Istiqlal Sembelih 65 Sapi Kurban, Menag Tekankan Animal Welfare

Istiqlal Sembelih 65 Sapi Kurban, Menag Tekankan Animal Welfare

SUARATA, JAKARTA (Kemenag) — Masjid Istiqlal menerima amanah penyembelihan 65 ekor sapi dan 13 ekor kambing pada Iduladha 1447 Hijriah, Kamis (28/5/2026). Penyembelihan dilakukan dengan standar syariat Islam, prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare), serta pengelolaan ramah lingkungan yang dikawal ketat oleh panitia dan tim Juru Sembelih Halal Amanah RPH.

Dua sapi kurban milik Presiden RI dan Wakil Presiden RI turut menjadi perhatian dalam prosesi tersebut. Sapi Presiden RI Prabowo Subianto bernama si Loreng memiliki bobot 1,3 ton, sementara sapi Wakil Presiden RI bernama Wirabumi berbobot 1,2 ton.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa proses penyembelihan di Masjid Istiqlal dirancang menjadi model percontohan bagi masjid-masjid lain di Indonesia.

“Semuanya di sini serba standar. Pertama, sunat-sunatnya kita perhatikan, kepalanya menghadap ke kiblat. Badannya dibersihkan terlebih dahulu agar tidak ada najis yang melekat pada daging yang diberikan kepada jemaah,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Sebanyak sekitar 50 petugas dari tim Juru Sembelih Halal Amanah RPH diterjunkan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar syariat dan keamanan pangan.

Menag Nasaruddin Umar juga mengingatkan pentingnya memperlakukan hewan kurban secara manusiawi selama proses penyembelihan berlangsung. Ia melarang tindakan yang berpotensi menyiksa hewan sebelum benar-benar mati.

“Tidak boleh menyiksa binatang menjelang dipotong. Biarkan mati dulu,” tegasnya.

Selain aspek syariat dan kesejahteraan hewan, Kementerian Agama juga memberi perhatian serius terhadap dampak lingkungan selama proses pemotongan berlangsung di kompleks Masjid Istiqlal.

Menag meminta panitia menjaga kebersihan kawasan dan memastikan target zero accident selama penyembelihan berlangsung.

“Kita selama ini mengampanyekan betapa pentingnya memelihara ekoteologi lingkungan hidup. Jangan sampai ada setetes darah hewan kurban yang mengalir atau bocor ke sungai. Selesai penyembelihan, taman-taman di sekitar sini harus kembali bersih seperti sedia kala,” kata Nasaruddin Umar.

Ketua Panitia Iduladha 1447 Hijriah, Mas’ud Halimin, memastikan seluruh panitia dan petugas lapangan menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat, termasuk pengelolaan limbah hasil pemotongan hewan kurban.

Menurutnya, limbah pemotongan ditangani secara terpusat dan hati-hati agar tidak mencemari lingkungan, khususnya aliran sungai di sekitar masjid.

Mas’ud Halimin mengatakan, daging kurban akan dikemas dalam 10.728 bungkus dengan berat masing-masing 1 kilogram. Distribusi dilakukan secara terstruktur untuk menghindari penumpukan massa penerima.

Paket daging kurban tersebut disalurkan kepada 52 yayasan, 87 masjid/DKM/majelis taklim, 41 lembaga, 104 perwakilan RT/RW, hingga komunitas binaan Masjid Istiqlal yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan sejumlah daerah di Jawa Barat.

Penerapan standar penyembelihan halal, prinsip animal welfare, serta pengelolaan lingkungan di Masjid Istiqlal diharapkan menjadi rujukan nasional dalam pelaksanaan kurban modern yang tertib, higienis, dan berkelanjutan di Indonesia. (****)

Bagikan: