SPPG Mattiro Bulu Resmi Beroperasi, Wabup Pinrang Tekankan Profesionalitas Layanan Gizi
SUARATA, Pinrang — Pemerintah Kabupaten Pinrang kembali memperkuat layanan gizi dengan meresmikan SPPG Kecamatan Mattiro Bulu yang mulai beroperasi Rabu (26/11). Unit baru ini melengkapi jaringan SPPG yang mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Mattiro Bulu secara resmi beroperasi usai diresmikan Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, S.IP., M.Si. Kehadiran unit ini menambah deretan SPPG yang bertugas memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi para penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam sambutannya, Wabup Sudirman menegaskan bahwa profesionalitas menjadi syarat utama dalam pengelolaan SPPG, khususnya pada proses produksi makanan yang harus memenuhi standar higienitas dan kebersihan.
Wabup Sudirman meminta pengelola SPPG untuk konsisten menjaga kualitas dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Ia juga mendorong operator SPPG untuk terus belajar dan mencontoh pengelolaan SPPG lain yang telah lebih dulu berjalan dengan baik.
Menurutnya, peningkatan kapasitas harus menjadi komitmen harian agar pelayanan semakin maksimal dan manfaat program MBG dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Komandan Distrik Militer 1404/Pinrang, Letkol Inf. Abdullah Mahuwa, menyampaikan bahwa beroperasinya SPPG Mattiro Bulu menjadikan layanan pemenuhan gizi di Pinrang semakin terintegrasi.
Ia berharap keberadaan unit ini mampu mempercepat penyaluran makanan bergizi serta memberikan dampak positif langsung bagi para penerima di wilayah tersebut.
Dengan hadirnya SPPG baru ini, Pemerintah Kabupaten Pinrang kembali menegaskan komitmennya untuk menyediakan layanan pemenuhan gizi yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan. Program MBG yang menyasar siswa-siswi menjadi prioritas untuk menunjang kesehatan dan daya dukung pendidikan.
Dengan beroperasinya SPPG Mattiro Bulu, layanan pemenuhan gizi di Kabupaten Pinrang semakin terpadu dan terstandar. Ke depan, unit ini diharapkan menjadi model pengelolaan gizi yang efektif, mendorong peningkatan kesehatan pelajar, serta memperkuat keberlanjutan program Makanan Bergizi Gratis di seluruh kecamatan. (***)

