinrang memang tidak pernah mendapatkan rehabilitasi secara besar-besaran. Alhamdulillah tahun ini mendapat bantuan dari pemerintah melalui PUPR Provinsi Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini hanya tersisa sekitar 10 ruang kelas yang masih layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, pihak madrasah menetapkan prioritas pembelajaran tatap muka bagi siswa kelas XII yang sedang mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir dan kelanjutan pendidikan.

“Sementara kelas X dan XI kami arahkan mengikuti pembelajaran secara online. MAN Pinrang juga telah menyiapkan akun Zoom Pro agar guru dapat melaksanakan pembelajaran daring langsung dari madrasah dengan lebih maksimal,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, kinerja para guru tetap berada dalam pantauan pimpinan madrasah. Pengawasan dilakukan untuk memastikan mutu pembelajaran tetap terjaga meskipun metode yang digunakan berbeda dari biasanya.

Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum tersebut berharap rehabilitasi ini dapat membawa dampak positif bagi perkembangan MAN Pinrang ke depan. “Semoga dengan adanya rehabilitasi ini, madrasah semakin maju dan berprestasi, baik dari sisi guru maupun siswa,” ungkapnya.

Ia juga memperkirakan proses rehabilitasi akan berlangsung selama empat hingga enam bulan ke depan, tergantung pada progres pekerjaan di lapangan dan kondisi cuaca.

Sementara itu, Kepala MAN Pinrang, Ansyar, menyampaikan bahwa kebijakan pembelajaran hibrid merupakan langkah strategis agar hak siswa untuk mendapatkan layanan pendidikan tetap terpenuhi secara optimal. Menurutnya, situasi keterbatasan ruang tidak boleh menjadi penghalang bagi semangat belajar dan mengajar.

“Kami berupaya menjadikan kondisi ini sebagai momentum untuk beradaptasi dengan teknologi dan meningkatkan kualitas pembelajaran digital. Harapan kami, setelah rehabilitasi selesai, MAN Pinrang tidak hanya memiliki gedung yang lebih layak, tetapi juga sistem pembelajaran yang semakin modern, efektif, dan mampu mencetak generasi madrasah yang unggul, berkarakter, serta berdaya saing,” tuturnya.

Dengan dukungan pemerintah dan komitmen seluruh civitas akademika, MAN Pinrang optimistis proses rehabilitasi dan penerapan pembelajaran hibrid dapat berjalan lancar serta membawa manfaat jangka panjang bagi dunia pendidikan di Kabupaten Pinrang.

Bagikan: