Polisi Bubarkan Balap Liar di Mapilli, 21 Motor Diamankan
SUARATA, POLMAN – Aksi balap liar yang meresahkan warga di Dusun Manye-Manye, Desa Kurma, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, dibubarkan aparat kepolisian, Minggu pagi (22/02/2027). Dalam operasi tersebut, 21 unit sepeda motor diamankan sebagai bentuk respons cepat atas laporan masyarakat.
Personel Unit Turjawali Sat Samapta Polres Polewali Mandar membubarkan aksi balap liar yang kerap dilakukan sekelompok remaja di Dusun Manye-Manye, Desa Kurma, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu pagi (22/02/2027).

Pembubaran dilakukan setelah polisi menerima laporan dari masyarakat yang merasa resah terhadap aktivitas tersebut. Selain mengganggu ketertiban umum, balap liar dinilai berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Kegiatan penindakan dipimpin Ps. Kanit Turjawali Sat Samapta Aipda La Kise bersama personel Patmor. Dalam operasi itu, petugas mengamankan 21 unit kendaraan roda dua yang diduga digunakan dalam aksi balap liar.
Aipda La Kise menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas aduan masyarakat sekaligus upaya pencegahan terjadinya kecelakaan.
“Kami menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aksi balap liar yang meresahkan dan berpotensi membahayakan keselamatan. Kami juga memberikan imbauan kepada para remaja agar tidak mengulangi perbuatannya,” ujarnya.
Penindakan ini juga menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya pada waktu-waktu rawan yang kerap dimanfaatkan untuk kegiatan serupa.
Sementara itu, Kasat Samapta Polres Polewali Mandar AKP Muh. Rum Kasim menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk kegiatan yang mengganggu ketertiban umum.
“Kami tidak akan mentolerir kegiatan yang mengganggu ketertiban umum. Kami juga mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa patroli rutin akan terus ditingkatkan, terutama pada jam-jam yang dinilai rawan terjadi aksi balap liar.
Pembubaran ini diharapkan mampu memberikan efek jera bagi para pelaku sekaligus menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Ke depan, peningkatan patroli dan pengawasan orang tua menjadi kunci untuk mencegah terulangnya aksi balap liar di wilayah Mapilli dan sekitarnya. (***)

